Jumat, 29 Januari 2016

Bahaya Kegiatan di Alam Bebas



Aktivitas manusia selalu mengandung risiko, dan seringkali risiko tersebut tidak bisa dicegah atau dikendalikan namun hanya bisa ditangani supaya tidak menjadi kematian. Kegiatan mendaki gunung termasuk aktivitas manusia yang mempunyai risiko tinggi. Hal ini disebabkan aktivitas tersebut berada di tempat yang tidak lazim menjadi tempat tinggal atau aktivitas manusia.Untuk menghindari risiko pada aktivitas mendaki gunung maka yang dapat dilakukan adalah :
  1. Gunakan peralatan lengkap sesuai dengan standar keselamatan yang sesuai dengan kriteria alam yang ada.
  2. Patuhi peraturan yang berlaku dan kearifan lokal setempat.
  3. Kendalikan untuk melakukan aktivitas yang tidak melampui batas kekuatan manusia.
Jika ketiga aspek di atas sudah tidak ditepati maka risiko tersebut dipastikan akan menghampiri anda. Patut diingat bahwa pendaki yang sudah mempersiapkan diri dengan baik dan mengenal medan dengan baik masih bisa terkena risiko berbahaya, apalagi yang tidak menggunakan peralatan dengan baik dan tidak mematuhi peraturan yang berlaku.
Meskipun sudah dihindari, risiko tetap saja berpeluang terjadi, mengingat bahwa ada beberapa faktor yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia misal cuaca, kondisi lingkungan, dan faktor lain.
CUACA BURUK.
Di bawah ini adalah kondisi-kondisi darurat yang terjadi akibat risiko kegiatan mendaki gunung dan cara penanganan pertama yang harus dilakukan untuk menghindari dampak fatal. Cuaca buruk jika sudah terjadi tidak bisa dihindari ataupun dicegah, yang bisa kita lakukan secara prinsip mencari/membuat tempat yang aman untuk melindungi diri. Pada saat terjadi cuaca buruk maka yang harus kita lakukan adalah :
Biasanya cuaca buruk akan didahului oleh tanda-tanda alam seperti mendung tebal, halilintar, dan perilaku hewan, misal serangga dan burung-burung yang tiba-tiba menghilang atau tidak bersuara, jika sudah terjadi hal tersebut maka segera cari tempat yang aman, dirikan tenda atau buat perlindungan dan segera istirahat.
  1. Pastikan bahwa tempat perlindungan aman, jangan beristirahat di bawah pohon yang rapuh atau di bawah tebing yang rawan longsor, atau di daerah aliran air, atau di daerah lintasan hewan.
  2. Jika cuaca buruk tiba-tiba datang dan belum sempat membuat perlindungan misal kabut tebal, maka lebih baik berhenti sambil melakukan observasi, jangan panik, dan setelah memperoleh tempat yang baik segera membuat tempat perlindungan.
  3. Sebaiknya jas hujan/ponco diletakkan di tempat yang mudah diambil sehingga ketika hujan lebat datang tiba-tiba bisa digunakan secara cepat untuk melindungi diri sambil menunggu mendirikan tenda/tempat perlindungan.
  4. Jika tidak mungkin untuk mendirikan tenda dan cuaca semakin buruk maka pilihan terbaik adalah kembali pulang melalui jalan yang sudah dikenali.


HIPOTERMIA.

Hipotermia adalah kondisi tubuh yang mengalami penurunan suhu badan. Manusia normal mempunyai suhu badan antara 36-37 derajat Celcius. Jika suhu badan menurun misal hingga pada titik 32 derajat Celcius maka organ-organ tubuh tidak dapat berfungsi normal.
Gejala terkena hipotermia adalah kedinginan, menggigil, lemas, kehilangan orientasi, pucat, hingga terkadang bibir terlihat membiru. Gejala awal yang terlihat simpel adalah tiba-tiba terjatuh (disorientasi), dan dalam beberapa kasus bisa sampai teriak-teriak dan dianggap kesurupan. Kondisi paling parah jika penderita sudah tidak sadarkan diri.
Penurunan suhu yang memicu hipotermia karena 2 hal utama yaitu :
  1. Tubuh kontak dengan udara dingin, dan atau pakaian yang dikenakan basah, sehingga panas tubuh kalah oleh suhu dingin dari luar tubuh.
  2. Kurang makan dan minum sehingga energi untuk menciptakan panas terbatas.
  3. Penyebab lain misal menderita penyakit tertentu.

Penanganan terhadap penderita hipotermia adalah sebagai berikut :
  1. Lindungi penderita dari kontak langsung dengan udara dingin. Periksa pakaian penderita, jika basah segera ganti dengan yang kering atau dilepas. Selimuti penderita dengan thermal blanket (dapat dibeli di toko-toko outdoor seharga Rp. 40.000-100.000), lalu lapisi dengan sleeping bag.
  2. Naikkan suhu tubuh penderita dengan cara kompres menggunakan botol berisi air hangat, dekatkan dengan sumber panas misal kompor, perapian, dan beri minuman/makanan hangat. 
  3. Penderita diajak komunikasi supaya tetap sadar.
  4. Jika penderita tidak sadar usahakan penderita untuk sadar dengan diberi stimulus tertentu seperti panggilan nama atau dirangsang dengan bau-baun (minyak kayu putih), dipijit dll.
  5. Jika penderita berteriak-teriak maka usahakan agar penderita tenang dan tetap dalam kendali penolong. Jangan turuti permintaan penderita yang tidak rasional karena saat terkena hipotermia penderita sering kali tidak dapat berpikir dengan normal.
Hal yang TIDAK BOLEH dilakukan pada penderita hipotermia :
  1. Membiarkan penderita menggunakan pakaian basah.
  2. Menganggap penderita kesurupan dan menuruti permintaan penderita.
  3. Membiarkan penderita sendirian
Hipotermia bisa dicegah, bisa ditangani, yang penting adalah penolong dalam kondisi tenang dan tersedia peralatan penolong seperti thermnal blanket, sleeping bag, alat untuk mengkompres dan makanan/minuman hangat. Mendaki gunung tentu bukan untuk menjadi celaka. Mari mendaki gunung dengan cermat dan cerdas dengan memprsiapkan diri sebaik-baiknya dan mempersiapkan peralatan untuk penanganan kondisi darurat, supaya besok bisa naik gunung lagi.

KELAPARAN.
Ini adalah ancaman bahaya yang paling gampang diprediksi dan ditanggulangi. Sebagai manusia yang setiap kali makan, maka seharusnya bisa mengukur berapa makanan yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu. Rumus yang sering digunakan untuk membawa jumlah makanan yang diperlukan adalah 2n+1 (n adalah jumlah hari selama melakukan kegiatan), jika kegiatan dilakukan selama 2 hari, maka perbekalan yang dibawa adalah 5 x jumlah makanan dalam kondisi normal. Jika sampai terjadi kelaparan maka penyebabnya adalah:
  1. Salah perhitungan,
  2. Hilang, atau tersesat sehingga waktu kegiatan menjadi lebih lama

Kelaparan akan menjadi masalah serius, dalam jangka waktu tertentu, tergantung kondisi masing-masing orang, kelaparan dapat menyebabkan kematian. Satu-satunya jalan untuk mengatasi bahaya kelaparan di gunung adalah mencari bahan makanan dan makan.
KEHAUSAN.
Air adalah bagian yang sangat penting dalam tubuh manusia. Kekurangan cairan dalam tubuh akibatnya sangat fatal (kematian) dibandingakan kekurangan makanan. Dampak dari kehausan atau dehidrasi adalah :
  1. Pingsan
  2. Kehilangan orientasi dan pola pikir rasional
  3. Gerakan-gerakan tubuh tidak terkoordinasi (gemetar)

Jika dalam keadaan dihidrasi, maka langkah darurat yang harus dilakukan adalah :
  1. Mencari tempat berteduh (jika cuaca panas).
  2. Istirahat dan kurangi aktifitas yang tidak perlu.
  3. Cari sumber air yang bisa dimanfaatkan dengan aman.

TERSESAT.

Banyak jiwa melayang karena kecelakaan saat melakukan aktivitas mendaki gunung, dan sebagian besar kecelakaan tersebut bermula dari tersesat. Faktor penyebab pendaki gunung bisa tersesat adalah :
  1. Pendaki tidak melalui jalur resmi.
  2. Pendaki tidak kenal medan dan tidak didampingi guide.
  3. Terjadi cuaca ekstrim yang membuat pendaki tidak mengenali jalur.
  4. Pendaki lepas dari rombongan.
  5. Panik atau sebab lain seperti tidak bisa berpikir logis akibat kelaparan, dehidrasi dll.

Supaya tidak tersesat maka pendaki sebaiknya :
  1. Kenali jalur, jika anda tidak kenal jalur tersebut maka ajak orang yang benar-benar kenal dan jangan sampai terpisah dengan orang tersebut.
  2. Jika tidak ada yang kenal jalur, maka GPS (gunakan penduduk setempat) sebagai guide.
  3. Jika tidak ada anggota rombongan yang kenal jalur, tidak ada penduduk yang mau jadi guide maka gunakan IMPK (ilmu medan peta kompas) atau yang lebih canggih lagi gunakan GPS.
  4. Jangan coba-coba membuka jalur baru jika memang tidak kenal medan dan tidak punyak pengalaman survival, kecuali nama anda mau masuk media sebagai obyek pencarian Tim SAR.
  5. Ikuti jalur resmi.
Saat tersesat yang dapat dilakuan adalah :
  1. Gunakan metode STOP, site, thinking, observation, planning, duduklah hingga tenang, lalu berpikir dengan jernih dan waras, melakukan observasi lingkungan sekitar, lalu lakukan perencanaan untuk kembali ke jalan yang benar.
  2. Manajemen logistik dan peralatan lain, seperti battery, hemat energi hemat tenaga.
  3. Kembali ke jalan sebelumnya jika masih bisa dikenali.
  4. Sebaiknya cari tempat yang agak tinggi untuk melihat medan, jangan langsung turun ke bawah apalagi jika medan belum dikenali, bahaya bisa masuk jurang.
  5. Jika kondisi kabut/gelap cari tempat istirahat dan kumpulkan energi supaya besok pagi bisa kembali ke jalan yang benar.
  6. Jika sudah tidak bisa berjalan lagi segera panggil bantuan, gunakan peluit, atau rumput untuk membuat suara, atau asap (tentu jangan sampai mambakar hutan).
  7. Jika terpaksa harus berjalan untuk kembali maka buatlah jejak supaya jika terjadi apa-apa bisa dikenali oleh tim SAR, misal tanda panah, tali, barang yang mudah dikenali, kalau bisa tulis pesan lebih baik.
  8. Dengarkan suara dan tanda-tanda alam, dalam beberapa kasus, banyak survivor tertolong oleh suara azan.
  9. Lakukan tindakan survival, tetap tenang, jangan panik, dan tetap semangat untuk hidup.
  10. Terakir jika semua tidak bisa dilakukan lagi, tunggu tim SAR menemukan, dalam kondisi apapun.

KRAM KAKI.

Kram kaki/beris biasanya disebabkan karena ada ketidakseimbangan pada saat mandaki/turun atau beban yang dibawa terlalu berat, selain itu kram bisa juga disebabkan suhu udara yang terlalu dingin sehingga otot tidak bekerja dengan baik.

Untuk mencegah terjadinya kram pada kaki maka dapat dilakukan hal-hal berikut :
  1. Lakukan pemanasan dan latihan sebelum mendaki.
  2. Bawa beban yang sewajarnya.
  3. Gunakan sepatu yang melindungi kaki dengan baik dan kaos kaki yang nyaman agar kaki tidak kontak langsung dengan udara dingin.
  4. Gunakan track pole untuk mengurangi beban pada kaki.

Saat terjadi kram maka yang bisa dilakukan adalah :
  1. Istirahat.
  2. Posisikan bagian yang mengalami kram lebih tinggi dari jantung.
  3. Lakukan pijatan pada bagian yang terkena kram.

Sebenarnya kram kaki bukan termasuk dalam kondisi darurat mengancam kematian, dampak paling buruk dari kram kaki adalah merepotkan teman untuk menandu penderita, kecuali karena kram kemudian jalan terhuyung-huyung dan akhirnya terpeleset masuk jurang, almarhum.
DIGIGIT ULAR.
Jika anda bukan pawang ular dan tidak kenal jenis-jenis ular dan tidak kebal ular maka sebaiknya seriuslah jika terjadi hal ini. Ular kan menggigit manusia jika terganggu. Gunung adalah habitat ular, dan ular bisa ada di mana saja, maka sebaiknya manusia yang mengalah untuk tidak mengganggu habitat ular. Jika tergigit ular maka hal-hal yang dapat dilakukan adalah :
  1. Jangan panik, karena kepanikan akan mempercepat denyut jantung dan mempercepat racun ular.
  2. Segera ikat bagian atas dan bawah gigitan untuk melokalisir racun ular. Normalnya bagian yang tergigit ular adalah kaki, risiko terbesar jika racun menyebar dan parah selain kematian adalah amputasi, pastikan bahwa bagian yang tergigit bukan bagian leher karena akan kesulitan membuat ikatan atas dan bawah luka, dan akan lebih kesulitan lagi jika harus terjadi amputasi.
  3. Posisikan bagian tubuh yang tergigit ular lebih rendah dari jantung untuk mengurangi penyebaran racun ular.
  4. Kurangi gerak badan, hemat energi, banyak gerak akan mempercepat peredaran racun.
  5. Bawa ke rumah sakit terdekat secepatnya.

Sumber : Disini

Kamis, 21 Januari 2016

Mengenal Tanda-Tanda Alam



Dalam mengadakan suatu pendakian, kita juga perlu mengetahui dan mempelajari berbagai tanda-tanda alam yang sangat berguna untuk mengetahui perubahan cuaca. Beberapa tanda-tanda alam yang perlu kita ketahui adalah:

1. KABUT
Bila terdapat kabut tipis dan merata yang membumbung tinggi ke atas, berarti kurangnya uap air di udara dan itu menandakan cuaca akan selalu baik. Cuaca yang terang benderang di pagi hari bertanda buruk pada hari itu, apabila kemarinnya turun hujan. Sedangkan langit yang ditutupi awan kemudian mulai terang pada pagi hari, menandakan cuaca baik.
Jika ada kabut di atas lembah pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedangkan di gunung-gunung menandakan akan turunnya hujan. Udara sejuk dan ada embun di pagi hari, menunjukkan bahwa cuaca baik tapi panas dan kering, biasanya hujan akan turun di siang hari.

2. AWAN
Jika langit diliputi awan tebal dan gelap menandakan akan turun hujan yang deras.

3. MATAHARI
Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan yang kehitaman, bertanda akan ada hujan, tapi jika berwarna bersih dan terang cuaca bertanda baik.
Matahari terbit dengan warna kemerah-merahan yang terang bertanda cuaca baik, jika warna merah dicampuri garis kekuning­-kuningan bertanda akan hujan lebat.
Jika matahari terbenam dengan warna kekuning-kuningan/orange bertanda akan ada hujan, tetapi bila dengan warna merah muda atau kekuning-kuningan bertanda cuaca baik. Warna merah pada matahari terbenam berarti akan terjadi angin yang cukup kencang.

4. BINTANG
Apabila pada malam hari di langit cahaya bintang terang sekali maka sudah dipastikan bahwa pada malam itu cuaca akan cerah, sedang bila cahayanya nampak suram bertanda cuaca kurang baik/buruk.

5. B U L A N
Bulan terlihat terang dan bersinar cerah menandakan cuaca akan baik, tapi bila bulan diliputi awan gefap di sekelilingnya, berarti hujan akan turun. Sedangkan jika ada lingkaran putih (halo) yang melingkari bulan menandakan tidak ada ketentuan cuaca pada malam itu.

6. B I N A T A N G
Keadaan atau perubahan cuaca, juga bisa kita amati dari tingkah laku binatang.
Jika kita perhatikan, naluri binatang yang berhubungan dengan cuaca akan membuat kita tercengang dan semakin menunjukkan pada kita betapa besar karya Tuhan Yang Maha Esa yang mengatur mahluk hidup dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Tanda-tanda cuaca yang berhubungan dengan binatang antara lain:

1. Laba-Laba
Labah-labah akan bersembunyi bila cuaca akan buruk dan rajin mengerjakan sarangnya apabila cuaca baik

2. Semut
Semut akan tetap berada dalam liangnya bila cuaca akan buruk, tetapi mereka akan keluar dari liangnya dan berjalan mondar-mandir bila cuaca akan tetap baik.

3. Lebah/Tawon
Pada cuaca baik, lebah/tawon akan berterbangan jauh dari sarangnya. Hal ini bisa kita perhatikan dengan melihat kosong atau tidaknya sarang lebah.

4. Lalat
Apabila akan turun hujan, lalat akan tetap hinggap di tembok/ dinding, sedangkan pada cuaca cerah lalat akan berterbangan kian kemari.

5. Nyamuk
Nyamuk apabila di pagi hari mengganggu atau menggigit kita, menandakan akan turunnya hujan. Sedangkan jika pada waktu matahari terbenam/magrib, nyamuk berterbangan kesana kemari dan secara berkelompok menadakan cuaca cerah/baik. Tetapi jika selalu berterbangan di tempat yang gelap di dalam bayang-bayang, bertanda cuaca akan buruk/datang hujan.

6. Cacing
Apabila cacing pada malam hari menimbun tanah berbutir-butir di kebun, berarti akan datang hujan. Tetapi bila cacing keluar dari liangnya menandakan hujan akan turun lama.

7. Lintah
Untuk mengetahui suatu keadaan cuaca dengan menggunakan lintah, kita dapat buat Barometer dari seekor lintah yang diletakan di dalam gelas berisi air.
Jika Lintah melekat pada gelas di atas permukaan air maka bertanda cuaca akan tetap baik. Sedangkan bila !intah terus berdiam di dasar gelas, menandakan cuaca akan buruk dalam waktu yang lama. Tapi jika Lintah melekat erat-erat di gelas sedangkan ekornya digerak-gerakan sekeras-kerasnya, maka akan datang badai topan.

8. Siput
Pada cuaca yang baik, Siput akan merayap dengan tenang, sedangkan bila cuaca buruk Siput akan merayap dengan cepat.

9. Ikan
Ikan akan melompat-lompat di atas permukaan air jika cuaca akan buruk / hujan.

10. Katak
Katak/kodok akan berdiam di dalam air bila cuaca akan buruk, tetapi bila cuaca akan baik Katak akan duduk-duduk di tepi kolam Sedangkan jika pada malam hari di musim kemarau dimana cuacanya baik tetapi katak tidak menyanyi, menandakan akan datangnya cuaca buruk.

11. Ayam
Ayam akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan menandakan hujan tidak akan berlangsung lama, sedangkan jika berteduh hujan akan berlangsung lama. Jika ayam selalu mencakar­cakar tanah berarti hujan akan datang.

12. Bebek/Angsa
Bebek/Angsa akan nampak tidak tenang dan selalu menggigit bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.

13. Burung Kepinis
Burung Kepinis akan terbang tinggi sekali jika cuaca akan baik, karena serangga makanannya juga terbang tinggi. Tetapi bila terbangnya rendah menandakan cuaca akan buruk.
Pada pagi hari dengan cuaca buruk, Burung Kepinis akan tinggal diam dalam sarangnya.

14. Kambing
Apabila kita mencium bau badan kambing dari jarak yang lebih jauh dari biasanya, menandakan akan turun hujan.

15. Kelelawar
Kelelawar akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada malam hari tetapi bila berdiam di dalam goa maka cuaca akan buruk.

16. Asap
Apabila asap api naik dengan tegak lurus dan tinggi sekali maka cuaca akan tetap baik. Tetapi apabila asap naiknya mendatar dengan tanah rendah cuaca akan buruk.

17. Burung Gagak
Jika hujan akan turun, burung Gagak akan terbang berputar-putar di atas sarangnya.

Tanda-tanda lain jika cuaca akan buruk:
1. Kucing akan duduk membelakangi api, sambil mengusap-ngusap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
2. Bila Anjing menggali tanah atau menyembunyikan tulang.
3. Burung-burung membasahi bulu-bulunya dengan paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang menuju daratan.

Tips Menentukan Jumlah Air Saat Pendakian




Air adalah salah satu barang terberat dalam ransel kita, namun juga merupakan salah satu yang terpenting yang harus kita bawa dengan jumlah tepat saat pendakian dilakukan. Bahaya kekurangan air atau dehidrasi akan sangat mengganggu kelancaran pendakian yang anda lakukan.

Membawa air terlalu sedikit akan menyebabkan dehidrasi yang membuat anda pusing, kurang bertenaga, dan mudah marah. Terlalu banyak air akan menambah beban yang mesti anda pikul sepanjang perjalanan. Maka dari itu, penting untuk menentukan jumlah air yang cukup untuk anda bawa selama pendakian berlangsung. Kami akan memberikan beberapa tips untuk menentukan jumlah air yang harus dibawa saat pendakian.

Perhatikan Jumlah Anggota.

Saat mendaki sendiri atau solo, akan lebih mudah menentukan jumlah air yang mesti anda bawa selama pendakian, karena anda pasti tahu sebanyak apa biasanya air yang anda butuhkan selama pendakian. Lain halnya jika mendaki secara grup, setiap anggota grup anda pastinya memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda. Biasanya setiap orang membutuhkan 2-3 liter air, kalikan saja dengan jumlah anggota anda, kemudian tambah juga dengan kebutuhan memasak dan sebagai cadangan.

Perhatikan Waktu Perjalanan dan Cuaca.

Panjang waktu perjalanan yang anda lakukan adalah salah satu faktor utama untuk menentukan jumlah air yang perlu anda bawa. Untuk waktu perjalanan yang pendek, anda bisa mengurangi jumlah air yang anda bawa. Namun jika waktu perjalanan panjang sampai berhari-hari, anda perlu menambah cadangan persediaan air anda. Cuaca juga perlu diperhatikan, jika mendaki di medan terbuka saat cuaca sangat panas, tubuh anda membutuhkan lebih banyak cairan guna menghindari dehidrasi.

Ketahui Sumber Air yang Ada.

Hal yang satu ini juga tak kalah pentingnya. Bagaimana rasanya jika anda telah berlelah-lelah membawa persediaan air untuk seluruh perjalanan anda, namun ternyata anda menemukan sumber air lainnya sebelum anda sampai di puncak, anda pasti kesal. Untuk mengantisipasi hal itu, pelajari gunung yang anda daki, tanyakan pada pendaki lain yang lebih berpengalaman mengenai sumber air di gunung yang anda daki. Setelah mengetahui semua sumber air yang ada, anda akan lebih nyaman dalam menentukan jumlah air yang harus dibawa.

Sumber : Disini 

TIPS BERJALAN DI GUNUNG




Mendaki gunung sama saja dengan olah raga berjalan, yang berperan penting dalam kegiatan ini adalah salah satunya kaki. Setiap orang yang punya kaki dan kakinya tidak lumpuh pasti bisa berjalan. Berjalan di gunung tentu tidak sama seperti berjalan di trotoar atau di lantai sebuah gedung. Berjalan di gunung kita harus berjalan dengan beban (ransel) di punggung, melintas lembah, memanjat tebing, menuruni ceruk ceruk yang dalam, atau meniti punggung bukit yang tipis. Seperti pejalan kaki lainnya, kita harus berjalan dalam irama yang tetap dan dengan nafas yang seirama dengan langkah kaki. Dengan kata lain tidak kaku seperti robot. Tidak juga harus seperti penari, berjalan di gunungpun punya seni tersendiri. Yang terpenting saat kita berjalan di gunung adalah seberapa besar kemampuan fisik, mental dan kesehatan kita.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam berjalan di gunung :

  • Berjalan dengan langkah langkah kecil, jangan memaksa berjalan dengan langkah terlalu lebar. Dengan langkah langkah kecil gerakan nafas kita akan lebih teratur dan ini salah satu cara yang baik untuk menghemat tenaga.
  • Bagi pendaki yang berpengalaman berjalan 1 samapi 2 jam tidak istirahat adalah hal yang biasa, namun tentu saja hal ini sangat di butuhkan stamina , kekuatan, mental dan fisik dari hasil latihan yang berpengalaman. Namun pada dasarnya berjalan kurang lebih satu jam dengan istirahat sepuluh menit adalah normal.
  • Pada saat istirahat usahakan duduk dengan posisi kaki selonjor lurus dan sedikit di atas badan, hal ini berguna untuk mengembalikan peredaran darah agar bisa mengalir normal, karena saat berjalan darah telah turun dan berpusat di kaki.
  • Teguk sedikit minuman dan makanlah beberapa makanan kecil.
  • Usahakan agar tidak beristirahat di tempat yang berangin, karena udara dingin dapat mengerutkan otot yang sedang beristirahat.
  • Banyak orang awam mengira, dengan meneguk minuman keras cara terbaik menghangatkan badan, cara seperti ini salah sekali karena minuman keras menyebabkan pembuluh darah kulit mengembang, sehingga udara dingin mendapat peluang besar masuk ke dalam tubuh. Lagi pula minuman keras dapat menyebabkan mabuk.
  • Jangan terlalu lama beristirahat karena otot otot yang sudah panas dan kencang nanti mengendur dan membutuhkan pemanasan kembali. Jika anda merasakan perlu istirahat lebih lama dari biasanya ini merupakan bukti bahwa anda berjalan terlalu cepat.
  • Pilihlah lokasi istirahat yang baik, lokasi yang tinggi dan terbuka. Secara psikologis lebih menguntungkan dari tempat ini akan tampak pemandangan yang indah dan nikmatilah untuk mengurangi perasaan lelah setelah lama berjalan.
  • Makanlah sedikit garam karena hal ini dapat menghindarkan dari keram. Karena saat kita berjalan mengeluarkan banyak keringat dan hal ini memungkinkan hilangnya garam dari tubuh.
  • Saat kita berjalan perhatikanlah dengan betul medan yang akan kita lalui. Pada medan yang becek atau basah karena air hujan akan licin dan mengakibatkan kita terpeleset apabila tidak hati hati saat melangkah. Di daerah kerikil dan berbatu di sarankan untuk tidak ceroboh saat melewati balan yang licin seperti di daerah sungai. Kalau bisa melompat boleh saja berpijak dari batu satu ke batu yang lainnya, namun hal ini memerlukan kecepatan gerak kaki dan keseimbangan tubuh, karena bisa juga batu yang kita pijak sudah bergulir saat kita mau beralih ke batu yang lainnya. Bila kita terlalu kelelahan sebaiknya menaiki satu persatu batu tersebut dan memeriksa terlebih dahulu. Cara ini akan lebih aman agar batu yang kita pijak tidak tergulir.
  • Medan yang berpasir lebih sulit dari medan tanah keras karena setiap kali kita melangkah maka kaki akan melorot setengak sampai satu langkah. Bila kita menjadi orang kedua kita bisa memakai jalur yang di pakai orang di depan kita tadi, karena jejak tadi sudah sedikit padat dan hal ini bisa menghemat tenaga.
  • Pohon pohon,akar atau ranting yang berada di pinggir tebing dan jalur pendakian tidak sepenuhnya dapat menahan tubuh kita saat kita mengunakannya untuk menopang tumpuan pada tubuh kita, karena pohon pohon itu mungkin saja sudah lapuk dan banyak yang tidak kokoh untuk kita jadikan pegangan sebagai tumpuan (menahan) tubuh kita. Yang perlu di perhatikan adalah jika kita tidak yakin dengan pohon pohon tadi maka jadikanlah sebatas keseimbangan tubuh saja dan jangan di jadikan pohon pohon untuk menahan badan. Hal ini akan mudah mengontrol keselamatan kita dari terjatuh.
  • Jangan memotong lintasan yang sudah ada, jalan di gunung memang berkelok kelok tetapi lintasan ini biasanya mengikuti kontur alam sehingga menjadi tidak curam atau terjal.
  • Ikutilah lintasan lintasan yang sudah ada dengan seksama. Hafalkan ciri ciri khas pada setiap lintasan ini akan berguna bila kita kehilangan arah dalam perjalanan.
  • Pada medan yang curam sekali berjalanlah secar zig zag ini dapat membantu dalam mengatur nafas dan irama langkah kaki.
  • Medan yang berhutan lebat sering kali menghilangkan lintasan lintasan yang sudah ada. Kalu terpaksa harus membuka jalan mulailah dengan hati hati sekali. Pastikan dahulu posisi kita di peta lalu tetapkanlah lintasan yang akan di ambil. Gunakan golok atau parang untuk menebas pohon atau ilalang yang menghalangi, lakukan tebasan sedikit mungkin. Kalau dapat di sibak dengan tangan atau doronglah dengan badan kenapa harus di tebas ? Dan yang pasti cara ini lebih menghemat tenaga. Jika keluar dari lintasan yang sudah ada berjalanlah pada punggung gunung. Hindari jalan jalan di ceruk ceruk atau mengikuti sungai sungai di bawah punggung gunung. Sungai nampaknya menunjukkan arah yang mudah di lalui untuk ke bawah, namun mengikutinya berbahaya sekali. Sungai di gunung sering kali berupa tebing tebing curam dan membentuk air terjun sehingga sulit di turuni tanpa alat alat khusus (tertentu).
  • Apabila kita melihat beberapa jalan setapak pada suatu lintasan putuskanlah segera untuk mengikuti jalan yang jelas kelihatan.
  • Berhati hatilah berjalan yang melewati daerah kawah karena tidak jarang di jumpai gas baracun. Akan lebih aman jika kita memakai masker pelindung.

Mendaki gunung adalah kegiatan fisik yang berat karena itulah kebugaran dan kesehatan fisik adalah hal yang sangat penting. Daya tahan (endurance) sangatlah diperlukan karena di butuhkan perjalanan berjam jam bahkan sampai hitungan hari untuk bisa sampai ke puncak dengan sukses. Berolahraga sangat membantu dalam mempertahankan endurance, namun bila kita tidak sempat berolah raga secara rutin sebaiknya kita melakukan jogging dua atau tiga kali dalam satu minggu, hal ini kita lakukan minimal dua minggu sebelum melaksanakan perjalanan pendakian gunung.

Dengan cara mudah dan sederhana yaitu melakukan jogging tanpa memaksa diri, misalnya dengan lari lari santai dengan waktu kurang lebih 30 menit. Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan hari berikutnya. Jika kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan bersepeda atau berenang. Beberapa kegiatan olahraga ini sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max).

Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot. Pendaki muda (pemula) dengan semangatnya kerap kali ingin segera mencapai puncak, apalagi jika pendakian itu dilakukan berkelompok akan menimbulkan persaingan untuk berjalan paling cepat untuk di depan dan menjadi orang pertama menginjak puncak. Hal ini sekiranya tidaklah perlu di lakukan agar dalam pendakian kita dapat saling bekerja sama dan saling membantu (teamwork).

Sumber : Disini 

Selasa, 19 Januari 2016

Camcer di Pulau perak (Part 2)

Setelah puas foto-foto cantik n keceh, kamipun segera berangkat ke Pulau Perak. Sesampainya di Pulau Perak, kamipun dikejutkan dengan keramaian pulau yang bikin sedikit ilfeel. Sempat terlintas untuk pindah ke pulau lain, tapi untungnya wawan dan roni menemukan spot camping yang lumayan sepi. Segera kita mendirikan tenda sebelum gelap menyapa. Ohya sebelumnya kita dapat 4 ekor ikan dari nelayan, lumayanlah buat lauk makan malam. Tenda sudah berdiri, dan kamipun bergantian untuk membersihkan diri, masak dan istirahat. Temanku si Nita, dia sangat syok dengan kamar mandi yang ada di pulau. Namun the power of kepepet, akhirnya dia pun ikut mandi minimalis di tempat yang sangat amat minimalis. Hahahhaha kamu pikniknya kurang jauh nit,, :D
Senja di Pulau Perak

Mandi sudah, dan waktunya makan pun datang. Makan malam kita adalah nasi + sayur ala mak’e yang maknyus + ikan bakar. Beuuuuh nikmaat,,,,, Bahagia itu sederhana. Hehehhehe
Setelah makan malam, kita pun pergi ke aktivitas masing-masing. Ada yang istirahat tapi ada pula yang main kartu dan akupun ikut ke grup main kartu. Hahahhaha. Permainan dimulai dengan bermain UNO. Wawan yang masih lupa-lupa ingat cara mainnya pun jadi sering kalah. Malam makin larut tapi kita masih lanjut main kartu Remi. Berawal dari main kartu yang disembunyiin dimana di permainan ini kita dilatih untuk berakting hingga permainan kartu yang teplek2an (aku lupa nama permainan ala ilmiahnya, hehehe). Saat semua sudah puas tertawa dan pernah kalah, akhirnya kita menghentikan permainan yang semakin brutal ini. Karena sudah mengantuk, kamipun memutuskan untuk tidur. Aku, Tuty dan Icha dengan penuh gaya tidur di luar, tapi pas dateng angin kitapun ga kuat dan memutuskan untuk pindah ke dalam tenda. Angin saat itu benar2 berhembus dengan kencang menghantam tenda yang suaranya mirip seperti hujan. Tapi tetep aja kita bisa tidur, mungkin efek kecapekkan snorkeling dan main kartu.

Pagipun menjelang, dan anginpun masih kencang. Kamipun mulai menyiapkan sarapan dengan seuasana mencekam efek suara mak’e yang marah2 cantik ke nita dan niko hingga tragedi minyak tumpah ke kaki mak’e. Haduuuuuh kalem mak’e, sabar yaaah,,,, Akhirnya setelah pertempuran di dapur, makanan pun tersedia dengan dengan menu steak nugget plus wortel dan buncis rebus. Hmmm nikmatnyooooo………


Setelah menghabiskan makanan dengan sedikit anarkis, kamipun bersiap-siap untuk membereskan tenda, karena sjam 9 sudah dijemput oleh kapal. Okeeh kita pun berberes dan pas jam 9 kita sudah selesai beres-beres tenda. Setelah foto-foto cantik, kita pun berangkat ke Pulau Harapan. Perjalanan ke Pulau Harapan cukup mendebarkan. Ombak saat itu cukup tinggi dan lumayan terasa hempasannya ke kapal. Situasi ini membuat kami semua terdiam dalam kesiagaan, mewaspadai kalau-kalau nih kapal bakal terbalik efek hempasan ombak yang tinggi. Tapi untunglah semakin dekat ke Pulau Harapan, cuacanya membaik dan ombaknya lebih kalem.


Sampai di Pulau Harapan, Wawan pun langsung memburu tiket kapal dan yang lain pergi ke masjid untuk membersihkan dan mempercantik diri. Hehehhehe. Tepat pukul 12 kita pun mulai antri untuk memasukki kapal. Dan antriannya panjaaaaaaaaaang… dan kita akhirnya Cuma dapat tempat di bawah yang panasnya kayak di sauna. Perjalanan pulang pun terasa sumpek dan panas. Asli ga enak banget. Kayak pengin cepet-cepet nyampe dah. Akhirnya sekita jam 4 sore kita mendarat ke Muara Angke. Alhamdulillah saunanya berakhir. Setelah sholat, kita pun langsung berangkat ke halte busway dengan angkutan ala Muara Angke plus dilanjutkan dengan angkutan (normal) ke halte pluit. Sebentar menunggu, akhirnya busway pun nongol. Kita pun langsung masuk dan mencari posisi nyaman untuk istirahat. Dan di busway ini lah beberapa diantara kamipun berpisah. Dan liburan pun berakhir di kosan icha sebagai markas terakhir. Hehehheheh
Terima kasih teman untuk perjalanan dan pikeniknyaa………….
Rincian Biaya (Muara Angke – Pulau Perak) :


  1.  Tiket PP Muara Angke – Pulau Harapan @55.000                  : Rp 110.000
  2. Sewa Kapal untuk antar jemput                                                : Rp 700.000
  3.  Sewa Alat Snorkling                                                                 : Rp 35.000
  4. 4 Logistik makanan @50.000                                                    : RP 50.000

Jadi kalau dihitung per orang menghabiskan biaya 250.000-300.000

Biaya itu diluar biaya transport ke Muara Angke ya…….

Camcer di Pulau Perak (Part 1)


Rencana piknik kali ini sebenarnya sudah direncanakan dari sebelum bulan Desember. Awalnya aku kira agenda ini tidak akan di eksekusi akibat kesibukkan masing-masing. Tetapi ternyata 2 minggu sebelum hari H, agenda ini dieksekusi juga. Yups pikenik awal taun…

Untuk taun ini kami berencana untuk pergi ke Pulau Perak. Setelah tahun kemarin kita juga piknik awal taun di Pulau Semak Daun Kep.Seribu. Seperti taun sebelumnya, ketuplak untuk acara piknik dipegang oleh Bung Roni yang berduet dengan Wawan. Acara piknik taun ini diikuti oleh 11 orang, yaitu aku, Kohbi, Tuty, Wawan, Inna, Roni, Icha, Niko, Mak’e, Gilih dan Nita. Sebagai tempat meeting point seperti biasa di kosan Icha yang ada di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Aku dan Kohbi yang berangkat dari Bandung otomatis capcus dari rumah lebih awal. Tapi kita ga berangkat bareng, soalnya Kohbi harus ke BSD dulu untuk menjemput cemewewnya, Tuty.
Tanggal 31 Desember 2015, kami semua pun sudah berkumpsul di kosan Icha sambal menyiapkan logistic dan peralatan piknik. Maklum kita mau camping, jadi logistic kudu disiapin dari awal. Hehehhe
Setelah selesai menyiapkan logistic, akhirnya kita tidur dengan ditemani suara kembang api taun baru yang bikin telinga sakit. Dengan dipaksa2kan, akhirnya kamipun tertidur dengan (semoga) nyenyak. Heheheh…

Jam 3 kita sudah bangun, soalnya para ladies mau antri mandi di kosan icha yang Cuma ada 1 kamar mandi. Seteleh semuanya mandi dan sholat subuh, akhirnya kamipun berangkat ke Muara Angke sekitar jam 5. Jam 6.30 kita sampai di Muara Angke dan ternyata rameee banget. Mungkin efek libur panjang jd banyak yang mau piknik ke pulau. Hehehhehe… Akhirnya Wawan pun antri tiket kapal dan harganya 55000 per orang. Tak mau berdesak-desakkan untuk masuk ke kapal, akhirnya kita pun langsung masuk ke kapal setelah tiket sudah di tangan dan memilih tempat yang nyaman untuk perjalanan di kapal yang diperkirakan akan menghabiskan waktu 4 jam. Berhubung semalam kurang tidur, maka sebelum kapal berangkat pun saya sudah pelor setelah minum antimo sebagai obat tidurnya. Terbangun sekitar jam 10an saat kapal sudah mulai dekat dengan Pulau Harapan. Sekitar jam 11 akhirnya kapal pun merapat di Pulau Harapan.

Setelah mendarat di Pulau Harapan, kamipun segera mencari masjid untuk berganti pakaian dan sholat Jumat. Sekitar jam 1 baru kita berangkat ke tempat snorkeling dan  Pulau Perak. Perjalanan ke tempat snorkeling ternyata tidak lama, sekitar 1 jam akhirnya kita sampai di area snorkeling. Akupun awalnya ragu untuk ikut snorkeling mengingat taun kemarin aku ga bisa menikmati snorkeling karena ga bisa berenang dan Cuma ngrepotin temen buat dijadiin pegangan waktu di air. Namun melihat asiknya teman-teman yang snorkeling, akhirnya akupun memberanikan diri untuk ikutan nyemplung dengan pengawalan dari Wawan dan Niko. Akupun dibawa ke tempat untuk foto-foto underwater. Bapak sopir kapal pun membantuku untuk berani nyelam buat difoto. Akhirnya setelah disilep2in selama 4x, akupun dapet foto yang keceh. Meskipun tetep kudu pegangan karang, dan kata temenku nih foto mirip alien. -____-. Dan setelah itu akhirnya aku berani snorkeling tanpa pengawalan dan bisa berenang untuk pindah tempat. 
Alien yang berhasil nyelem walaupun masih pegangan karang

abaikan tanggal di foto,, itu salah setting


Setelah puas main-main sekitar 1 jam, akhirnya kamipun balik ke kapal untuk menuju destinasi snorkeling selanjutnya.  Disini aku pun tanpa piker panjang, langsung aja nyemplung dan menikmati pemandangan underwater. Ceritanya udah ga takut lagi gituu… hahahhaha. Puas bersnokling, kita pun dibawa oleh pemilik kapal ke Pulau Gosong. Menurutku pulau Gosong ini semacam pulau yang hanya muncul saat air disekitarnya surut. Pasirnya pun putih sekali. Dan itu sungguh memaksa kami untuk foto-foto macam anak alay. Hehehehe


Yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Tas Gunung



- Ringan
Ransel sebisa mungkin tidak merupakan beban tambahan yang berlebihan, terbuat dari bahan yang tahan air (water proof) sehingga kalau hujan tidak akan bertambah berat, dan cukup melindungi isinya (walaupun tetap harus diberikan perlindungan ekstra dengan menggunakan kantung plastik terutama untuk perlengkapan yang peka; pakaian tidur, alat rulis, makanan kering, dan lain-lain).

- Kuat
harus mampu membawa beban dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah robek, jahitannya tidak mudah lepas. retsleting tidak mudah rusak.

- Sesuai dengan Kebutuhan dan Keadaan Medan
Ransel yang dipakai haruslah sesuai dengan keadaan medan yang dihadapi. Untuk medan gunung hutan, tidak dianjurkan untuk memakai ransel dengan rangka luar (external frame). Ini akan menyulitkan pergerakan jika melewati semak. Ransel jenis tersebut cocok digunakan pada medan datar, terbuka (salju, padang rumput, pantai).

-Nyaman Dipakai
Dianjurkan agar memakai ransel yang mempunyai rangka. Rangka ini perlu agar berat beban merata dan seimbang ke seluruh tubuh. Rangka ini juga membuat kenyamanan karena adanya ventilasi antara tubuh/punggung dengan ransel. Bagi ransel dengan rangka di dalam (internal frame) mungkin perlu ditambah dengan bahan yang menyerap keringat pada bagian yang bersentuhan dengan punggung.

- Praktis
Kantung-kantung tambahan serta pembagian ruangan akan memudahkan mengambil barang-barang tertentu.

Sumber: Diktat Wanadri Panduan Dasar Kegiatan Di Alam Bebas.

Tips Memilih Sepatu Gunung

Sebelum kita memutuskan untuk membeli sepatu baru ada baiknya kita memperhatikan tips-tips di bawah ini.


1. Pertimbangkan dengan jenis perjalanan yang akan kita lakukan. Mulai dengan mencari sepatu boot atau sepatu trekking yang tepat dengan melihat kategori / karakter medan yang paling cocok dengan rencana perjalanan kita.

Secara umum sepatu outdoor bisa dibagi dalam 3 kategori dasar, yaitu :

a. Sepatu untuk pendakian ringan.

Sepatu ini di desain untuk perjalanan sangat pendek seperti pendakian sehari atau aktivitas semalam saja. Sepatu tersebut menitik beratkan pada tingkat kenyamanan seperti penggunaan bantalan pelindung,dan bahan yang breathable (mempunyai kemampuan bernafas-mengeluarkan uap panas dari dalam sepatu).

b. Sepatu untuk pendakian sedang.

Sepatu ini didesain untuk aktivitas pendakian dengan beban pendaki yang ringan sampai cukup.Sepatu ini lebih tangguh dan bisa menyangga / menahan beban yang dipikul dari pada sepatu ringan, sepatu ini cocok untuk perjalanan yang pendek sampai sedang pada medan yang mudah sampai cukup berat.

c. Sepatu untuk pendakian berat / sepatu khusus mountaineering.

Sepatu boot ini didesain untuk di medan berat dan dengan beban pendaki yang sedang sampai berat. Bentuknya tinggi, bisa menyangga kaki,dan bisa melindungi kaki dan pergelangan kaki. Sepatu ini didesain bagi aktivitas berhari-hari / berminggu-minggu. Sepatu ini sangat tangguh dan kaku bahkan beberapa diantaranya cocok untuk penggunaan crampon (untuk sepatu salju atau es), sehingga sepetu ini sangat melindungi dan menunjang untuk aktivitas mountaineering.

2. Pertimbangkan Masalah Bahan.

Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan sepatu bIoot atau tIrekking akan berpengaruh terhadap berat, kemampuan bernafas / breathability-nya, kekuatannya serta ketahanannya terhadap air. Berdasarkan bahan yang dipakainya, sepatu boot dibagi atas :

a. Sepatu dengan Bahan Nylon Mesh dan Potongan Kulit.

Kelebihan sepatu jenis ini yaitu ringan sehingga bisa mengurangi beban, cenderung empuk di kaki, cepat dalam membukanya, harganya relatif lebih murah dan bisa bernafas (breathable), menjadikannya cocok dipakai pada cuaca hangat sampai sedang, cepat kering di kala basah dan cocok untuk perjalanan / pendakian pendek sampai sedang. Tapi mempunyai kelemahan, diantaranya kurang stabil pada medan yang miring, kurang tahan lama serta kebanyakan kurang tahan air dibandingkan sepatu boot dengan bahan full kulit (kecuali yang menggunakan lapisan waterproof).

b. Sepatu Kulit.

Sepatu ini benar-benar tahan air, tangguh dan lebih supportive dibanding sepatu campuran bahan kulit dan nylon. Sepatu ini biasanya digunakan untuk perjalanan panjang / lama, beban pendaki berat dan medan pendakian yang sulit / keras, dan paling penting tahan lama. Tapi sepatu boot in tidak se-ringan dan se-breathable campuran kulit / nylon, serta memerlukan waktu untuk membuka dan memasangnya.

c. Sepatu Plastik.

Sepatu ini dipergunakan untuk medan es atau salju, dipakai untuk kegiatan pendakian / ekspedisi ke gunung-gunung bersalju atau es. Bentuknya sangat kaku / rigid, sangat layak untuk penggunaan crampon (alas bergerigi yang dipasang di sepatu), terdiri dari dua lapis yaitu lapisan dalam sebagai penghangat dan bagian luar sebagai pelindung,Seiring perkembangan teknologi, beberapa sepatu boot baik dari bahan campuran kulit / kain atau full kulit sekarang banyak yang tahan terhadap air sehingga kaki tetap kering saat hujan turun, ini terjadi berkat penggunaan / perlakuan lapisan tahan air seperti Gore-tex, Sympatex Dry-tex, Outdry, dll. Perlakuan ini diaplikasikan pada kebanyakan material sepatu boot untuk mempertinggi tingkat ketahanan airnya.

Walau demikian lapisan ini bukan merupakan obat mujarab bagi sepatu boot, karena umurnya tidak tahan lama dan perlakuan ini berpengaruh terhadap harga serta bisa membuat kaki menjadi tidak nyaman jika dipakai di udara panas. Tingkat ketahanan air ini tergantung dari jenis bahan yang digunakan, bahan-bahan pelindungnya, seberapa sering dipakainya dan sebaik apa perawatannya. Jika perawatannya benar maka lapisan tahan airnya bisa bertahan lebih lama dari pada umur sepatu itu sendiri. Oleh sebab itu pastikan selalu mengikuti aturan
perawatan yang biasanya terdapat pada setiap kemasan sepatu, sehingga sepatu kita bisa tahan lama dan berfungsi dengan baik.

3. Pertimbangkan Cara Pembuatannya.

Secara umum sepatu boot dibuat dengan cara mekanisasi / pabrikasi dan manual / hand made. Teknik pembuatannya dilakukan dengan cara dijahit dan direkatkan (di-lem atau di-press). Sepatu yang dibuat dengan teknik penjahitan performanya tangguh dan bisa diandalkan, jika telah usang / rusak solnya bisa diganti. Dengan teknik ini sepatu yang dihasilkan akan berbeda dalam
hal kekuatan dan kekakuan masing-masing produsen mempunyai kiat-kiat khusus, seperti gaya Norwegia, gaya Italy, dsb. Sedangkan sepatu yang dibuat dengan proses perekatan / pengeleman, biasanya pembuatannya lebih cepat, hasilnya lebih tangguh, umumnya lebih murah.

4. Pertimbangkan Saat Mencobanya.

Setelah kita memilih berbagai ukuran dan modelnya, cara terbaik untuk memutuskan mana yang akan kita pilih adalah dengan mencoba sepatu tersebut. Saat mencoba sepatu, jangan mengandalkan ukuran sol sepatu yang umum atau berpatokan pada nomor yang biasa kita pakai. Sebab sepatu no. 8 buatan pabrik / merk yang satu mungkin berbeda dan memang biasanya berbeda dibandingkan buatan pabrik/merk yang lain. Jadi yang terbaik adalah mencobanya.


(Rudy Firdaus - Eiger Adventure Training & Education, dari berbagai sumber)

TIPS MEMILIH TAS CARRIER BAGI PENDAKI PEREMPUAN



Kegiatan hiking atau mendaki gunung sekarang ini tidak hanya digemari oleh kaum adam atau para lelaki, akan tetapi kaum hawa juga tidak segan melakukan olahraga yang terbilang ekstrim ini. Selain berolahraga, sensai yang ditawarkan saat mendaki gunung ternyata mampu menghipnotis para wanita untuk menjejakan kakinya di puncak gunung.


Tentu dengan dibutuhkan persiapan ekstra bagi para wanita jika ingin melakukan pendakian, salah satunya adalah pemilihan tas. Tas Carrier atau tas punggung adalah salah satu alat yang penting bagi para penggiat alam bebas maupun bagi para traveller. Dan kegunaan tas tersebut bagi wanita sangatlah menunjang dalam berkegiatan tersebut. Karena biasanya para wanita membawa berbagai macam barang seperti kosmetik, dompet dan banyak barang lain.

Namun saat memilih tas carrier bagi wanita yang digunakan untuk berpergian, khususnya untuk berlibur ala backpacker sebaiknya ikuti beberapa tips memilih tas carrier wanita berikut tips dan saran yang dilansir dari Belantara Indonesia agar Anda dapat menemukan tas carrier yang tepat dan nyaman.

Pastikan Memiliki Fitur Waterproof.


Anda tidak akan pernah tahu kondisi cuaca yang sewaktu - waktu berubah menjadi hujan. Untuk lebih amannya, pilihlah tas dengan bahan waterproof ( anti air ). Jadi Anda tidak perlu takut baju atau barang didalam tas ransel basah terkena air hujan. Selain anti air, pastikan bahan pembuatnya juga cepat kering sehingga tas tidak akan bau apak.

Memiliki Internal Frame.
Di keril / carrier bag, biasanya terdapat besi yang dapat menahan postur tubuh, dan sangat bagus sebagai penopang badan kita saat membawa barang berat.

Memiliki Sabuk Pinggul Yang Rendah.

Memiliki sabuk pinggul yang rendah, sehingga pinggul dapat membantu punggung menopang berat ransel, sementara strap di dada lebih tinggi sehingga tidak menindih payudara dan strap bahu terletak berdekatan, berhubung ukuran bahu wanita tidak selebar pria.

Mempunyai Resleting Yang Tersembunyi.

Carilah tas ransel yang memiliki resleting tersembunyi di dalamnya atau kantung - kantung yang dekat dengan bagian tubuh Anda. Hal ini untuk mencegah hilangnya barang atau dokumen penting selama perjalanan dari tangan copet. Untuk resleting yang diluar usahakan mencari yang dapat dikunci sehingga menambah keamanan barang bawaan Anda atau orang - orang yang ingin memasukkan sesuatu ke dalam tas ransel Anda.

Pertimbangkan Isi Tas.

Pilih ukuran dan gaya tas ransel sesuai dengan barang yang akan Anda bawa. Pilih model ransel besar atau yang dapat diperbesar jika Anda akan memasukkan sepatu atau peralatan berkemah. Atau pilihlah tas ransel yang berbentuk ramping dengan banyak kantong internal yang berlapis jika akan membawa buku panduan, laptop atau peralatan untuk kamera.

Cobalah Terlebih Dahulu.

Cobalah beberapa model tas punggung yang sesuai kebutuhan dan bentuk tubuh Anda. Pastikan tas dan tali dapat diatur sesuai dengan berat dan tinggi tubuh, selain itu utamakan kenyamanan. Carilah tali ransel dengan bahan non-slip sehingga dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Cobalah tas carrier dengan memasukkan beban dan berjalanlah keliling toko. Tas ransel yang bagus akan membagi beban tersebar di seputar pinggul dan bahu tidak merasakan bebean tersebut sehingga beban terasa relatif ringan.

Pada dasarnya, perempuan mempunyai punggung yang lebih pendek dibanding laki - laki. Pinggul perempuan juga mempunyai bentuk yang berbeda dengan laki - laki. Tak hanya itu, di bagian dada pun mempunyai bentuk yang berbeda sehingga membutuhkan rancangan dan konstruksi yang berbeda.

Ransel khusus untuk perempuan pada punggung bagian bawah biasanya mempunyai kecenderungan untuk menjauh di bagian pinggul untuk menghindari kontak, sehingga konstruksi tali pinggul harus betul - betul nyaman. Sedang pada bantalan bahu titik awalnya lebih dekat dibanding ransel laki - laki dan bentuknya juga lebih melengkung disesuaikan dengan bentuk umum dada seorang perempuan



Sumber : Disini

Penduan Shalat Ketika Naik Gunung & Travelling

Bagi seorang muslim, shalat adalah hal yang wajib dilakukan, di manapun berada dan dalam kondisi apapun. Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Ketika melakukan perjalanan seperti mendaki gunung, merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia, apa lagi pada jaman modern ini. Perjalanan selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu kita, entah itu banyak atau sedikit. Meski dengan berkembangnya teknologi transportasi, jarak tempuh perjalanan tidak selalu berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, karena ada faktor lain yang sangat menentukan, yaitu alat transportasi yang dipergunakan serta kondisi di perjalanan.
shalat1
Untuk itu, Islam memberi solusi dengan memberikan aturan-aturan yang sangat mempermudah bagi para musafir atau traveller dalam hal ini pendaki gunung. Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.


1. Shalat di Kendaraan

Ketika sedang berada di perjalanan, katakanlah menuju lokasi pendakian membutuhkan perjalanan sehari semalam. Otomatis selama perjalanan kita akan melewati beberapa kali waktu shalat. Nah, ada beberapa cara melakukan shalat dalam perjalanan ketika di dalam pesawat/kereta api/bus.
– Tayammum pengganti Wudhu

Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering.
Tata cara tayammum :
– Membaca basmalah (Bismillahirrahmannirrahim)
– Meletakkan kedua telapak tangan kepada benda atau tempat yang berdebu bersih
– Kedua telapak tangan tersebut dihirup atau ditapukkan kemudian diusapkan ke muka
– Kedua telapak tangan, tangan kiri mengusap punggung telapak tangan kanan, dan sebaliknya tangan mengusap punggung telapak tangan kiri (ada pendapat sampai kedua sikut)
– Urutan dilakukan dengan tertib

shalat2
– Shalat menghadap arah duduk
Jika di atas kendaraan mampu shalat sambil menghadap kiblat maka wajib shalat dengan menghadap kiblat, meskipun sambil duduk. Namun jika tidak memungkinkan menghadap kiblat, bisa shalat dengan menghadap sesuai arah kendaraan.


Sebagian pendapat mengatakan, selain melaksanakan shalat ketika di kendaraan/pesawat untuk menghormati waktu shalat, setiba di tujuan wajib mengulangi (mengqadha) shalatnya.
2. Shalat di Gunung

Ketika dalam pendakian, beberapa kondisi akan terjadi pada diri kita. Misalnya udara dingin, mengejar waktu agar tidak kemalaman tiba di camp, dis-orientasi arah dan persediaan air yang terbatas. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, Islam pun memberikan solusi agar tetap bisa menjalankan shalat.
shalat4
– Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap sebagian kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing-masing wajib dibasuh/diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah. Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah/debu sebagai ganti dari wudhu.


Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan sepatu.  Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu` terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin.
Caranya sama dengan wudhu` biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.
Namun perlu diingat, sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong/robek.
3. Shalat menghadap kiblat

Ketika hari masih terang, kita mudah menentukan arah kiblat. Namun akan menjadi kendala ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut tebal yang menutup cahaya matahari.
Ada beberapa cara menentukan arah kiblat :

– Cara termudah gunakan kompas/GPS
– Lihat kalau ada kuburan, biasanya kalau Islam kuburannya menghadap barat. Di beberapa gunung di Jawa, di puncak gunung terdapat kuburan. Namun terkadang di kawasan tertentu di Jawa, kuburan ada yang menghadap utara-selatan.
– Perhatikan tumbuhan lumut yang banyak terdapat di gunung. Lumut biasa hidup di daerah yang minim mendapatkan cahaya matahari, oleh karena itu kebanyakan lumut akan hidup di daerah yang menghadap ke arah barat.
– Rasi Bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk arah Barat.
Ini adalah rasi paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang itu disebut sabuk orion. Satu garis yang menghubungkan tiga bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.

shalat3
4. Shalat pakai sepatu trekking boleh?
Seorang yang shalat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum shalat, bukan saat sedang shalat. Jadi waktu sedang shalat, sepatunya dalam keadaan terpakai.


5. Shalat Jamak dan Qasar

Shalat fardhu boleh dijamak bila anda dalam keadaan safar/melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjamak shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan shalat isya.
Ada pula yang namanya mengqasar shalat. Cara melaksanakan shalat qasar dengan meringkas jumlah rakaat, misalnya shalat zhuhur, asar dan isya yang tadinya 4 rakaat di qasar/ diringkas menjadi 2 rakaat.

shalat-di-kapal
6. Buang Air Besar
Bagi sebagian pendaki, “setor” buang hajat terkadang menjadi kendala ketika naik gunung. Mungkin karena tidak terbiasa, jadi terpaksa mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk buang hajat. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana ceboknya dengan kondisi air yang terbatas.


Islam memberikan solusi membersihkan bukan dengan air tapi dengan benda-benda padat lainnya seperti batu, kayu dan lain-lainnya seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang lebih banyak menggunakan batu. Yaitu tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air.

Pakai tissue basah boleh? Boleh saja, karena itu akan memudahkan dan bisa membersihkan juga.
7. Mimpi Basah

Jangan senyum-senyum dulu yah. Namanya mimpi basah tidak kenal waktu dan tempat serta tidak bisa dicegah. Bisa saja ketika di gunung, rejeki itu datang tiba-tiba. Bagaimana mandi wajibnya?
Dalam kondisi di gunung dengan udara yang sangat dingin sehingga untuk menyentuh air pun akan ‘mati beku’, maka tayammum bisa menjadi solusi. Karena tayammum itu bukan hanya mengangkat hadats kecil saja tetapi juga sekaligus hadats besar. Jadi tidak perlu mandi basah digunung yang nantinya hanya akan membuat sakit.
Prinsipnya selagi manusia mempunyai kesempatan untuk melakukan shalat dan tidak menjadi darurat, selayaknya manusia tidak malu untuk segera melaksanakan shalat baik laki-laki maupun wanita. Karena malu di sini tidak boleh karena demikian itu berkaitan dengan shalat dan dapat dilaksanakan di mana saja, termasuk di gunung.
Sekali lagi, hal tersebut di atas tidak bermaksud selain untuk memudahkan dan tidak menyulitkan manusia untuk tetap shalat. Demikian pula, meski sering jalan-jalan dan naik gunung jangan lupa melaksakan sholat 5 waktu.
shalat6
“Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ”

-HR. Ahmad-

Sumber : Disini