Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Februari 2016

7 Aplikasi Berguna untuk Traveler, Apa Saja?

Era teknologi seperti sekarang ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh traveler. Saat melakukan aktivitas jalan-jalan, selain perlengkapan pakaian, uang, jaket, topi, tas, dan kamera, kamu juga perlu mempersiapkan aplikasi traveling untuk mempermudah aktivitas kamu.


Berikut kami pilihkan 7 aplikasi yang berguna buat kamu selama liburan :)

1. Peta dan navigasi
Jenis aplikasi pertama yang harus ada di gadget traveler adalah aplikasi peta dan navigasi, alias penunjuk arah. Ada beberapa aplikasi yang bisa traveler coba. Yang paling gampang dan cukup diandalkan adalah Google Maps, atau yang terbaru dan cukup ngetren adalah Waze.

Interface Waze yang cukup menarik membuat traveler bisa dengan mudah mendapat arahan menuju destinasi yang ingin traveler datangi. Selain itu, Waze juga memungkinkan traveler mendapatkan informasi dari pengguna Waze lainnya untuk mengkalkulasi daerah-daerah macet dan menyediakan rute yang paling efisien untuk menuju tempat tujuan.

Dengan aplikasi peta dan navigasi, traveler bisa merancang rencana perjalanan dengan akurat. Ketika sedang traveling, aplikasi ini juga membantu mobilitas traveler.


2. Aplikasi pemesanan
Ada banyak aplikasi pemesanan yang bisa traveler coba, mulai dari Agoda sampai AirBnB, yang berasal dari luar negeri hingga Traveloka dan Tiket.com yang produk dalam negeri. Semuanya punya keunggulan masing-masing. Mulai dari pesan hotel, sampai pesan tiket pesawat.

Aplikasi pemesanan hotel akan sangat membantu traveler dalam rangka merencanakan liburan impian. Apakah ingin liburan 3 hari 2 malam atau bahkan seminggu, semuanya bisa dipesan dari gadget yang berada di genggaman tangan Anda. Dari jauh-jauh hari sebelum liburan, hingga di detik terakhir hendak berangkat pun bisa!


3. Konverter mata uang
Tak kalah penting dengan jenis aplikasi lainnya, aplikasi konverter mata uang juga wajib untuk traveler miliki di gadget pribadi. Saat keluar negeri, aplikasi ini sangat penting agar traveler tidak kena tipu money changer lokal. Misalnya ada aplikasi The Converted yang bisa traveler coba install.

Seringnya karena kurang informasi, traveler diakali oleh pedagang yang curang. Namun setelah ada aplikasi The Converted, hal itu bisa diminimalisasi. Selain mata uang, The Converted juga bisa untuk mengonversi satuan yang tidak lazim seperti feet atau pon, menjadi satuan yang lebih familiar seperti meter atau kilogram.


4. Social media
Inilah aplikasi yang paling populer sejagat raya. Meskipun bukan aplikasi khusus traveling, Facebook, Twitter, hingga baru-baru ini Path, menjadi patokan bagi traveler untuk berburu tiket pesawat murah, diskon hotel, hingga berbagai info menarik lainnya.

Traveler bisa memanfaatkan momen istimewa ini dengan cara menjadi pengikut akun Twitter maskapai penerbangan atau hotel tertentu, guna mendapat info yang update mengenai potongan harga ataupun info menarik lainnya. Layak dicoba!

Aplikasi social media juga membantu traveler memberikan informasi aktivitas kita kepada kerabat dan teman-teman. Saatnya eksis!

5. Pembuatan itinerary
Untuk pengguna iPhone, ada aplikasi Kayak Travel Pro yang bisa dijajal. Aplikasi ini akan menemani saat Anda sedang berpergian. Fiturnya pun terhitung cukup lengkap, ada pencarian hotel, tiket pesawat, rental mobil, hingga mengatur serta mengedit rencana perjalanan alias itenirari, semuanya bisa dilakukan di Kayak.

Selain Kayak, ada pula TripIt, salah satu aplikasi terbaik untuk merencanakan perjalanan. Traveler hanya perlu masukan email atau bukti booking pemesanan, lalu Anda sudah bisa mendapatkan rencana perjalanan yang lengkap yang dirancang TripIt. Aplikasi ini mudah diakses dan itinerary ala TripIt ini pun bisa disebarkan ke keluarga ataupun teman anda. Seru bukan?


6. Packing
Jenis aplikasi terakhir adalah aplikasi yang bisa membantu traveler dalam packing barang. Tak percaya? Coba saja pakai Packing Pro, niscaya kegiatan packing akan jadi lebih mudah dan tidak mendatangkan masalah.

Tugas utama aplikasi ini adalah membantu traveler membuat daftar barang bawaan berdasarkan jumlah orang yang bepergian dan lama waktu bepergian. Aplikasi Packing Pro harus dimiliki bagi traveler yang pelupa karena akan sangat membantu dalam merencanakan liburan.

7. Penyimpanan Data Online
Salah satu yang terkenal adalah Google Drive. Google Drive adalah fasilitas penyimpanan online gratis dari Google, dengan kapasitas cukup besar. Asyiknya, Google Drive ini bisa diakses dari komputer juga smartphone apapun.
Google Drive memiliki fungsi layaknya Dropbox yaitu sinkronisasi data dari PC. Jadi sobat bisa membuat dan berbagi data dan dokumen di google drive tersebut. Selain itu sobat juga bisa mengakses data file dari mana saja di rumah ataupun di kantor dengan terhubung dengan internet pastinya. Ini bisa juga digunakan untuk membackup foto-foto perjalanan.

Sumber : Disini

Tips Memprediksi Cuaca

Rencana bepergian atau liburan bersama teman atau keluarga perlu banyak persiapan. Persiapan yang kurang matang dapat menyebabkan kurang nyaman dalam liburan. Salah satu yang perlu diketahui adalah kondisi cuaca, yang dalam kondisi tertentu bisa membuat acara berantakan bahkan batal.

Oleh karena itu, memperkirakan kondisi cuaca beberapa saat sebelum pergi tentu menjadi langkah yang bijaksana agar rencana bepergian dan berlibur dapat berjalan lancar.
Selain lewat informasi prakiraan cuaca di media massa, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan. Berikut beberapa cara yang cukup efektif dan mudah dilakukan oleh siapa saja.
  1. Cara paling mudah memprediksi cuaca adalah dengan melihat langit. Jika langit dipenuhi awan mendung, sangat mungkin hujan akan segera turun. Sebaliknya, jika langit terlihat cerah, rencana berlibur ke tempat terbuka dapat dijalankan sesuai rencana.
  2. Arah angin bisa menjadi sumber info juga. Jika ada angin lemah dari arah utara atau timur kemungkinan akan terjadi cuaca baik, namun jika datangnya dari arah barat atau barat daya, kemungkinan hujan atau gerimis akan tiba.Bagaimana cara mengetahui arah angin ? Mudah saja, basahi jari telunjuk ke dalam mulut, lalu acungkan jari ke atas menghadap lurus ke Utara, rasakan bagian paling dingin di jari tangan kalian datang dari arah mana karena sisi itulah yang menunjukan arah angin dominan bertiup.
  3. Memperkirakan cuaca dapat juga dilakukan dengan melihat serangga atau burung. Jika binatang-binatang tersebut terbang rendah atau lebih sering berada di daratan, lebih baik bersiap-siap kalau hujan bakal turun. Hal ini bisa terjadi lantaran mereka menghindari angin yang cukup kencang di atas.Lebah juga dapat dijadikan penanda hujan. Jika binatang satu ini terlihat sibuk di kebun atau pekarangan rumah, kita dapat berlega hati, karena cuaca akan cerah. Untuk kura–kura akan mencari dataran yang lebih tinggi jika hujan besar akan datang. Sedangkan semut akan membangun sarang mereka dengan tepian yang curam sebelum hujan datang.
  4. Matahari bisa membantu kita untuk memprediksi cuaca. Apabila ketika terbit memiliki warna merah tua disertai awan gelap maka kemungkinan akan turun hujan. Jika terang dengan cahaya penuh maka kemungkinan cuaca akan cerah. Jika ketika matahari terbenam warnanya kuning cerah dan warna oranye di bawahnya, maka kemungkinan hujan akan turun. Hujan juga mungkin akan turun jika warnanya kuning pucat.
  5. Kondisi bulan bisa dijadikan patokan pula. Jika bulan bersinar sangat terang, itu berarti menandakan cuaca dengan baik alias cerah. Jika banyak awan yang menyelimuti bulan ada kemungkinan hujan akan turun. Kemudian amati pula disekitar sinar bulan itu ada cincin cahaya yang disebut sebagai “halo”. Halo adalah kristal es dan sekaligus bibit air di langit sana. Jika ada cincin cahaya ini maka bisa jadi besok atau lusa akan hujan lebat.
  6. Jika kita berada di dataran tinggi, kabut bisa menjadi salah satu acuan. Jika kabut menggumpal cerah seperti awan maka cuaca mungkin akan baik. Kabut di lembah pada pagi hari, meramalkan cuaca baik. tetapi kabut di gunung menandakan hujan akan datang.
  7. Terakhir, jika hujan akan turun, umumnya hawa akan menjadi lebih lembab. Jika udara berbau seperti pupuk kompos, maka kemungkinan akan hujan. Ada peribahasa mengatakan ‘wangi bunga tercium sesaat sebelum hujan. Nah ternyata benar, bau harum menjadi sangat kuat pada udara lembab.Kalau sudah begini, jangan lupa membawa payung jika harus bepergian.

Tentu saja ini adalah cara-cara umum yang dapat dilakukan. Jika ragu dapat mengecek di badan-badan yang telah ditunjuk lewat situs resmi.
Selamat mencoba belajar memperkirakan cuaca.
Sumber : Disini

Selasa, 19 Januari 2016

Penduan Shalat Ketika Naik Gunung & Travelling

Bagi seorang muslim, shalat adalah hal yang wajib dilakukan, di manapun berada dan dalam kondisi apapun. Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Ketika melakukan perjalanan seperti mendaki gunung, merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia, apa lagi pada jaman modern ini. Perjalanan selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu kita, entah itu banyak atau sedikit. Meski dengan berkembangnya teknologi transportasi, jarak tempuh perjalanan tidak selalu berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, karena ada faktor lain yang sangat menentukan, yaitu alat transportasi yang dipergunakan serta kondisi di perjalanan.
shalat1
Untuk itu, Islam memberi solusi dengan memberikan aturan-aturan yang sangat mempermudah bagi para musafir atau traveller dalam hal ini pendaki gunung. Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.


1. Shalat di Kendaraan

Ketika sedang berada di perjalanan, katakanlah menuju lokasi pendakian membutuhkan perjalanan sehari semalam. Otomatis selama perjalanan kita akan melewati beberapa kali waktu shalat. Nah, ada beberapa cara melakukan shalat dalam perjalanan ketika di dalam pesawat/kereta api/bus.
– Tayammum pengganti Wudhu

Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering.
Tata cara tayammum :
– Membaca basmalah (Bismillahirrahmannirrahim)
– Meletakkan kedua telapak tangan kepada benda atau tempat yang berdebu bersih
– Kedua telapak tangan tersebut dihirup atau ditapukkan kemudian diusapkan ke muka
– Kedua telapak tangan, tangan kiri mengusap punggung telapak tangan kanan, dan sebaliknya tangan mengusap punggung telapak tangan kiri (ada pendapat sampai kedua sikut)
– Urutan dilakukan dengan tertib

shalat2
– Shalat menghadap arah duduk
Jika di atas kendaraan mampu shalat sambil menghadap kiblat maka wajib shalat dengan menghadap kiblat, meskipun sambil duduk. Namun jika tidak memungkinkan menghadap kiblat, bisa shalat dengan menghadap sesuai arah kendaraan.


Sebagian pendapat mengatakan, selain melaksanakan shalat ketika di kendaraan/pesawat untuk menghormati waktu shalat, setiba di tujuan wajib mengulangi (mengqadha) shalatnya.
2. Shalat di Gunung

Ketika dalam pendakian, beberapa kondisi akan terjadi pada diri kita. Misalnya udara dingin, mengejar waktu agar tidak kemalaman tiba di camp, dis-orientasi arah dan persediaan air yang terbatas. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, Islam pun memberikan solusi agar tetap bisa menjalankan shalat.
shalat4
– Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap sebagian kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing-masing wajib dibasuh/diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah. Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah/debu sebagai ganti dari wudhu.


Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan sepatu.  Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu` terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin.
Caranya sama dengan wudhu` biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.
Namun perlu diingat, sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong/robek.
3. Shalat menghadap kiblat

Ketika hari masih terang, kita mudah menentukan arah kiblat. Namun akan menjadi kendala ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut tebal yang menutup cahaya matahari.
Ada beberapa cara menentukan arah kiblat :

– Cara termudah gunakan kompas/GPS
– Lihat kalau ada kuburan, biasanya kalau Islam kuburannya menghadap barat. Di beberapa gunung di Jawa, di puncak gunung terdapat kuburan. Namun terkadang di kawasan tertentu di Jawa, kuburan ada yang menghadap utara-selatan.
– Perhatikan tumbuhan lumut yang banyak terdapat di gunung. Lumut biasa hidup di daerah yang minim mendapatkan cahaya matahari, oleh karena itu kebanyakan lumut akan hidup di daerah yang menghadap ke arah barat.
– Rasi Bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk arah Barat.
Ini adalah rasi paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang itu disebut sabuk orion. Satu garis yang menghubungkan tiga bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.

shalat3
4. Shalat pakai sepatu trekking boleh?
Seorang yang shalat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum shalat, bukan saat sedang shalat. Jadi waktu sedang shalat, sepatunya dalam keadaan terpakai.


5. Shalat Jamak dan Qasar

Shalat fardhu boleh dijamak bila anda dalam keadaan safar/melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjamak shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan shalat isya.
Ada pula yang namanya mengqasar shalat. Cara melaksanakan shalat qasar dengan meringkas jumlah rakaat, misalnya shalat zhuhur, asar dan isya yang tadinya 4 rakaat di qasar/ diringkas menjadi 2 rakaat.

shalat-di-kapal
6. Buang Air Besar
Bagi sebagian pendaki, “setor” buang hajat terkadang menjadi kendala ketika naik gunung. Mungkin karena tidak terbiasa, jadi terpaksa mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk buang hajat. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana ceboknya dengan kondisi air yang terbatas.


Islam memberikan solusi membersihkan bukan dengan air tapi dengan benda-benda padat lainnya seperti batu, kayu dan lain-lainnya seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang lebih banyak menggunakan batu. Yaitu tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air.

Pakai tissue basah boleh? Boleh saja, karena itu akan memudahkan dan bisa membersihkan juga.
7. Mimpi Basah

Jangan senyum-senyum dulu yah. Namanya mimpi basah tidak kenal waktu dan tempat serta tidak bisa dicegah. Bisa saja ketika di gunung, rejeki itu datang tiba-tiba. Bagaimana mandi wajibnya?
Dalam kondisi di gunung dengan udara yang sangat dingin sehingga untuk menyentuh air pun akan ‘mati beku’, maka tayammum bisa menjadi solusi. Karena tayammum itu bukan hanya mengangkat hadats kecil saja tetapi juga sekaligus hadats besar. Jadi tidak perlu mandi basah digunung yang nantinya hanya akan membuat sakit.
Prinsipnya selagi manusia mempunyai kesempatan untuk melakukan shalat dan tidak menjadi darurat, selayaknya manusia tidak malu untuk segera melaksanakan shalat baik laki-laki maupun wanita. Karena malu di sini tidak boleh karena demikian itu berkaitan dengan shalat dan dapat dilaksanakan di mana saja, termasuk di gunung.
Sekali lagi, hal tersebut di atas tidak bermaksud selain untuk memudahkan dan tidak menyulitkan manusia untuk tetap shalat. Demikian pula, meski sering jalan-jalan dan naik gunung jangan lupa melaksakan sholat 5 waktu.
shalat6
“Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ”

-HR. Ahmad-

Sumber : Disini

Checklist Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung (Part 1)

Berapa hal mengenai persiapan dan  perlengkapan naik gunung yang harus diperhatikan dalam pendakian?  Kusukatravel.com berusaha untuk memberikan checklist yang dapat dicopy/salin bagi para pendaki sebelum setiap pendakian. Checklist  ini dibagi menurut alur waktu (kronologis; sebelum/pra pendakian,  pendakian, setelah/pasca pendakian). Pembaca bisa menyesuaikan checklist persiapan dan perlengkapan naik gunung ini sesuai dengan kebutuhannya.
Persiapan dan perlengkapan naik gunung yang benar akan memberikan bekal untuk pendakian yang berhasil.

1. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pra Pendakian

  • Persiapkan Tujuan

Pastikan rute pendakian dalam keadaan aman untuk didaki. Selalu update dengan berita khsususnya pada waktu mendekati hari H.

  • Persiapkan Rencana

Persiapkan Plan A, Plan B, Plan C sebelum pendakian, bukan  setelah berangkat dari Base Camp. Usahakan tidak ada argumen dalam satu  tim tentang hal pemilihan jalur utama (menimbang pada ketersediaan  perlengkapan naik gunung; logistik dll.).

  • Persiapkan Fisik

Persiapkan rencana fisik, khususnya endurance (ketahanan) dengan lari jauh dsb. Beberapa minggu sebelum pendakian. Management  persiapan mendaki juga sangat vital untuk mendukung tubuh fit,. Ingat  juga pengaturan transport – basecamp – makan – istrahat – mulai naik –  camping – jalan turun – transport pulang, yang membutuhkan management  tenaga untuk kerja dan istirahat. Jangan pernah melakukan pendakian  bila tidak merasa fit. Membatalkan pendakian karena kondisi kesehatan  bukan sesuatu yang memalukan. Selalu ingat, kejadian tingkat rendah di  bawah (misalnya ankle terkilir) akan menjadi sangat sulit di atas.

  • Persiapkan Transportasi

Persiapkan opsi transportasi, entah itu motor/mobil pribadi atau tranportasi umum. Management transportasi berefek tidak hanya ke biaya namun juga ke tenaga dan pikiran.
  • Persiapkan Tim
Persiapkan tim/anggota pendakian. Himbau mereka untuk melakukan  persiapan. Selalu perhatikan jumlah dan kemampuan tiap individu. Mereka  yang baru mendaki pertama kali sebaiknya selalu didampingi. Pendakian  tim dengan beberapa anggota yang semuanya baru mendaki pertama kali (newbie) tidak direkomendasikan. Pendakian solo (seorang diri) juga tidak direkomendaikan,

  • Kalkulasi Biaya

Hitung dan persiapkan biaya pendakian yang biasanya mencakup biaya  transport, registrasi/tiket pendakian (Base Camp), parkir motor/mobil,  makan, lain-lain.

  • Kekuatan  kaki 

Kekuatan kaki sangat dibutuhkan dalam pendakian gunung yang panjang. Latihan  yang rutin adalah resep yang ampuh untuk sebuah ekspedisi.

2. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:  Pendakian

Pakaian

  • Jaket

Jaket berfungsi menjadi penghangat tubuh utama dari dingin. Jaket waterproof, windproof akan sangat membantu pendakian, apalagi dengan berat yang ringan.

  • Kaos

Bawalah kaos rangkap 2 atau 3 potong atau sesuai kebutuhan. Kaos  berbahan katun akan menghangatkan namun material akan mempengaruhi berat  tas ransel anda. Jadi pilihlah sesuai kondisi.

  • Sweater

Pakaian hangat/sweater akan sangat membantu pendakian, khususnya bagi mereka yang hanya membawa jaket windproof tanpa lapisan dalam.

  • Celana Panjang dan Celana Pendek

Celana panjang dan celana pendek dipakai menurut kenyamanan. Sebaiknya  celana panjang ringan parasit juga dipakai pada pendakian untuk  perlindungan terhadap duri/semak-semak pada jalur pendakian.

  • Kaos Kaki

Pilihlah kaos kaki yang tebal. Selain empuk, kaos kaki yang tebal akan  turut menghangatkan. Pada saat turun gunung, kaos kaki dapat dirangkap  untuk menambah kenyamanan ujung kaki karena tekanan pada saat turun  ketika kaki selalu mengerem.

  • Sepatu Gunung 

Sepatu gunung dengan pelindung ankle akan menjadi pendamping yang sempurna dalam pendakian yang hebat. Pakailah selalu sepatu yang nyaman dengan stabilitas baik. Sepatu anti air gore-tex menjadi salah satu yang terbaik untuk saat ini, namun yang terutama sepatu harus memiliki pool untuk traksi ke tanah. Sepatu jogging/running dapat menjadi opsi, meskipun kurang kuat dan tidak melindungi mata kaki/ankle.

  • Sandal Gunung

Menjadi opsi atau tambahan bagi sepatu gunung, khususnya pada saat camping/relax.
  • Kaos Tangan
Kaos tangan berfungsi untuk ikut menghangatkan dan memberikan proteksi  pada tangan akan duri ataupun permukaan yang cukup tajam seperti  bebatuan.

  • Slayer/Scarf/Tutup kepala/Topi/Masker/Balaclava

Untuk melindungi bagian atas tubuh (kepala dan leher) dari panas, dingin, debu, nyamuk. Ruff menjadi satu perlengkapan naik gunung yang mewakili semua fungsi di atas.

  • Kacamata

Kacamata tidak hanya melindungi mata dari debu namun juga menyejukkan mata pada saat panas. Kacamata  yang handal akan melindungi mata dari debu dan panas, sehingga tidak  mudah lelah. “RayBanAviator” by Rich Niewiroski Jr. CC BY 2.5 via  Wikimedia Commons.

  • Jas hujan

Sangat krusial bila cuaca kurang mendukung untuk pendakian. Tambahan  plastik besar untuk melindungi barang-barang berharga akan sangat  berharga.

Makanan dan Minuman

  • Portable Stove/Kompor Gas Portable + Gas

Portable Stove/Kompor Gas Portable menjadi pilihan utama untuk  mayoritas perlengkapan naik gunung. Pastikan kompor berfungsi dengan  baik dan bawalah gas yang cukup untuk pendakian.

  • Piring/Mangkuk, Sendok, Garpu, Nesting
  • Bahan Makanan dan Minuman

Pastikan makanan utama memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang akan  diproses menjadi tenaga; mie, energy bar, snickers, roti tawar, snacks,  makanan yang mengandung gula, dsb. Minuman manis akan sangat membantu  pendakian, Gula jawa akan menambah tenaga dalam pendakian. Untuk  menemani makanan pada saat camping, secangkir the atau kopi akan menjadi  sempurna. Caffeine dalam kopi hitam juga dapat memberikan tenaga ekstra.

Peralatan

  • Tas Ransel/Carrier/Rucksack (+ Rain Cover)

Sangat penting untuk membawa seluruh barang bawaan anda khsusnya tenda,  matras, bahan logistik,dll. Ukuran 60 liter, 80 liter dsb. Dapat  disesuaikan sesuai kebutuhan pendakian. Carrier yang tepat dan  berkualitas akan sangat menunjang pendakian yang efektif dan efisien.  Kualitas dan harga sepertinya tidak bisa berbohong dalam hal ini. Ingat  juga untuk menyertakan rain cover untuk selalu melindungi carrier anda.

  • Day Pack/Hydro Pack

Tas yang lebih kecil berukuran ±20 liter untuk peralatan personal anda. Day Pack/Hydro Pack sangat berguna untuk memburu sunrise dari camping ground.

  • Tenda (+ Flysheet)

Sesuaikan ukuran tenda dengan jumlah pendaki dalam tim anda. Tenda yang baik akan menjadi ‘rumah’ yang nyaman dalam seluruh perjalanan pendakian gunung.

  • Matras

Satu matras untuk sangat pendaki. Sangat dibutuhkan untuk relaksasi di camping ground.

  • Senter (+ Baterai Cadangan)

Pastikan senter yang menjamin visibilitas yang baik. Baterai cadangan dan aplikasi torchlight di HP anda akan memberikan kenyamanan yang lebih.

  • Plastik (dan Drybag)

Sangat direkomendaikan karena menjadi tempat sampah portable.  Bawalah sampah plastik dan non-organik lain turun dan buanglah di tempat  sampah base camp. Plastik dalam ukuran besar dapat menjadi pelindung carrier atau daypack. Plastik kecil dapat menjadi pelindung barang elektronik. Plastik sedang dapat menjadi tempat pakaian kotor.

  • Parang Tebas/Pisau Gunung

Pisau gunung berfungsi untuk peralatan pemotong tali, pemotong kayu, emergency, serangan binatang, dll).
Pisau Gunung, satu perlengkapan naik gunung yang esensial.

  • Sleeping Bag

Sangat krusial sebagai perlengkapan naik gunung.Sleeping bag melindungi  tubuh dari dinginnya gunung pada saat dini hari, melindungi tubuh dari  serangga atau binatang-binatang mikro seperti kutu dll. Silahkan lihat  video di bawah untuk memilih sleeping bag yang sesuai.

  • Gaiter

Sangat mendukung untuk pendakian di daerah berpasir agar pasir tidak masuk ke dalam sepatu.

  • Trekking Pole

Menjadi penyangga tubuh untuk balance yang lebih baik. Terlihat biasa namun kehadirannya memperingan pendakian. Trekking pole juga dapat berfungsi untuk menghardik binatang/serangga.

  • Korek Api

Berfungsi untuk membuat api unggun dan survival kit.

Obat-Obatan/P3K

  • Luka luar: Betadine. Tensoplast, Perban, Alkohol 70%, dll.
  • Pencernaan: Obat maag (Enzyplex), Obat Sakit Perut/Diare (Norit)
  • Kondisional dan Suplemen: Obat alergi (CTM), Sunblock, Obat  Keracunan (Norit), Obat Dehidrasi (Pocari Sweat, Garam), Stamina  (Imunos), Penghangat Tubuh (Tolak Angin).


Navigasi dan Survival Kit

  • Peta/Peta Rute/Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer

Pastikan peta rute pendakian ada di tangan. Kehadiran  Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer akan menjadi perlengkapan naik  gunung dan bagian dari survival kit yang esensial sekaligus menarik.  Selain dapat diinstall melalui aplikasi smartphone (tidak semua fitur),  perlengkapan naik gunung dengan fitur-fitur ini juga dapat dibeli secara  terpisah. Perlengkapan naik gunung Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer/Solar Power dapat juga ditemukan  secara otomatis dalam jam petualang dengan harga 3-6 jutaan.

  • Jam  tangan Triple Sensor sebagai pendamping navigasi perlengkapan naik  gunung yang tangguh (Casio Protrek PRG-240-1 by Tarek Mahmud on Flickr)
  • Peluit

Sangat esensial untuk member kode posisi dan emergency.

Safety Plan

  • Selalu persiapkan dan siap untuk Plan A, Plan B, Emergency, Cancellation/Pembatalan,  dsb. Pelajarilah Pos pemberhentian, pastikan mengetahui posisi air  bersih yang tersedia, pahami resiko dan hindari sebisa mungki
  • Kaca cermin, Tali, Garam (untuk menghalau ular), Pisau.

Personal

  • Identitas Diri, Sejumlah Uang Cash (dan ATM)
Pastikan identias diri (KTP, SIM atau yang lain), sejumlah uang (dan mungkin ATM) ada dalam dompet anda.
  • Kebersihan Personal
Bawa sikat dan pasta gigi, sabun mandi, dan shampoo, handuk (anda dapat  meninggalkannya di mobil atau bagasi motor di base camp untuk tidak  menjadi beban bawaan pendakian – untuk selanjutnya digunakan  bersih-bersih di basecamp).
  • Tissue basah, Tissue Gulung, Hand Cleaner/Sanitizer
Tissue dapat menjadi alat yang praktis untuk membersihkan tangan,  piring, sendok, garpu dll. apabila persediaan air tipis/tidak ada.
  • Lotion anti serangga
  • Kertas catatan dan ballpoint
  • Kamera, Baterai Terisi Penuh, Charger
  • Hand Phone, Baterai Terisi Penuh, Charger (+ Power Bank)
  • Masker full face akan menjadi serbaguna sebagai pelidung debu, panas, dan serangga.

3. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pasca Pendakian

  • Cek kembali barang-barang
Selalu cek perlengkapan naik gunung pada saat pos-pos perhentian dan  camping. Saat turun dari puncak/camping ground, checklist perlengkapan  naik gunung akan sangat membantu pengecekan untuk memastikan tidak ada  barang yang tertinggal.
  • Review dan Evaluasi
Review dan evaluasi pendakian anda dari berbagai aspek. Catat, supaya pendakian berikutnya dapat berlangsung dengan lebih baik.


Sumber : Disini

Senin, 18 Januari 2016

Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

“Kamu pakai apa sih kalau naik gunung?”

Ehm, saya kadang suka heran melihat orang yang sedang mendaki, tapi setelannya udah kayak mau ke mall.

Nggak salah sih, tapi menurut saya naik gunung – atau backpacking ke alam bebas – adalah salah satu bentuk olahraga. Dan olahraga seharusnya memakai pakaian olahraga, kan? Rasa-rasanya aneh kalau kita main futsal tapi pakai kemeja flanel dan jeans.

Memang terlihat nggak aneh sih, justru keren. Tapi saya jamin, yang pakai pakaian keren seperti itu pasti nggak nyaman sama sekali.

Saya menganut layering system dalam berpakaian ketika melakukan kegiatan pendakian. Sistem pelapisan pakaian ini memungkinkan kita untuk mengatur temperatur tubuh kita dengan menyesuaikan lapisan yang dikenakan.

Jadi, kita nggak perlu bawa jaket-jaket tebal yang terlalu besar macam mau ke kutub utara gitu…

Ada tiga lapis yang perlu kita ketahui. Lapisan pertama (base layer) yang langsung menyentuh kulit untuk mengatur kelembaban; lapisan kedua (insulating layer) untuk melindungi dingin dan memberi kehangatan #eaaa; dan lapisan terakhir (shell layer) adalah melindungi kita dari cuaca alam bebas.

Mari kita lihat satu-satu yuk kaka ~

1. Base Layer : Pengatur Kelembaban

Lapisan pertama ini tujuannya tak hanya untuk menyerap keringat, tetapi juga membuatnya menguap ke lapisan berikutnya. Makanya saya tak menyarakan memakai bahan katun karena hanya akan menyerap keringat, tapi tak bisa menguapkannya.

Keringat di baju nggak menguap = lepek lepek basah dan bau nggak sedap mirip sambel oncom basi. Been there dan nggak mau lagi hihi.

Lebih lagi, bahun katun bisa meningkatkan resiko hipotermia. Saya pernah memakai katun sebagai base layer dibawah jas hujan. Padahal air sama sekali tak tembus, tetapi karena berkeringat dan tak menguap, saya pun merasa kedinginan.

Untuk base layer ini, lebih baik memakai bahan seperti wol atau sintetis seperti polyster. Karena bahan-bahan ini tak hanya menyerap keringat, tapi juga mentransfernya ke lapisan luar baju.

Hasilnya : badan kita lebih kering saat berkeringat, dan baju juga akan cepat kering setelah itu. Dan yang paling penting : NGGAK BAU :))


2. Insulating Layer

Insulating layer ini fungsinya buat “menjebak” udara panas di dekat tubuh sehingga kita akan tetap hangat. Untuk lapisan ini, saya menyukai bahan serat alami seperti sweater berbahan bulu angsa (down).

Bahannya sangat ringan dan kecil saat dipacking. Tapi hanya bisa dipakai saat keadaan kering. Tapi belum lama saya melihat websitenya the north face ada teknologi bernama thermoball, bahan yang menyerupai down tetapi bisa tetap digunakan walaupun basah.

Bahan selain down yang populer ada fleece,  di Indonesia umumnya disebut sebagai bahan ‘polar’. Polar ini sebetulnya adalah salah satu teknologi per-fleece-an. Tapi biasa, orang Indonesia suka menyebut brand sebagai nama benda tersebut.

Fleece juga ringan, menahan panas dengan baik, tetapi agak besar saat dipacking karena bahannya yang cenderung tebal. Jaket fleece biasanya jauh lebih murah daripada down.

Untuk musim dingin, tinggal mengganti lapisan kedua ini dengan bahan down atau fleece yang lebih tebal. 

3. Shell Layer

Lapisan terakhir ini sangat penting untuk cuaca di gunung yang tak bisa ditebak. Lapisan ini penting, karena mencegah air masih ke dua lapisan bawah. Jika air sudah masuk, maka hancur sudah fungsi layering ini.

Shell dapat berupa jaket windproof (anti-angin) biasa hingga jaket windproof-waterproof-breathable dengan teknologi macam-macam yang harganya bisa buat beli sepeda motor bekas.

Saat membeli jakcet shell, pastikan ukurannya pas saat kita memakai dua lapisan di bawahnya.

Lebih baik gunakan shell yang beritpe windproof/Waterproof/breathable : Ini tipe yang paling saya sarankan. Teknologi seperti Gore-Tex masuk dalam kategori ini. Tipe ini menahan air, menahan angin, tetapi tetap bisa membuang uap keluar. Jadi saat memakainya di tengah terik matahari pun tak akan terlalu gerah.

Ada juga tipe yang lebih murah seperti hanya windproof, atau windproof/waterproof. Tapi untuk kegiatan alam bebas yang tentunya tingkat pergerakannya tinggi, saya menyarankan tipe yang breathable agar lebih nyaman. Lebih mahal sih memang, tapi gak akan menyesal saat kamu pakai di gunung.


4. Lapisan Tambahan – your style layer.

Ini adalah lapisan yang bisa kita bawa buat narsis. Tapi jangan dipakai pas jalan ya, pas foto-foto aja. Have fun! :))


JANGAN PAKE JEANS YA! :)

So, bagaimana pakaian kamu saat di gunung? Share di komen ya!

Thanks!

Sumber : Cek sini ya!!

Senin, 25 Mei 2015

Cara Mengatasi Telinga Berdengung Saat di Pesawat

Mungkin beberapa dari teman-teman semua pernah merasakan sakit pada telinga saat sedang berada di pesawat terbang. Umumnya hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara.

Apakah itu sesuatu yang normal? Keadaan ini disebut Oklusi Tuba atau adanya sumbatan pada saluran tuba yang berada di telinga. Tuba eustachius / Eusthacian tube adalah saluran yang dimulai dari telinga tengah dan berakhir dibelakang hidung atau didaerah pangkal tenggorok. Saluran ini berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga tengah dan tekanan udara di luar. Bila terjadi perbedaan tekanan maka saluran ini akan membuka dan membiarkan udara masuk ke telinga tengah sehingga tekanan menjadi seimbang.

Terus gimana cara mengatasinya? Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah cara mengatasi telinga berdenging saat di dalam pesawat terbang.

  1. Mengunyah. Saat berada dalam pesawat, anda dapat mengunyah permen karet yang dapat dipersiapkan sebelum menggunakan transportasi udara ini. Ternyata dengan mengunyah dapat memberikan efek pada saluran eustaceus yang secara otomatiss akan menutup dan membuka sehingga telinga tidak akan berdengung lagi
  2. Minum air. Jika kunyahan tak banyak membantu, maka ada baiknya kita meminum air dalam jumlah lumayan banyak karena hal ini dapat juga membantu menghilangkan tekanan dalam telinga.
  3. Gerakan Menguap. Bila saran diatas belum manjur, maka menguaplah. Gerakan menguap selebar dan sekeras mungkin dapat dilakukan beberapa kali untuk mengurangi dengung di telinga. **ati-ati jangan sampai menganggu penumpang lain**
  4. Menutup Hidung dan Mulut.  Tutup hidung dan mulut secara bersamaan lalu tahan beberapa saat kemudian hembuskan nafas melalui hidung secara berlahan. Jika berhasil maka tekanan udara di telinga akan terasa keluar. Namun langkah ini tidak disarankan bagi penderita penyakit jantung. 
  5. Gunakan Ear Plug yang khusus dipakai saat terbang
Khusus pada anak2 atau bayi tidak perlu telinga ditutup dengan kapas (cara ini banyak di nasehatkan oleh orang tua) tetapi cukup dengan diberikan minum yang banyak pada saat pesawat di udara, karena dengan menelan, tuba akan terbuka terus menerus. Menutup telinga dengan kapas tidak efektif untuk mengatasi oklusi tuba pada anak, cara ini hanya berguna untuk mengurangi suara bising pesawat. Jadi bila membawa anak kecil naik pesawat dan anaknya mulai rewel sebaiknya diberi minum air atau susu, karena ada kemungkinan dia mengalami oklusi tuba.


Jika Anda sudah mendarat dan masih merasakan sakit, bisa gunakan cara berikut :

  1. Bersihkan telinga Anda dan teteskan air hangat ke dalam telinga Anda, agar telinga Anda menjadi hangat dan bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pada umumnya, jika suhu lingkungan tujuan Anda hangat, maka tips ini sangat tepat untuk dilakukan. 
  2. Minumlah tylenol (obat sakit kepala) atau ibuprofen (obat pencegah peradangan). Minumlah tylenol 30 menit sebelum Anda mendarat. Tylenol membutuhkan waktu untuk bereaksi. 30 menit adalah waktu yang cukup untuk membiarkan tylenol bereaksi.
Dikutip dari berbagai sumber :

Minggu, 24 Mei 2015

Cara Merawat Tenda

Tenda ibarat rumah saat kita sedang berada di alam terbuka. Dia mampu melindungi kita dari terpaan angin, hujan, badai, panas dan masa lalu .. **ups. hehehehhe

Biasanya harga tenda menjadi harga gear yang paling mahal mengingat fungsinya yang sangat penting. Jadi tentulah kita perlu melakukan ritual perawatan khusus supaya dia selalu terjaga ketangguhannya. Berikut adalah tips untuk merawat tenda supaya tetep awet :D

  • Pertama, pastikan kamu gak mendirikan tenda di tempat yang membuatnya rawan terkoyak. Hindari mendirikan tenda di tempat-tempat yang memiliki akar-akaran maupun batu-batu yang tajam. Selain gak nyaman dipakai tidur, tempat seperti ini juga bisa mengoyak alas tendamu.
  • Sepulang mendaki, langsung keluarkan tenda dari wadahnya dan bersihkan dari kotoran yang tercecer. Tenda yang kamu gunakan pasti gak luput dari kotoran seperti tanah dan sisa makanan. Jadi, pastikan tak ada kotoran yang menempel sebelum disimpan. Bagian frame juga patut diperhatikan agarframe-nya tidak mudah berkarat.
  • Setelah tak ada kotoran yang menempel, cucilah tenda dalam keadaan berdiri. Dirikan dulu tendamu dengan frame terpasang. Ini akan memudahkan tenda untuk dibersihkan. Selanjutnya, siram dengan air mengalir dan bersihkan kotoran yang menempel dengan kain plus mild soap. Sementara, bagian flysheetbisa direndam sebentar dalam ember atau digantung lalu disemprot air. Bersihkan noda yagn menempel dengan spons atau kain lembut. Jangan lupa cuci kantongnya juga.
  • Setelah selesai dicuci, jangan buru-buru dibongkar dulu. Biarkan tenda mengering dalam keadaan berdiri. Kalian bisa memanfaatkan plas chamois untuk mengeringkan sudut-sudut tenda. Selanjutnya, letakkan saja di udara terbuka yang terlindung dari sinar matahari seperti di teras rumah dan biarkan kering dengan sendirinya. Setelah tenda dibongkar, jangan lupa lap frame-nya satu persatu dengan kain kering.
  • Sisipkan silica gel dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Kalian bisa menyimpannya di dalam ruangan atau di lemari. Yang penting, hindari tempat-tempat lembab untuk menyimpan peralatan outdoormu.
Sumber : sini

Cara Merawat Sleeping Bag

Sleeping bag atau yang biasa disingkat SB juga punya peranan yang penting dalam perjalanan kita. Untuk teman-teman yang sering naik gunung passti taulah gimana pentingnya SB terutama saat suhu udara dingin mendera dan kehangatan yang dibutuhkan. Mungkin dia ibarat pahlawan saat kita-kita akan tidur dalam dekapan hangat. hehehe
Sumber : disini

Oleh karena itu kita perlu memperlakukan dia dengan benar dan layak, supaya kehangatan dan kenyamanannya tetap terjaga, Berikut beberapa cara merawat kantong tidur ini.

  • Pada pagi hari setelah kamu menggunakannya di dalam tenda, keluarkan kantong tidurmu dan jemur sebentar di luar tenda. Mendaki sampai ke puncak adalah kegiatan yang menguras keringat. Saat masuk ke sleeping bag, kamu tentu gak sempat mandi dulu karena air di gunung terbatas. Jangankan mandi, ganti baju aja belum tentu. Nah, biar SB-mu gak jadi bau gara-gara keringat dan debu yang menempel, biarkan dia terkena sinar matahari setelah kamu bangun pada pagi harinya. Buka lebar-lebar dan jemur saja di atas tenda barang sejenak.
  • Cucilah SB sesekali biar kotorannya terangkat dan bahannya kembali empuk dan mengembang. Sleeping bag umumnya menggunakan bahan khusus yang membuatnya tak perlu sering-sering dicuci. Cucilah setelah beberapa kali penggunaan agar SB kembali bersih dan mengembang. Untuk mencucinya, kamu bisa merendamnya selama sekitar setengah jam dalam campuran air plus sabun tanpa deterjen. Setelah itu, kucek lembut pada bagian yang kotor agar kotorannya terangkat. Untuk noda yang membandel, kamu bisa menggunakan sikat yang halus.
  • Setelah dicuci, cukup gantung dan angin-anginkan sleeping bag di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Sinar matahari adalah musuh buat warna peralatan outdoor, makanya, cukup jemur sampai kering di tempat teduh.
  • Simpanlah sleeping bag pada kantong yang longgar atau gantung saja di lemari. Bila tidak digunakan dalam waktu lama, jangan menyimpannya dalam keadaan terkompresi seperti saat kamu mengemasnya dalam keril, karena bisa membuat tingkat kenyamannya berkurang. Masukkan ke kantong yang longgar plus sisipkan silica gel bila perlu.
Sumber : dari sini aja sih

Cara Merawat Sepatu Trecking

Kita Adalah sepasang sepatu, selalu bersama tapi tak bersatu 
Sumber : Dokumen Pribadi dengan si Ungu :D 


Yup yup yup,,,,,
Sepenggal lirik lagu "Sepatu" nya Bang Tulus mengawali tulisan ini, Hehehehe
Sepatu trekking adalah salah satu gear yang perlu sekali kita manjakan. Karena kesehatan dia menentukan setiap langkah kita dalam menjelajahi tempat-tempat yang kita kunjungi. Perawatan sepatu gunung sedikit berbeda dengan sepatu sekolah atau sepatu jogging. Karena ada beberapa hal-hal penting yang perlu kita perhatikan seperti lapisan kedap air dan sol nya. Nah supaya dia berumur panjang dan mampu kalian ajaka menjelajahi berbagai tempat, Ini beberapa tips yang dapat kalian lakukan untuk menjaga dia,,

  • Jangan biarkan sepatumu basah terlalu lama saat pendakian. Cuaca yang gak bisa diprediksi selama mendaki—terutama saat musim hujan—bisa membuat kita menghadapi hujan dan lumpur yang bikin sepatu kita basah dan kotor. Padahal, sepatu trekking yang kita punya belum tentu tahan air. Apalagi, air dan lumpur yang menempel bisa mengurangi umur sepatu. Makanya, jangan pernah lupa untuk membawa lap penyerap air seperti plas chamois yang bisa langsung menyerap air dan mengurangi basah di sepatumu. Apalagi, sepatu yang basah ‘kan bisa bikin masuk angin.
  • Saat mencuci, cukup bersihkan dengan sikat lembut dan sabun tanpa deterjen. Sepatu trekking yang kalian punya sebaiknya gak perlu direndam biar lapisan lemnya gak rusak. Cukup dibasahi aja, lalu gunakan sikat gigi dan sabun tanpa deterjen. Tapi, kalau gak terlalu kotor, sebaiknya gak usah sering-sering dicuci.
  • Setelah dicuci, cukup keringkan di tempat yang teduh. Seperti halnya keril, sinar matahari langsung juga bisa merusak warna sepatumu. Letakkan aja di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara yang baik tapi terlindung dari sindar matahari.
  • Setelah kering, sisipkan silica gel dan letakkan di rak terbuka. Tak perlu memasukkannya lagi ke dalam kotak, cukup taruh saja di rak sepatu. Yang penting, jangan sampai ditumpuk dengan sepatu lainnya. Biar bentuknya tetap terjaga, kamu juga bisa menyisipkan gumpalan kertas ke dalam sepatu.
  • Biar sepatumu makin awet, gak ada salahnya dijahit sebelum digunakan. Biasanya, kita menjahit sepatu setelah lemnya terkelupas dan solnya mulai lepas. Padahal, menjahit sol sepatu justru lebih baik dilakukan saat kita baru membelinya. Jahitan pada sepatu baru memang bikin sepatu kurang sedap dipandang. Tapi, dijamin umur sepatumu bisa lebih panjang.
Sumber : di sini aja
.


Cara Merawat Tas Caril

Pasti diantara kalian semua, harga tas caril kalian bisa dinobatkan menjadi harga gear paling mahal diantara gear-gear yang lainnya. Harga tas caril yang mahal tentunya membuat kalian memberikan perhatian khusus kepadanya supaya dia bisa selalu setia setiap saat menemani kalian dalam perjalanan mencari kitab suci (**LOL). hehehehhe

Sumber : dokumen pribadi heheheh


Caril yang sehat dan nyaman tentunya menjadi hal yang penting bagi kita, Yah karena berbagai barang yang kita butuhkan saat perjalanan selalu masuk di sana. Entah itu barang yg masih bersih ataupun yang sudah ternoda (**kotor maksunya) hehehe. Bisa jadi kaos kaki yang bau pun kita simpan di dalam caril supaya mencegah aroma parfum merebak ke segala penjuru (**lebay) hehehe. 

Jadi mengingat pentingnya menjaga kesehatan dan kenyaman si caril, saya akan sedikit berbagi tips buat kalian gimana cara menjaganya supaya dia tetap setia setiap saat :D. Berdasarkan berbagai sumber baik internet maupun orang-orang, ini nih tipsnya :

  • Sepulang mendaki, pastikan kamu langsung mengosongkan kerilmu. Cek kantong-kantongnya, jangan sampai ada benda tertinggal di dalam keril, terutama sisa-sisa logistik yang gampang mengundang semut dan jamur. Balikkan tasmu biar semua kotoran yang ada di dalamnya rontok semua. Jangan lupa kaos kaki yang bau juga dikeluarin ya hehehhe
  • Saat mencucinya, hindari deterjen dan sikat. Alih-alih, gunakan kain lembut dan sabun tanpa deterjen. Kalau kerilmu gak begitu kotor, gak perlu buru-buru dicuci. kamu bisa membersihkan noda dan debu yang menempel dengan lap basah. Kalau nodanya bandel, gunakan sikat gigi dan sedikit sabun tanpa deterjen, misalnya shampo atau sabun bayi, lalu sikat dengan lembut.
  • Kalau memang udah kotor banget , kalian bisa merendamnya sebentar di air hangat yang dicampur sedikit sabun tanpa deterjen atau air sirih. Sabun tanpa deterjen cukup ampuh untuk mengangkat kotoran tanpa harus merusak tas saat direndam. Alternatif yang alami, kamu bisa juga memanfaatkan air rendaman sirih yang ampuh untuk menghalau bau. Yang penting, jangan gunakan mesin cuci untuk mencuci kerilmu.
  • Setelah dicuci, gantung dan angin-anginkan tasmu di tempat teduh. Jangan dijemur langsung di bawah sinar matahari, karena itu bisa bikin warna tasmu menjadi pudar. Cukup angin-anginkan saja di tempat teduh yang sirkulasi udaranya baik.
  • Biar tasmu gak lembab saat disimpan, manfaatkan silica gel atau kapur barus. Tas yang lembab bisa mengundang jamur. Selain gak sedap dipandang, jamur ini juga bisa merusak tasmu. Nah, biar gak ada jamur yang menghampiri, kamu bisa menyimpan beberapa silica gel atau kapur barus di dalamnya. Tentunya setelah keril benar-benar kering seusai dicuci.
  • Agar debu gak nempel, bungkus kerilmu dengan plastik sebelum disimpan. Sudah dicuci dan diberi silica gel, sayang dong, kalau tasmu kena debu? makanya, sebelum disimpan, bungkus kerilmu dengan plastik. Pastikan seluruh permukaan tas tertutupi dan tak ada tali yang menjuntai keluar.
  • Jangan tindih kerilmu dengan benda berat agar bentuknya tetap terjaga. Keril biasanya memiliki frame untuk menjaga agar bentuknya tetap tegak saat dijejali dengan perlengkapan pendakian. Menindihnya dengan benda yang berat saat disimpan bisa merusak frame kerilmu.
Sumber : di sini aja
Nah itu tips yang dapat digunakan untuk merawat tas caril biar awet dan ga ngambek. hehehehe. Lamanya umur si caril tergantung bagaimana kita merawatnya lho.. jaga baik-baik ya si dia, inget2 aja berapa budget yang udah kita habiskan buat memilikinya,, eaaaaa :P