Tampilkan postingan dengan label Gear. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gear. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

Tips Memilih Sepatu Gunung

Sebelum kita memutuskan untuk membeli sepatu baru ada baiknya kita memperhatikan tips-tips di bawah ini.


1. Pertimbangkan dengan jenis perjalanan yang akan kita lakukan. Mulai dengan mencari sepatu boot atau sepatu trekking yang tepat dengan melihat kategori / karakter medan yang paling cocok dengan rencana perjalanan kita.

Secara umum sepatu outdoor bisa dibagi dalam 3 kategori dasar, yaitu :

a. Sepatu untuk pendakian ringan.

Sepatu ini di desain untuk perjalanan sangat pendek seperti pendakian sehari atau aktivitas semalam saja. Sepatu tersebut menitik beratkan pada tingkat kenyamanan seperti penggunaan bantalan pelindung,dan bahan yang breathable (mempunyai kemampuan bernafas-mengeluarkan uap panas dari dalam sepatu).

b. Sepatu untuk pendakian sedang.

Sepatu ini didesain untuk aktivitas pendakian dengan beban pendaki yang ringan sampai cukup.Sepatu ini lebih tangguh dan bisa menyangga / menahan beban yang dipikul dari pada sepatu ringan, sepatu ini cocok untuk perjalanan yang pendek sampai sedang pada medan yang mudah sampai cukup berat.

c. Sepatu untuk pendakian berat / sepatu khusus mountaineering.

Sepatu boot ini didesain untuk di medan berat dan dengan beban pendaki yang sedang sampai berat. Bentuknya tinggi, bisa menyangga kaki,dan bisa melindungi kaki dan pergelangan kaki. Sepatu ini didesain bagi aktivitas berhari-hari / berminggu-minggu. Sepatu ini sangat tangguh dan kaku bahkan beberapa diantaranya cocok untuk penggunaan crampon (untuk sepatu salju atau es), sehingga sepetu ini sangat melindungi dan menunjang untuk aktivitas mountaineering.

2. Pertimbangkan Masalah Bahan.

Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan sepatu bIoot atau tIrekking akan berpengaruh terhadap berat, kemampuan bernafas / breathability-nya, kekuatannya serta ketahanannya terhadap air. Berdasarkan bahan yang dipakainya, sepatu boot dibagi atas :

a. Sepatu dengan Bahan Nylon Mesh dan Potongan Kulit.

Kelebihan sepatu jenis ini yaitu ringan sehingga bisa mengurangi beban, cenderung empuk di kaki, cepat dalam membukanya, harganya relatif lebih murah dan bisa bernafas (breathable), menjadikannya cocok dipakai pada cuaca hangat sampai sedang, cepat kering di kala basah dan cocok untuk perjalanan / pendakian pendek sampai sedang. Tapi mempunyai kelemahan, diantaranya kurang stabil pada medan yang miring, kurang tahan lama serta kebanyakan kurang tahan air dibandingkan sepatu boot dengan bahan full kulit (kecuali yang menggunakan lapisan waterproof).

b. Sepatu Kulit.

Sepatu ini benar-benar tahan air, tangguh dan lebih supportive dibanding sepatu campuran bahan kulit dan nylon. Sepatu ini biasanya digunakan untuk perjalanan panjang / lama, beban pendaki berat dan medan pendakian yang sulit / keras, dan paling penting tahan lama. Tapi sepatu boot in tidak se-ringan dan se-breathable campuran kulit / nylon, serta memerlukan waktu untuk membuka dan memasangnya.

c. Sepatu Plastik.

Sepatu ini dipergunakan untuk medan es atau salju, dipakai untuk kegiatan pendakian / ekspedisi ke gunung-gunung bersalju atau es. Bentuknya sangat kaku / rigid, sangat layak untuk penggunaan crampon (alas bergerigi yang dipasang di sepatu), terdiri dari dua lapis yaitu lapisan dalam sebagai penghangat dan bagian luar sebagai pelindung,Seiring perkembangan teknologi, beberapa sepatu boot baik dari bahan campuran kulit / kain atau full kulit sekarang banyak yang tahan terhadap air sehingga kaki tetap kering saat hujan turun, ini terjadi berkat penggunaan / perlakuan lapisan tahan air seperti Gore-tex, Sympatex Dry-tex, Outdry, dll. Perlakuan ini diaplikasikan pada kebanyakan material sepatu boot untuk mempertinggi tingkat ketahanan airnya.

Walau demikian lapisan ini bukan merupakan obat mujarab bagi sepatu boot, karena umurnya tidak tahan lama dan perlakuan ini berpengaruh terhadap harga serta bisa membuat kaki menjadi tidak nyaman jika dipakai di udara panas. Tingkat ketahanan air ini tergantung dari jenis bahan yang digunakan, bahan-bahan pelindungnya, seberapa sering dipakainya dan sebaik apa perawatannya. Jika perawatannya benar maka lapisan tahan airnya bisa bertahan lebih lama dari pada umur sepatu itu sendiri. Oleh sebab itu pastikan selalu mengikuti aturan
perawatan yang biasanya terdapat pada setiap kemasan sepatu, sehingga sepatu kita bisa tahan lama dan berfungsi dengan baik.

3. Pertimbangkan Cara Pembuatannya.

Secara umum sepatu boot dibuat dengan cara mekanisasi / pabrikasi dan manual / hand made. Teknik pembuatannya dilakukan dengan cara dijahit dan direkatkan (di-lem atau di-press). Sepatu yang dibuat dengan teknik penjahitan performanya tangguh dan bisa diandalkan, jika telah usang / rusak solnya bisa diganti. Dengan teknik ini sepatu yang dihasilkan akan berbeda dalam
hal kekuatan dan kekakuan masing-masing produsen mempunyai kiat-kiat khusus, seperti gaya Norwegia, gaya Italy, dsb. Sedangkan sepatu yang dibuat dengan proses perekatan / pengeleman, biasanya pembuatannya lebih cepat, hasilnya lebih tangguh, umumnya lebih murah.

4. Pertimbangkan Saat Mencobanya.

Setelah kita memilih berbagai ukuran dan modelnya, cara terbaik untuk memutuskan mana yang akan kita pilih adalah dengan mencoba sepatu tersebut. Saat mencoba sepatu, jangan mengandalkan ukuran sol sepatu yang umum atau berpatokan pada nomor yang biasa kita pakai. Sebab sepatu no. 8 buatan pabrik / merk yang satu mungkin berbeda dan memang biasanya berbeda dibandingkan buatan pabrik/merk yang lain. Jadi yang terbaik adalah mencobanya.


(Rudy Firdaus - Eiger Adventure Training & Education, dari berbagai sumber)

TIPS MEMILIH TAS CARRIER BAGI PENDAKI PEREMPUAN



Kegiatan hiking atau mendaki gunung sekarang ini tidak hanya digemari oleh kaum adam atau para lelaki, akan tetapi kaum hawa juga tidak segan melakukan olahraga yang terbilang ekstrim ini. Selain berolahraga, sensai yang ditawarkan saat mendaki gunung ternyata mampu menghipnotis para wanita untuk menjejakan kakinya di puncak gunung.


Tentu dengan dibutuhkan persiapan ekstra bagi para wanita jika ingin melakukan pendakian, salah satunya adalah pemilihan tas. Tas Carrier atau tas punggung adalah salah satu alat yang penting bagi para penggiat alam bebas maupun bagi para traveller. Dan kegunaan tas tersebut bagi wanita sangatlah menunjang dalam berkegiatan tersebut. Karena biasanya para wanita membawa berbagai macam barang seperti kosmetik, dompet dan banyak barang lain.

Namun saat memilih tas carrier bagi wanita yang digunakan untuk berpergian, khususnya untuk berlibur ala backpacker sebaiknya ikuti beberapa tips memilih tas carrier wanita berikut tips dan saran yang dilansir dari Belantara Indonesia agar Anda dapat menemukan tas carrier yang tepat dan nyaman.

Pastikan Memiliki Fitur Waterproof.


Anda tidak akan pernah tahu kondisi cuaca yang sewaktu - waktu berubah menjadi hujan. Untuk lebih amannya, pilihlah tas dengan bahan waterproof ( anti air ). Jadi Anda tidak perlu takut baju atau barang didalam tas ransel basah terkena air hujan. Selain anti air, pastikan bahan pembuatnya juga cepat kering sehingga tas tidak akan bau apak.

Memiliki Internal Frame.
Di keril / carrier bag, biasanya terdapat besi yang dapat menahan postur tubuh, dan sangat bagus sebagai penopang badan kita saat membawa barang berat.

Memiliki Sabuk Pinggul Yang Rendah.

Memiliki sabuk pinggul yang rendah, sehingga pinggul dapat membantu punggung menopang berat ransel, sementara strap di dada lebih tinggi sehingga tidak menindih payudara dan strap bahu terletak berdekatan, berhubung ukuran bahu wanita tidak selebar pria.

Mempunyai Resleting Yang Tersembunyi.

Carilah tas ransel yang memiliki resleting tersembunyi di dalamnya atau kantung - kantung yang dekat dengan bagian tubuh Anda. Hal ini untuk mencegah hilangnya barang atau dokumen penting selama perjalanan dari tangan copet. Untuk resleting yang diluar usahakan mencari yang dapat dikunci sehingga menambah keamanan barang bawaan Anda atau orang - orang yang ingin memasukkan sesuatu ke dalam tas ransel Anda.

Pertimbangkan Isi Tas.

Pilih ukuran dan gaya tas ransel sesuai dengan barang yang akan Anda bawa. Pilih model ransel besar atau yang dapat diperbesar jika Anda akan memasukkan sepatu atau peralatan berkemah. Atau pilihlah tas ransel yang berbentuk ramping dengan banyak kantong internal yang berlapis jika akan membawa buku panduan, laptop atau peralatan untuk kamera.

Cobalah Terlebih Dahulu.

Cobalah beberapa model tas punggung yang sesuai kebutuhan dan bentuk tubuh Anda. Pastikan tas dan tali dapat diatur sesuai dengan berat dan tinggi tubuh, selain itu utamakan kenyamanan. Carilah tali ransel dengan bahan non-slip sehingga dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Cobalah tas carrier dengan memasukkan beban dan berjalanlah keliling toko. Tas ransel yang bagus akan membagi beban tersebar di seputar pinggul dan bahu tidak merasakan bebean tersebut sehingga beban terasa relatif ringan.

Pada dasarnya, perempuan mempunyai punggung yang lebih pendek dibanding laki - laki. Pinggul perempuan juga mempunyai bentuk yang berbeda dengan laki - laki. Tak hanya itu, di bagian dada pun mempunyai bentuk yang berbeda sehingga membutuhkan rancangan dan konstruksi yang berbeda.

Ransel khusus untuk perempuan pada punggung bagian bawah biasanya mempunyai kecenderungan untuk menjauh di bagian pinggul untuk menghindari kontak, sehingga konstruksi tali pinggul harus betul - betul nyaman. Sedang pada bantalan bahu titik awalnya lebih dekat dibanding ransel laki - laki dan bentuknya juga lebih melengkung disesuaikan dengan bentuk umum dada seorang perempuan



Sumber : Disini

Kenalan sama Ransel

Sumber : Disini
Kalau cara gendong "PACAR" yang bener sih kayak gini :

Nah udah kenal belum sama "Pacar" sendiri??
Kenalan yuks :D

Senin, 25 Mei 2015

List Peralatan Pendakian

Kegiatan pendakian memang bukan kegiatan yang ringan. Diperlukan persiapan fisik, mental dan peralatan yang dapat membantu selama kegiatan pendakian. Berikut list beberapa perlengkapan pendakian yang mungkin saja dapat menjadi referensi bagi teman-teman yang akan melakukan pendakian.

Perlengkapan Pribadi 

  1. Sepatu ( direkomendasikan untuk menggunakan sepatu trekking atau sepatu ABRI)
  2. Kaus Kaki ( 2 pasang, 1 dipakai selama perjalanan dan satu lagi untuk ganti)
  3. Celana + Baju Perjalanan
  4. Celana + Baju Ganti/Tidur
  5. Jaket Tebal
  6. Sarung Tangan
  7. Masker
  8. Daypack/Carrier
  9. Peralatan Mandi
  10. Matras
  11. Sleeping Bag (optional)
  12. Lampu senter/headlamp
  13. Ponco/Jas Ujan
  14. Veldples (Tempat minum)
  15. Survival Kit 
  16. Korek Api pematik
  17. Korek Api Gas
  18. Lilin
  19. Kail dan senar pancing
  20. Jarum dan benang
  21. Kompas
  22. Peluit
  23. Peniti
  24. Plester


Peralatan Kelompok
  1. P3K
  2. Peralatan Navigasi
  3. Peralatan Memasak
  4. Kompor Lapangan
  5. Trangia
  6. Prafin/Tabung Butane/Spirtus
  7. Misting
  8. Alat Makan
  9. Tenda
  10. Kompan
  11. Flysheet
Sumber : Campur-campur


Semoga dapat membantu :D

Minggu, 24 Mei 2015

Cara Merawat Tenda

Tenda ibarat rumah saat kita sedang berada di alam terbuka. Dia mampu melindungi kita dari terpaan angin, hujan, badai, panas dan masa lalu .. **ups. hehehehhe

Biasanya harga tenda menjadi harga gear yang paling mahal mengingat fungsinya yang sangat penting. Jadi tentulah kita perlu melakukan ritual perawatan khusus supaya dia selalu terjaga ketangguhannya. Berikut adalah tips untuk merawat tenda supaya tetep awet :D

  • Pertama, pastikan kamu gak mendirikan tenda di tempat yang membuatnya rawan terkoyak. Hindari mendirikan tenda di tempat-tempat yang memiliki akar-akaran maupun batu-batu yang tajam. Selain gak nyaman dipakai tidur, tempat seperti ini juga bisa mengoyak alas tendamu.
  • Sepulang mendaki, langsung keluarkan tenda dari wadahnya dan bersihkan dari kotoran yang tercecer. Tenda yang kamu gunakan pasti gak luput dari kotoran seperti tanah dan sisa makanan. Jadi, pastikan tak ada kotoran yang menempel sebelum disimpan. Bagian frame juga patut diperhatikan agarframe-nya tidak mudah berkarat.
  • Setelah tak ada kotoran yang menempel, cucilah tenda dalam keadaan berdiri. Dirikan dulu tendamu dengan frame terpasang. Ini akan memudahkan tenda untuk dibersihkan. Selanjutnya, siram dengan air mengalir dan bersihkan kotoran yang menempel dengan kain plus mild soap. Sementara, bagian flysheetbisa direndam sebentar dalam ember atau digantung lalu disemprot air. Bersihkan noda yagn menempel dengan spons atau kain lembut. Jangan lupa cuci kantongnya juga.
  • Setelah selesai dicuci, jangan buru-buru dibongkar dulu. Biarkan tenda mengering dalam keadaan berdiri. Kalian bisa memanfaatkan plas chamois untuk mengeringkan sudut-sudut tenda. Selanjutnya, letakkan saja di udara terbuka yang terlindung dari sinar matahari seperti di teras rumah dan biarkan kering dengan sendirinya. Setelah tenda dibongkar, jangan lupa lap frame-nya satu persatu dengan kain kering.
  • Sisipkan silica gel dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Kalian bisa menyimpannya di dalam ruangan atau di lemari. Yang penting, hindari tempat-tempat lembab untuk menyimpan peralatan outdoormu.
Sumber : sini

Cara Merawat Sepatu Trecking

Kita Adalah sepasang sepatu, selalu bersama tapi tak bersatu 
Sumber : Dokumen Pribadi dengan si Ungu :D 


Yup yup yup,,,,,
Sepenggal lirik lagu "Sepatu" nya Bang Tulus mengawali tulisan ini, Hehehehe
Sepatu trekking adalah salah satu gear yang perlu sekali kita manjakan. Karena kesehatan dia menentukan setiap langkah kita dalam menjelajahi tempat-tempat yang kita kunjungi. Perawatan sepatu gunung sedikit berbeda dengan sepatu sekolah atau sepatu jogging. Karena ada beberapa hal-hal penting yang perlu kita perhatikan seperti lapisan kedap air dan sol nya. Nah supaya dia berumur panjang dan mampu kalian ajaka menjelajahi berbagai tempat, Ini beberapa tips yang dapat kalian lakukan untuk menjaga dia,,

  • Jangan biarkan sepatumu basah terlalu lama saat pendakian. Cuaca yang gak bisa diprediksi selama mendaki—terutama saat musim hujan—bisa membuat kita menghadapi hujan dan lumpur yang bikin sepatu kita basah dan kotor. Padahal, sepatu trekking yang kita punya belum tentu tahan air. Apalagi, air dan lumpur yang menempel bisa mengurangi umur sepatu. Makanya, jangan pernah lupa untuk membawa lap penyerap air seperti plas chamois yang bisa langsung menyerap air dan mengurangi basah di sepatumu. Apalagi, sepatu yang basah ‘kan bisa bikin masuk angin.
  • Saat mencuci, cukup bersihkan dengan sikat lembut dan sabun tanpa deterjen. Sepatu trekking yang kalian punya sebaiknya gak perlu direndam biar lapisan lemnya gak rusak. Cukup dibasahi aja, lalu gunakan sikat gigi dan sabun tanpa deterjen. Tapi, kalau gak terlalu kotor, sebaiknya gak usah sering-sering dicuci.
  • Setelah dicuci, cukup keringkan di tempat yang teduh. Seperti halnya keril, sinar matahari langsung juga bisa merusak warna sepatumu. Letakkan aja di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara yang baik tapi terlindung dari sindar matahari.
  • Setelah kering, sisipkan silica gel dan letakkan di rak terbuka. Tak perlu memasukkannya lagi ke dalam kotak, cukup taruh saja di rak sepatu. Yang penting, jangan sampai ditumpuk dengan sepatu lainnya. Biar bentuknya tetap terjaga, kamu juga bisa menyisipkan gumpalan kertas ke dalam sepatu.
  • Biar sepatumu makin awet, gak ada salahnya dijahit sebelum digunakan. Biasanya, kita menjahit sepatu setelah lemnya terkelupas dan solnya mulai lepas. Padahal, menjahit sol sepatu justru lebih baik dilakukan saat kita baru membelinya. Jahitan pada sepatu baru memang bikin sepatu kurang sedap dipandang. Tapi, dijamin umur sepatumu bisa lebih panjang.
Sumber : di sini aja
.