Tampilkan postingan dengan label Hiking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiking. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Februari 2016

Teknik Bernafas dan Doping Saat Mendaki Gunung

Buat kamu yang sering naik gunung pastinya bernafas sering sekali menjadi kendala sendiri. Ada berbagai kendala saat mengatur nafas seperti mudah lelah, nafas terengah – engah dan lain sebagainya. Pasti kamu punya teknik nafas yang berbeda – beda selama mendaki gunung kan.

Berikut adalah beberapa teknik melahap tanjakan gunung :
  • Sebisa mungkin hiruplah nafas lewat hidung dan keluarkan lewat mulut.
  • Atur ritme saat melangkah. Jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat. Kalau mau cepat, ya stabil cepat. Jika mau lambat, ya stabil lambat.
  • Istirahatlah secukupnya, jangan terlalu lama. Bisa menyebabkan males gerak.
  • Sebisa mungkin kurangi mengobrol untuk mengurangi nafas ngos – ngosan
  • Bernafast lewat mulut, tekuk lidah hingga hingga ujung lidah menyentuh langit – langit mulut.
  • Saat summit attack / muncak bisa teknik 1 -2, 1 kali langkah 2 kali nafas atau disesuaikan dengan kondisi badan. Ada juga yang menggunakan teknik 5-1. 5 langkah kaki, 1 kali hirup nafas. 
  • Nafas ikuti irama. Sesekali ambil nafas pelan lalu buang pelan – pelan agar jantung juga istirahat sebentar.
  • Mengurangi konsumsi air berlebihan. Minum terlalu banyak akan membuat detak jantung lebih berdetak kencang. Sebaiknya minumlah untuk membasahi tenggorokan dan bibir saja. 
  • Perbanyak kegiatan berenang agar nafas lebih teratur, mengalir seperti bernafas di daratan
  • Istirahatlah di tempat yang datar.
  • Berhentilah merokok saat sedang mendaki / berjalan.
  • Jangan terlalu lama istirahat karena akan membuat suhu badan menjadi dingin, kalau sudah dingin makan akan butuh waktu lagi untuk menyesesuaikan diri dan tenaga lebih mudah berkurang.
  • Jalan 15 menit istirahat 2 menit.
  • Jika jalurnya sangat nanjak dan tidak ada bonus atau jalur bikin bosan biasanya suka di gaspool paling awal setelah itu jalan sesuai ritme.
  • Saat istirahat sebentar usahakan tetap berdiri.
  • Saat istirahat lama, jangan menekuk kaki. Hal ini dimaksudkan agar kaki kita tidak mengalami kram.

Berbagai Teknik Doping Saat Mendaki Gunung :
  • Mengunyah gula merah
  • Cokelat
  • Makan / ngemut permen Frozz rasa orange.
  • Cokelat coki – coki
  • Air
  • Kopi saat istirahat
  • Pocari Sweat
  • Minuman Berenergi.
  • Asupan kalori

Sumber : Disini

Selasa, 19 Januari 2016

Tips Mendaki Saat Musim Hujan


Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menarik, sehingga tak jarang banyak orang yang melakukan pendakian untuk menyalurkan hobinya. Namun aktivitas di ruang terbuka ini juga memiliki resiko, apalagi jika dilakukan saat musim hujan yang mana badai dan angin kencang lebih berpotensi sering terjadi saat turun hujan.

Persiapan serta manajemen perjalanan yang lebih matang sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesuksesan pendakian. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam pendakian saat musim hujan :

>> Persiapan fisik dan mental.

Pada umumnya setiap pendakian memang membutuhkan persiapan fisik dan mental. Namun dalam kondisi musim hujan, persiapan harus lebih matang dan harus siap dengan keadaan cuaca yang bisa lebih ekstrim. Hawa yang dingin, angin kencang serta beberapa hal lainnya dalam pendakian harus dipersiapkan sebaik mungkin.

>> Mengetahui kondisi jalur pendakian.

Hal ini sangat penting untuk diketahui, sehingga ada baiknya anda ataupun teman seperjalanan sudah pernah mendaki gunung yang akan anda pilih. Dengan adanya pengetahuan tentang kondisi jalur pendakian, anda sudah mengetahui dimana lokasi yang tepat untuk beristirahat, mendirikan tenda, ataupun lokasi terdekat untuk berlindung apabila terjadi cuaca buruk.

>> Manajemen perlengkapan.

Kondisi cuaca yang buruk seringkali membuat stamina pendaki menurun. Membawa perlengkapan yang terlalu berat tentu akan memberatkan pendakian anda. Sebaiknya bawalah perlengkapan yang dirasa penting saja seperti jas hujan atau ponco, pakaian ganti kering, senter serta beberapa perlengkapan lainnya yang harus dibawa saat musim penghujan. Tentunya perlengkapan seperti ponco diletakkan pada tempat yang bisa digunakan segera jika hujan turun dengan tiba-tiba.

>> Tidak berkemah.

Berkemah di gunung saat musim hujan akan terasa sangat tidak nyaman. Apalagi jika ada banyak perlengkapan yang basah seperti pakaian, tas, sepatu dan sebagainya. Rembesan air juga menjadi salah satu gangguan ketika barang bersentuhan dengan tenda. Untuk itu, perlu menentukan gunung yang tepat dengan rute yang tidak terlalu panjang. Akumulasi naik-turun gunung antara 6-15 kilometer bisa dijadikan pilihan yang tepat.

>> Bungkus perlengkapan dengan kantong plastik.

Hal ini sangat membantu menjaga perlengkapan anda tetap kering, khususnya sleeping bag dan pakaian ganti dari resiko terkena air hujan apabila tas anda basah. Pakaian yang basah sangat beresiko menurunkan suhu tubuh yang bisa menyebabkan berbagai kemungkinan buruk seperti hypotermia.

>> Gunakan sepatu.

Ketika musim hujan, jalur berlumpur atau tanah yang lembek tentu bukan hal yang asing. Jika menggunakan sandal, resiko terputus cukup besar. Untuk itu menggunakan sepatu bisa lebih aman dalam kondisi alam yang seperti ini.

>> Bawa flysheet dan ponco berukuran besar.

Ketika hujan atau cuaca buruk tiba-tiba datang, belum tentu lokasi berlindung sudah dekat. Dengan membawa flysheet ataupun ponco yang besar, bisa dijadikan alternatif untuk membuat bivak dengan cepat.

>> Bawa tenda bervestibule (teras).

Jika anda berencana untuk tetap camping di gunung saat musim hujan, sebaiknya bawalah tenda yang memiliki teras sehingga memudahkan anda untuk memasak walaupun sedang turun hujan.

>> Bawa bahan penyerap air.

Ketika sepatu atau tenda anda basah maka sangat diperlukan perlengkapan seperti bahan yang dapat menyerap air, contohnya : kertas koran, kanebo ataupun spons.

>> Gunakan tongkat pendakian.

Ketika hujan, tanah tentu menjadi lebih licin dan sangat beresiko terpeleset atau tergelincir. Penggunaan tongkat pendakian bisa sangat membantu atau jika tidak ada anda juga bisa menggunakan ranting pepohonan yang telah patah.

>> Gunakan pelindung kaki/gaiters.

Saat musim penghujan biasanya binatang pacet akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan sendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai geither, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang pacet yang sering menempel di kaki.

>> Hentikan pendakian jika cuaca memburuk.

Jangan memaksakan keadaan, jika cuaca memburuk sebaiknya segeralah berhenti dan berteduh. Perlu diingat pula bahwa dalam mencari tempat berteduh selalu perhatikan hal-hal yang dapat membahayakan anda dari sambaran petir. Seperti misalnya tidak berteduh di bawah pohon yang berdiri sendiri, tidak berada pada aliran air dan tidak pada tempat yang terbuka karena hal-hal tersebut merupakan lokasi yang rawan terhadap sambaran petir.


Setiap resiko dalam beraktivitas di alam bebas bisa dihindari apabila sudah dipersiapkan sebaik-baiknya, termasuk mendaki gunung ketika musim hujan. Hal terpenting yang harus diingat adalah keselamatan dalam pendakian merupakan tujuan yang paling utama, sehingga bila kondisi sudah tidak memungkinkan sebaiknya hindari memaksakan diri. Selalu pentingkan keselamatan dan selamat mendaki.


Sumber : Disini

Top 10 Tips Untuk Pendakian Gunung



Mountaineering adalah sebuah kegiatan besar di luar ruangan untuk mendapatkan badan Anda yang bugar dan sehat melalui tantangan dan juga latihan menyenangkan. Apakah ingin mendaki gunung di dalam negeri atau di luar negeri, tubuh Anda pasti akan menghadapi beberapa tantangan kunci kebugaran, sehingga membaca tips utama kami sebelum memulai …


1.Training for mountaineering / Pelatihan untuk pendakian gunung
Mountaineering adalah sebuah pengejaran yang tidak boleh dilakukan tanpa pemahaman yang baik tentang berbagai aspek yang terlibat, mulai dari membaca Peta dan keterampilan navigasi untuk tali temali dan pemahaman cuaca gunung. Anda pasti harus mempertimbangkan pemesanan sampai dengan menawarkan nasihat pakar organisasi terkemuka seperti di Plas-y-Brenin (Nasional Gunung Centre) atau Bergerigi Globe, yang menawarkan program perkenalan gunung yang sangat baik sampai ke ekspedisi dipandu ke puncak dunia 8.000 mdpl.

2. Preparation and planning for mountaineering / Persiapan dan perencanaan untuk pendakian gunung

Luangkan waktu untuk merencanakan dan mempersiapkan diri untuk pendakian Anda. Ini akan menghabiskan waktu dengan baik dan kemungkinan Anda memiliki pendakian yang sukses dan menyenangkan akan jauh lebih tinggi jika Anda telah mempersiapkan dengan baik. Luangkan waktu untuk merencanakan rute Anda dan mempersiapkan kit Anda terlepas dari apakah Anda pergi untuk mendaki gunung kecil/ perjalanan pendek atau sebuah ekspedisi dalam jangka waktu yang panjang, beberapa perencanaan yang matang dapat membuat semua perbedaan. rencanakan dengan hati-hati juga, selalu periksa kit Anda.

3. Footwear for mountaineering exercise / Alas kaki untuk latihan mountaineering

Pastikan Anda berinvestasi di sepasang sepatu gunung kasar. Untuk musim panas anda dapat pergi kesepasang bukit dan berjalan dengan sepatu bot, tapi untuk musim dingin gunung yang crampon rate boot akan dibutuhkan. Kunjungi toko yang akan menawarkan saran yang baik pada mountaineering boot terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Food for mountaineering / Makanan untuk pendakian gunung

Pastikan untuk membawa banyak makanan (dan air ) pada setiap perjalanan pendakian gunung. Makanan yang menghasilkan energi tinggi dan ringan. Banyak makanan berenergi tinggi dan makanan kemasan yang kini tersedia. Makanan dapat membuat atau menghancurkan ekspedisi jadi pastikan makanan yang Anda bawa adalah sesuatu yang enak dan menyenangkan juga. Hal ini penting pada setiap perjalanan pendakian gunung untuk membawa ransum darurat jika anda berada di gunung lebih lama dari yang diantisipasi.

5. Weather watching before mountaineering / melihat Cuaca sebelum pendakian gunung

Sebelum memulai perjalanan pendakian gunung apapun pastikan Anda mendapatkan ramalan cuaca lokal. Anda selalu dapat menunda upaya kepuncak untuk hari lain, dengan kondisi cuaca yang lebih menguntungkan. Namun, setelah Anda berada pada rute pendakian gunung Anda akan sering melakukan dengan sedikit pilihan untuk mundur sehingga memeriksa cuaca di muka adalah suatu keharusan!

6. Emergency shelter when mountaineering / Hunian darurat saat di gunung

Terlalu banyak kecelakaan dan cedera benar-benar harus dihindari digunung karena orang hanya meremehkan kekuatan awesome cuaca pegunungan. Selalu membawa tempat penampungan darurat, mereka kecil dan ringan tapi dapat penabung kehidupan, melindungi Anda dari elemen cuaca yang tiba-tiba berubah. Ada banyak tersedia tempat penampungan dari hanya dua orang ke tempat penampungan kelompok besar. Beberapa yang terbaik yang tersedia adalah rumah kecil atau Shelter

7. Actions for an emergency / In a mountaineering emergency
Tindakan untuk keadaan darurat /Dalam darurat gunung:

Tidak ada yang ingin berpikir bahwa kecelakaan akan pernah terjadi pada mereka tetapi akan bodoh untuk berpikir bahwa ini akan selalu terjadi. Luangkan waktu untuk mempersiapkan, dan tindakan praktek pada berbagai jenis keadaan darurat. Kebiasaan Tingkat tinggi dari pelatihan berarti Anda akan bereaksi tanpa berpikir, yang menguntungkan karena kemampuan pengambilan keputusan yang sangat terganggu pada kondisi stress dapat terhindari

* Jangan tergesa-gesa dan tetap tenang. Kalau tidak, kecelakaan kecil bisa berkembang menjadi insiden besar.

* Cepat menilai kondisi korban itu.

* Menentukan apakah mereka dapat diperlakukan dan dievakuasi oleh kelompok anda atau jika diperlukan bantuan dari luar.

* Panggilan untuk bantuan eksternal jika diperlukan dengan menggunakan ponsel Anda. Jika Anda tidak memiliki sinyal jaringan maka seseorang perlu meninggalkan untuk mendapatkan bantuan.

* Jangan pernah meninggalkan korban seorang tanpa pengawasan kecuali benar-benar tak bisa dihindari yaitu jika pendakian sebagai pasangan / 2 orang saja. Setidaknya dua orang cocok dan anggota yang dapat diandalkan kelompok harus dikirim mencari bantuan. Tuliskan referensi-grid dan deskripsi lokasi maupun luka-luka korban untuk dibawa ke jasa penyelamatan. (Sebuah penerima data lokasi dengan GPS dapat membuktikan harga yang tak ternilai dalam menentukan lokasi anda yang tepat untuk memberi untuk menyelamatkan tim).

* Pindahkan korban ke tempat hunian / aman dan tetap hangat, terhidrasi dan meyakinkan. Namun, JANGAN PERNAH memindahkan korban jika Anda mencurigai adanya cedera tulang belakang.

* Tidak pernah bergerak jauh dari rute pendakian Anda karena akan memudahkan tim penyelamat menemukan di mana anda dan akan memfokuskan pencarian mereka pada satu titik Jika Anda perlu menemukan penampungan kemudian meninggalkan tanda yang menunjukkan arah ke tim penyelamatan.

8 Emergency communications: Darurat komunikasi:

Selalu mudah mengambil telepon mobile Anda atau alat komunikasi lain(disegel dalam tas tahan air) saat Anda mendaki gunung. Dalam keadaan darurat akan menghemat waktu yang berharga jika Anda dapat menghubungi layanan darurat segera. Sadarilah bahwa kekuatan sinyal jaringan selular dapat tidak ada di beberapa daerah terpencil. Untuk radio ekspedisi tersebut penting karena mereka memungkinkan anggota kelompok untuk berkomunikasi ketika keluar dari tempat satu sama lain di gunung, tetapi juga untuk radio untuk bantuan jika diperlukan.

9 Be safe… Aman …

Gunuung adalah hobi menyenangkan tetapi ada bahaya yang tak terelakkan yang terlibat. Risiko kecelakaan atau cedera akan sangat berkurang jika Anda memulai dengan perencanaan, mudah menentukan arah dan kemudian secara bertahap meningkatkan keparahan rute Anda sebagai pengalaman dan tumbuhnya kepercayaan anda. Jika Anda menekan terlalu keras terlalu cepat ( memaksakan ) dalam perjalanan, maka kecelakaan tak terelakkan dapat terjadi, tempatkan diri Anda, tim penyelamat dan pendaki lain semua berisiko. Rencana menurut kemampuan Anda dan selalu kemampuan anggota terlemah dalam kelompok.

10 First aid / Pertolongan pertama pd kecelakaan

Hal ini juga bernilai dengan meluangkan waktu untuk melakukan investasi di sejumlah bantuan pelatihan dasar pertama karena hal ini berguna untuk memiliki pengetahuan (tidak hanya untuk mendaki gunung tapi untuk kejadian setiap hari). Program yang sangat terjangkau, mudah untuk belajar dan singkat waktu, tetapi dapat membuktikan harga tak ternilai di atas bukit atau pada waktu lainnya. Selalu membawa kit fid pribadi pertama (pemimpin gunung selalu akan membawa kit lebih komprehensif).


Tips Sebelum Menjelajah Hutan

Apapun alasan dibalik penjelajahan ataupun misi pencarian, sangat penting bagi Anda untuk benar-benar mempersiapkan diri.
Tips Penting Sebelum Menjelajah Hutan
Ada banyak alasan untuk menjelajah hutan. Anda mungkin berharap dapat menemukan suku yang hilang, melihat kehidupan di alam liar yang menakjubkan, memotret harimau atau menemukan serangga aneh yang belum bernama. Atau mungkin Anda ingin menguji keberanian, kecerdasan dan kecakapan fisik.
Apapun alasan dibalik penjelajahan ataupun misi pencarian, sangat penting bagi Anda untuk benar-benar mempersiapkan diri. Ketika menjejakkan kaki di jalan setapak hutan, Anda akan meninggalkan abad ke 21 di belakang dan memasuki sebuah tempat yang hampir sama keadaannya dengan ribuan tahun lalu. Tak akan ada lagi teknologi modern. Tak ada mobil, jalan raya, rumah sakit, toko, pos polisi, dan lain-lain.
Satu-satunya yang bisa diandalkan hanyalah diri sendiri, oleh karena itu, perlu persiapan matang sebelum penjelajahan dimulai.
  1. Pastikan Anda dalam kondisi kesehatan yang fit. Berjalan melewati hutan sangat melelahkan, terutama jika vegetasinya sangat rimbun dan terdapat bukit yang harus didaki. Jika tidak dalam kondisi kesehatan yang prima, bukan tidak mungkin Anda akan bermandikan kehabisan nafas bahkan sakit.
  2. Adaptasikan tubuh Anda. Sebelum menjelajah hutan, penting bagi Anda untuk menyesuaikan tubuh dengan suasana panas dan lembab di hutan. Anda juga harus membiasakan diri terhadap suara berisik burung-burung, monyet, serangga. Anda juga harus terbiasa terhadap keberadaan pohon besar. Dalam persiapan penjelajahan Anda, cobalah berjalan di hutan kecil yang aman di sekitar tempat tinggal Anda. Jika tak ada, Anda bisa menggantinya dengan berjalan-jalan di kebun binatang.
  3. Ketahui tentang tanaman dan hewan berbahaya yang mungkin akan Anda temui, sehingga dapat memperkirakan apa yang akan Anda lakukan jika mereka menyerang. Amati berbagai gambar hewan dan tanaman hutan tanpa label, dan lihat seberapa cepat anda dapat mengenali mereka.
  4. Balajar berenang. Karena banyak daerah di hutan yang mustahil dilalui dengan berjalan kaki, mungkin Anda akan melanjutkan perjalanan melalui sungai dengan beberapa jenis perahu, seperti Kano atau rakit tanpa mesin motor. Selalu ada kemungkinan perahu yang anda tumpangi terbalik akibat ulah buaya atau kuda nil. Jadi, bisa berenang dengan baik dapat menyelamatkan hidup Anda.
  5. Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang tempat yang akan Anda kunjungi. Pelajari beberapa fitur lansekap penting dari peta, buku panduan dan diagram. Hal-hal seperti posisi dan nama sungai utama, rawa paling berbahaya dan area bukit yang aneh penting untuk diketahui.
  6. Pelajari budaya masyarakat yang tinggal di sekitar hutan tujuan Anda. Pelajari beberapa kata dari bahasa mereka sehingga Anda dapat bertanya atau meminta tolong ketika sesuatu hal buruk terjadi. Pelajari juga kebiasaan masyarakat setempat. Jangan sampai Anda dianggap tidak sopan hanya karena melakukan hal-hal sepele yang dianggap buruk oleh mereka.
  7. Tinggalkan salinan rencana perjalanan pada seseorang yang Anda percaya. Sehingga mereka bisa memberitahu tim penyelamat dimana tempat pencarian harus dimulai jika Anda tak kembali tepat waktu.
  8. Pastikan Anda telah membaca buku-buku panduan penjelajahan hutan, tips-tips penting bertahan hidup dan buku-buku referensi tentang hutan yang akan Anda jelajahi.

Jika semua persiapan sudah Anda lakukan, siapkan mental dan yakinkan diri Anda untuk segera berangkat. Selamat menjelajah!



Sumber : Disini

Checklist Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung (Part 1)

Berapa hal mengenai persiapan dan  perlengkapan naik gunung yang harus diperhatikan dalam pendakian?  Kusukatravel.com berusaha untuk memberikan checklist yang dapat dicopy/salin bagi para pendaki sebelum setiap pendakian. Checklist  ini dibagi menurut alur waktu (kronologis; sebelum/pra pendakian,  pendakian, setelah/pasca pendakian). Pembaca bisa menyesuaikan checklist persiapan dan perlengkapan naik gunung ini sesuai dengan kebutuhannya.
Persiapan dan perlengkapan naik gunung yang benar akan memberikan bekal untuk pendakian yang berhasil.

1. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pra Pendakian

  • Persiapkan Tujuan

Pastikan rute pendakian dalam keadaan aman untuk didaki. Selalu update dengan berita khsususnya pada waktu mendekati hari H.

  • Persiapkan Rencana

Persiapkan Plan A, Plan B, Plan C sebelum pendakian, bukan  setelah berangkat dari Base Camp. Usahakan tidak ada argumen dalam satu  tim tentang hal pemilihan jalur utama (menimbang pada ketersediaan  perlengkapan naik gunung; logistik dll.).

  • Persiapkan Fisik

Persiapkan rencana fisik, khususnya endurance (ketahanan) dengan lari jauh dsb. Beberapa minggu sebelum pendakian. Management  persiapan mendaki juga sangat vital untuk mendukung tubuh fit,. Ingat  juga pengaturan transport – basecamp – makan – istrahat – mulai naik –  camping – jalan turun – transport pulang, yang membutuhkan management  tenaga untuk kerja dan istirahat. Jangan pernah melakukan pendakian  bila tidak merasa fit. Membatalkan pendakian karena kondisi kesehatan  bukan sesuatu yang memalukan. Selalu ingat, kejadian tingkat rendah di  bawah (misalnya ankle terkilir) akan menjadi sangat sulit di atas.

  • Persiapkan Transportasi

Persiapkan opsi transportasi, entah itu motor/mobil pribadi atau tranportasi umum. Management transportasi berefek tidak hanya ke biaya namun juga ke tenaga dan pikiran.
  • Persiapkan Tim
Persiapkan tim/anggota pendakian. Himbau mereka untuk melakukan  persiapan. Selalu perhatikan jumlah dan kemampuan tiap individu. Mereka  yang baru mendaki pertama kali sebaiknya selalu didampingi. Pendakian  tim dengan beberapa anggota yang semuanya baru mendaki pertama kali (newbie) tidak direkomendasikan. Pendakian solo (seorang diri) juga tidak direkomendaikan,

  • Kalkulasi Biaya

Hitung dan persiapkan biaya pendakian yang biasanya mencakup biaya  transport, registrasi/tiket pendakian (Base Camp), parkir motor/mobil,  makan, lain-lain.

  • Kekuatan  kaki 

Kekuatan kaki sangat dibutuhkan dalam pendakian gunung yang panjang. Latihan  yang rutin adalah resep yang ampuh untuk sebuah ekspedisi.

2. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:  Pendakian

Pakaian

  • Jaket

Jaket berfungsi menjadi penghangat tubuh utama dari dingin. Jaket waterproof, windproof akan sangat membantu pendakian, apalagi dengan berat yang ringan.

  • Kaos

Bawalah kaos rangkap 2 atau 3 potong atau sesuai kebutuhan. Kaos  berbahan katun akan menghangatkan namun material akan mempengaruhi berat  tas ransel anda. Jadi pilihlah sesuai kondisi.

  • Sweater

Pakaian hangat/sweater akan sangat membantu pendakian, khususnya bagi mereka yang hanya membawa jaket windproof tanpa lapisan dalam.

  • Celana Panjang dan Celana Pendek

Celana panjang dan celana pendek dipakai menurut kenyamanan. Sebaiknya  celana panjang ringan parasit juga dipakai pada pendakian untuk  perlindungan terhadap duri/semak-semak pada jalur pendakian.

  • Kaos Kaki

Pilihlah kaos kaki yang tebal. Selain empuk, kaos kaki yang tebal akan  turut menghangatkan. Pada saat turun gunung, kaos kaki dapat dirangkap  untuk menambah kenyamanan ujung kaki karena tekanan pada saat turun  ketika kaki selalu mengerem.

  • Sepatu Gunung 

Sepatu gunung dengan pelindung ankle akan menjadi pendamping yang sempurna dalam pendakian yang hebat. Pakailah selalu sepatu yang nyaman dengan stabilitas baik. Sepatu anti air gore-tex menjadi salah satu yang terbaik untuk saat ini, namun yang terutama sepatu harus memiliki pool untuk traksi ke tanah. Sepatu jogging/running dapat menjadi opsi, meskipun kurang kuat dan tidak melindungi mata kaki/ankle.

  • Sandal Gunung

Menjadi opsi atau tambahan bagi sepatu gunung, khususnya pada saat camping/relax.
  • Kaos Tangan
Kaos tangan berfungsi untuk ikut menghangatkan dan memberikan proteksi  pada tangan akan duri ataupun permukaan yang cukup tajam seperti  bebatuan.

  • Slayer/Scarf/Tutup kepala/Topi/Masker/Balaclava

Untuk melindungi bagian atas tubuh (kepala dan leher) dari panas, dingin, debu, nyamuk. Ruff menjadi satu perlengkapan naik gunung yang mewakili semua fungsi di atas.

  • Kacamata

Kacamata tidak hanya melindungi mata dari debu namun juga menyejukkan mata pada saat panas. Kacamata  yang handal akan melindungi mata dari debu dan panas, sehingga tidak  mudah lelah. “RayBanAviator” by Rich Niewiroski Jr. CC BY 2.5 via  Wikimedia Commons.

  • Jas hujan

Sangat krusial bila cuaca kurang mendukung untuk pendakian. Tambahan  plastik besar untuk melindungi barang-barang berharga akan sangat  berharga.

Makanan dan Minuman

  • Portable Stove/Kompor Gas Portable + Gas

Portable Stove/Kompor Gas Portable menjadi pilihan utama untuk  mayoritas perlengkapan naik gunung. Pastikan kompor berfungsi dengan  baik dan bawalah gas yang cukup untuk pendakian.

  • Piring/Mangkuk, Sendok, Garpu, Nesting
  • Bahan Makanan dan Minuman

Pastikan makanan utama memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang akan  diproses menjadi tenaga; mie, energy bar, snickers, roti tawar, snacks,  makanan yang mengandung gula, dsb. Minuman manis akan sangat membantu  pendakian, Gula jawa akan menambah tenaga dalam pendakian. Untuk  menemani makanan pada saat camping, secangkir the atau kopi akan menjadi  sempurna. Caffeine dalam kopi hitam juga dapat memberikan tenaga ekstra.

Peralatan

  • Tas Ransel/Carrier/Rucksack (+ Rain Cover)

Sangat penting untuk membawa seluruh barang bawaan anda khsusnya tenda,  matras, bahan logistik,dll. Ukuran 60 liter, 80 liter dsb. Dapat  disesuaikan sesuai kebutuhan pendakian. Carrier yang tepat dan  berkualitas akan sangat menunjang pendakian yang efektif dan efisien.  Kualitas dan harga sepertinya tidak bisa berbohong dalam hal ini. Ingat  juga untuk menyertakan rain cover untuk selalu melindungi carrier anda.

  • Day Pack/Hydro Pack

Tas yang lebih kecil berukuran ±20 liter untuk peralatan personal anda. Day Pack/Hydro Pack sangat berguna untuk memburu sunrise dari camping ground.

  • Tenda (+ Flysheet)

Sesuaikan ukuran tenda dengan jumlah pendaki dalam tim anda. Tenda yang baik akan menjadi ‘rumah’ yang nyaman dalam seluruh perjalanan pendakian gunung.

  • Matras

Satu matras untuk sangat pendaki. Sangat dibutuhkan untuk relaksasi di camping ground.

  • Senter (+ Baterai Cadangan)

Pastikan senter yang menjamin visibilitas yang baik. Baterai cadangan dan aplikasi torchlight di HP anda akan memberikan kenyamanan yang lebih.

  • Plastik (dan Drybag)

Sangat direkomendaikan karena menjadi tempat sampah portable.  Bawalah sampah plastik dan non-organik lain turun dan buanglah di tempat  sampah base camp. Plastik dalam ukuran besar dapat menjadi pelindung carrier atau daypack. Plastik kecil dapat menjadi pelindung barang elektronik. Plastik sedang dapat menjadi tempat pakaian kotor.

  • Parang Tebas/Pisau Gunung

Pisau gunung berfungsi untuk peralatan pemotong tali, pemotong kayu, emergency, serangan binatang, dll).
Pisau Gunung, satu perlengkapan naik gunung yang esensial.

  • Sleeping Bag

Sangat krusial sebagai perlengkapan naik gunung.Sleeping bag melindungi  tubuh dari dinginnya gunung pada saat dini hari, melindungi tubuh dari  serangga atau binatang-binatang mikro seperti kutu dll. Silahkan lihat  video di bawah untuk memilih sleeping bag yang sesuai.

  • Gaiter

Sangat mendukung untuk pendakian di daerah berpasir agar pasir tidak masuk ke dalam sepatu.

  • Trekking Pole

Menjadi penyangga tubuh untuk balance yang lebih baik. Terlihat biasa namun kehadirannya memperingan pendakian. Trekking pole juga dapat berfungsi untuk menghardik binatang/serangga.

  • Korek Api

Berfungsi untuk membuat api unggun dan survival kit.

Obat-Obatan/P3K

  • Luka luar: Betadine. Tensoplast, Perban, Alkohol 70%, dll.
  • Pencernaan: Obat maag (Enzyplex), Obat Sakit Perut/Diare (Norit)
  • Kondisional dan Suplemen: Obat alergi (CTM), Sunblock, Obat  Keracunan (Norit), Obat Dehidrasi (Pocari Sweat, Garam), Stamina  (Imunos), Penghangat Tubuh (Tolak Angin).


Navigasi dan Survival Kit

  • Peta/Peta Rute/Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer

Pastikan peta rute pendakian ada di tangan. Kehadiran  Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer akan menjadi perlengkapan naik  gunung dan bagian dari survival kit yang esensial sekaligus menarik.  Selain dapat diinstall melalui aplikasi smartphone (tidak semua fitur),  perlengkapan naik gunung dengan fitur-fitur ini juga dapat dibeli secara  terpisah. Perlengkapan naik gunung Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer/Solar Power dapat juga ditemukan  secara otomatis dalam jam petualang dengan harga 3-6 jutaan.

  • Jam  tangan Triple Sensor sebagai pendamping navigasi perlengkapan naik  gunung yang tangguh (Casio Protrek PRG-240-1 by Tarek Mahmud on Flickr)
  • Peluit

Sangat esensial untuk member kode posisi dan emergency.

Safety Plan

  • Selalu persiapkan dan siap untuk Plan A, Plan B, Emergency, Cancellation/Pembatalan,  dsb. Pelajarilah Pos pemberhentian, pastikan mengetahui posisi air  bersih yang tersedia, pahami resiko dan hindari sebisa mungki
  • Kaca cermin, Tali, Garam (untuk menghalau ular), Pisau.

Personal

  • Identitas Diri, Sejumlah Uang Cash (dan ATM)
Pastikan identias diri (KTP, SIM atau yang lain), sejumlah uang (dan mungkin ATM) ada dalam dompet anda.
  • Kebersihan Personal
Bawa sikat dan pasta gigi, sabun mandi, dan shampoo, handuk (anda dapat  meninggalkannya di mobil atau bagasi motor di base camp untuk tidak  menjadi beban bawaan pendakian – untuk selanjutnya digunakan  bersih-bersih di basecamp).
  • Tissue basah, Tissue Gulung, Hand Cleaner/Sanitizer
Tissue dapat menjadi alat yang praktis untuk membersihkan tangan,  piring, sendok, garpu dll. apabila persediaan air tipis/tidak ada.
  • Lotion anti serangga
  • Kertas catatan dan ballpoint
  • Kamera, Baterai Terisi Penuh, Charger
  • Hand Phone, Baterai Terisi Penuh, Charger (+ Power Bank)
  • Masker full face akan menjadi serbaguna sebagai pelidung debu, panas, dan serangga.

3. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pasca Pendakian

  • Cek kembali barang-barang
Selalu cek perlengkapan naik gunung pada saat pos-pos perhentian dan  camping. Saat turun dari puncak/camping ground, checklist perlengkapan  naik gunung akan sangat membantu pengecekan untuk memastikan tidak ada  barang yang tertinggal.
  • Review dan Evaluasi
Review dan evaluasi pendakian anda dari berbagai aspek. Catat, supaya pendakian berikutnya dapat berlangsung dengan lebih baik.


Sumber : Disini

Senin, 18 Januari 2016

Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

“Kamu pakai apa sih kalau naik gunung?”

Ehm, saya kadang suka heran melihat orang yang sedang mendaki, tapi setelannya udah kayak mau ke mall.

Nggak salah sih, tapi menurut saya naik gunung – atau backpacking ke alam bebas – adalah salah satu bentuk olahraga. Dan olahraga seharusnya memakai pakaian olahraga, kan? Rasa-rasanya aneh kalau kita main futsal tapi pakai kemeja flanel dan jeans.

Memang terlihat nggak aneh sih, justru keren. Tapi saya jamin, yang pakai pakaian keren seperti itu pasti nggak nyaman sama sekali.

Saya menganut layering system dalam berpakaian ketika melakukan kegiatan pendakian. Sistem pelapisan pakaian ini memungkinkan kita untuk mengatur temperatur tubuh kita dengan menyesuaikan lapisan yang dikenakan.

Jadi, kita nggak perlu bawa jaket-jaket tebal yang terlalu besar macam mau ke kutub utara gitu…

Ada tiga lapis yang perlu kita ketahui. Lapisan pertama (base layer) yang langsung menyentuh kulit untuk mengatur kelembaban; lapisan kedua (insulating layer) untuk melindungi dingin dan memberi kehangatan #eaaa; dan lapisan terakhir (shell layer) adalah melindungi kita dari cuaca alam bebas.

Mari kita lihat satu-satu yuk kaka ~

1. Base Layer : Pengatur Kelembaban

Lapisan pertama ini tujuannya tak hanya untuk menyerap keringat, tetapi juga membuatnya menguap ke lapisan berikutnya. Makanya saya tak menyarakan memakai bahan katun karena hanya akan menyerap keringat, tapi tak bisa menguapkannya.

Keringat di baju nggak menguap = lepek lepek basah dan bau nggak sedap mirip sambel oncom basi. Been there dan nggak mau lagi hihi.

Lebih lagi, bahun katun bisa meningkatkan resiko hipotermia. Saya pernah memakai katun sebagai base layer dibawah jas hujan. Padahal air sama sekali tak tembus, tetapi karena berkeringat dan tak menguap, saya pun merasa kedinginan.

Untuk base layer ini, lebih baik memakai bahan seperti wol atau sintetis seperti polyster. Karena bahan-bahan ini tak hanya menyerap keringat, tapi juga mentransfernya ke lapisan luar baju.

Hasilnya : badan kita lebih kering saat berkeringat, dan baju juga akan cepat kering setelah itu. Dan yang paling penting : NGGAK BAU :))


2. Insulating Layer

Insulating layer ini fungsinya buat “menjebak” udara panas di dekat tubuh sehingga kita akan tetap hangat. Untuk lapisan ini, saya menyukai bahan serat alami seperti sweater berbahan bulu angsa (down).

Bahannya sangat ringan dan kecil saat dipacking. Tapi hanya bisa dipakai saat keadaan kering. Tapi belum lama saya melihat websitenya the north face ada teknologi bernama thermoball, bahan yang menyerupai down tetapi bisa tetap digunakan walaupun basah.

Bahan selain down yang populer ada fleece,  di Indonesia umumnya disebut sebagai bahan ‘polar’. Polar ini sebetulnya adalah salah satu teknologi per-fleece-an. Tapi biasa, orang Indonesia suka menyebut brand sebagai nama benda tersebut.

Fleece juga ringan, menahan panas dengan baik, tetapi agak besar saat dipacking karena bahannya yang cenderung tebal. Jaket fleece biasanya jauh lebih murah daripada down.

Untuk musim dingin, tinggal mengganti lapisan kedua ini dengan bahan down atau fleece yang lebih tebal. 

3. Shell Layer

Lapisan terakhir ini sangat penting untuk cuaca di gunung yang tak bisa ditebak. Lapisan ini penting, karena mencegah air masih ke dua lapisan bawah. Jika air sudah masuk, maka hancur sudah fungsi layering ini.

Shell dapat berupa jaket windproof (anti-angin) biasa hingga jaket windproof-waterproof-breathable dengan teknologi macam-macam yang harganya bisa buat beli sepeda motor bekas.

Saat membeli jakcet shell, pastikan ukurannya pas saat kita memakai dua lapisan di bawahnya.

Lebih baik gunakan shell yang beritpe windproof/Waterproof/breathable : Ini tipe yang paling saya sarankan. Teknologi seperti Gore-Tex masuk dalam kategori ini. Tipe ini menahan air, menahan angin, tetapi tetap bisa membuang uap keluar. Jadi saat memakainya di tengah terik matahari pun tak akan terlalu gerah.

Ada juga tipe yang lebih murah seperti hanya windproof, atau windproof/waterproof. Tapi untuk kegiatan alam bebas yang tentunya tingkat pergerakannya tinggi, saya menyarankan tipe yang breathable agar lebih nyaman. Lebih mahal sih memang, tapi gak akan menyesal saat kamu pakai di gunung.


4. Lapisan Tambahan – your style layer.

Ini adalah lapisan yang bisa kita bawa buat narsis. Tapi jangan dipakai pas jalan ya, pas foto-foto aja. Have fun! :))


JANGAN PAKE JEANS YA! :)

So, bagaimana pakaian kamu saat di gunung? Share di komen ya!

Thanks!

Sumber : Cek sini ya!!

Minggu, 24 Mei 2015

Cara Merawat Tenda

Tenda ibarat rumah saat kita sedang berada di alam terbuka. Dia mampu melindungi kita dari terpaan angin, hujan, badai, panas dan masa lalu .. **ups. hehehehhe

Biasanya harga tenda menjadi harga gear yang paling mahal mengingat fungsinya yang sangat penting. Jadi tentulah kita perlu melakukan ritual perawatan khusus supaya dia selalu terjaga ketangguhannya. Berikut adalah tips untuk merawat tenda supaya tetep awet :D

  • Pertama, pastikan kamu gak mendirikan tenda di tempat yang membuatnya rawan terkoyak. Hindari mendirikan tenda di tempat-tempat yang memiliki akar-akaran maupun batu-batu yang tajam. Selain gak nyaman dipakai tidur, tempat seperti ini juga bisa mengoyak alas tendamu.
  • Sepulang mendaki, langsung keluarkan tenda dari wadahnya dan bersihkan dari kotoran yang tercecer. Tenda yang kamu gunakan pasti gak luput dari kotoran seperti tanah dan sisa makanan. Jadi, pastikan tak ada kotoran yang menempel sebelum disimpan. Bagian frame juga patut diperhatikan agarframe-nya tidak mudah berkarat.
  • Setelah tak ada kotoran yang menempel, cucilah tenda dalam keadaan berdiri. Dirikan dulu tendamu dengan frame terpasang. Ini akan memudahkan tenda untuk dibersihkan. Selanjutnya, siram dengan air mengalir dan bersihkan kotoran yang menempel dengan kain plus mild soap. Sementara, bagian flysheetbisa direndam sebentar dalam ember atau digantung lalu disemprot air. Bersihkan noda yagn menempel dengan spons atau kain lembut. Jangan lupa cuci kantongnya juga.
  • Setelah selesai dicuci, jangan buru-buru dibongkar dulu. Biarkan tenda mengering dalam keadaan berdiri. Kalian bisa memanfaatkan plas chamois untuk mengeringkan sudut-sudut tenda. Selanjutnya, letakkan saja di udara terbuka yang terlindung dari sinar matahari seperti di teras rumah dan biarkan kering dengan sendirinya. Setelah tenda dibongkar, jangan lupa lap frame-nya satu persatu dengan kain kering.
  • Sisipkan silica gel dan simpan di tempat yang sejuk dan kering. Kalian bisa menyimpannya di dalam ruangan atau di lemari. Yang penting, hindari tempat-tempat lembab untuk menyimpan peralatan outdoormu.
Sumber : sini

Cara Merawat Sleeping Bag

Sleeping bag atau yang biasa disingkat SB juga punya peranan yang penting dalam perjalanan kita. Untuk teman-teman yang sering naik gunung passti taulah gimana pentingnya SB terutama saat suhu udara dingin mendera dan kehangatan yang dibutuhkan. Mungkin dia ibarat pahlawan saat kita-kita akan tidur dalam dekapan hangat. hehehe
Sumber : disini

Oleh karena itu kita perlu memperlakukan dia dengan benar dan layak, supaya kehangatan dan kenyamanannya tetap terjaga, Berikut beberapa cara merawat kantong tidur ini.

  • Pada pagi hari setelah kamu menggunakannya di dalam tenda, keluarkan kantong tidurmu dan jemur sebentar di luar tenda. Mendaki sampai ke puncak adalah kegiatan yang menguras keringat. Saat masuk ke sleeping bag, kamu tentu gak sempat mandi dulu karena air di gunung terbatas. Jangankan mandi, ganti baju aja belum tentu. Nah, biar SB-mu gak jadi bau gara-gara keringat dan debu yang menempel, biarkan dia terkena sinar matahari setelah kamu bangun pada pagi harinya. Buka lebar-lebar dan jemur saja di atas tenda barang sejenak.
  • Cucilah SB sesekali biar kotorannya terangkat dan bahannya kembali empuk dan mengembang. Sleeping bag umumnya menggunakan bahan khusus yang membuatnya tak perlu sering-sering dicuci. Cucilah setelah beberapa kali penggunaan agar SB kembali bersih dan mengembang. Untuk mencucinya, kamu bisa merendamnya selama sekitar setengah jam dalam campuran air plus sabun tanpa deterjen. Setelah itu, kucek lembut pada bagian yang kotor agar kotorannya terangkat. Untuk noda yang membandel, kamu bisa menggunakan sikat yang halus.
  • Setelah dicuci, cukup gantung dan angin-anginkan sleeping bag di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Sinar matahari adalah musuh buat warna peralatan outdoor, makanya, cukup jemur sampai kering di tempat teduh.
  • Simpanlah sleeping bag pada kantong yang longgar atau gantung saja di lemari. Bila tidak digunakan dalam waktu lama, jangan menyimpannya dalam keadaan terkompresi seperti saat kamu mengemasnya dalam keril, karena bisa membuat tingkat kenyamannya berkurang. Masukkan ke kantong yang longgar plus sisipkan silica gel bila perlu.
Sumber : dari sini aja sih