Selasa, 19 Januari 2016

Tips Mendaki Saat Musim Hujan


Mendaki gunung merupakan aktivitas yang menarik, sehingga tak jarang banyak orang yang melakukan pendakian untuk menyalurkan hobinya. Namun aktivitas di ruang terbuka ini juga memiliki resiko, apalagi jika dilakukan saat musim hujan yang mana badai dan angin kencang lebih berpotensi sering terjadi saat turun hujan.

Persiapan serta manajemen perjalanan yang lebih matang sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kesuksesan pendakian. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan dalam pendakian saat musim hujan :

>> Persiapan fisik dan mental.

Pada umumnya setiap pendakian memang membutuhkan persiapan fisik dan mental. Namun dalam kondisi musim hujan, persiapan harus lebih matang dan harus siap dengan keadaan cuaca yang bisa lebih ekstrim. Hawa yang dingin, angin kencang serta beberapa hal lainnya dalam pendakian harus dipersiapkan sebaik mungkin.

>> Mengetahui kondisi jalur pendakian.

Hal ini sangat penting untuk diketahui, sehingga ada baiknya anda ataupun teman seperjalanan sudah pernah mendaki gunung yang akan anda pilih. Dengan adanya pengetahuan tentang kondisi jalur pendakian, anda sudah mengetahui dimana lokasi yang tepat untuk beristirahat, mendirikan tenda, ataupun lokasi terdekat untuk berlindung apabila terjadi cuaca buruk.

>> Manajemen perlengkapan.

Kondisi cuaca yang buruk seringkali membuat stamina pendaki menurun. Membawa perlengkapan yang terlalu berat tentu akan memberatkan pendakian anda. Sebaiknya bawalah perlengkapan yang dirasa penting saja seperti jas hujan atau ponco, pakaian ganti kering, senter serta beberapa perlengkapan lainnya yang harus dibawa saat musim penghujan. Tentunya perlengkapan seperti ponco diletakkan pada tempat yang bisa digunakan segera jika hujan turun dengan tiba-tiba.

>> Tidak berkemah.

Berkemah di gunung saat musim hujan akan terasa sangat tidak nyaman. Apalagi jika ada banyak perlengkapan yang basah seperti pakaian, tas, sepatu dan sebagainya. Rembesan air juga menjadi salah satu gangguan ketika barang bersentuhan dengan tenda. Untuk itu, perlu menentukan gunung yang tepat dengan rute yang tidak terlalu panjang. Akumulasi naik-turun gunung antara 6-15 kilometer bisa dijadikan pilihan yang tepat.

>> Bungkus perlengkapan dengan kantong plastik.

Hal ini sangat membantu menjaga perlengkapan anda tetap kering, khususnya sleeping bag dan pakaian ganti dari resiko terkena air hujan apabila tas anda basah. Pakaian yang basah sangat beresiko menurunkan suhu tubuh yang bisa menyebabkan berbagai kemungkinan buruk seperti hypotermia.

>> Gunakan sepatu.

Ketika musim hujan, jalur berlumpur atau tanah yang lembek tentu bukan hal yang asing. Jika menggunakan sandal, resiko terputus cukup besar. Untuk itu menggunakan sepatu bisa lebih aman dalam kondisi alam yang seperti ini.

>> Bawa flysheet dan ponco berukuran besar.

Ketika hujan atau cuaca buruk tiba-tiba datang, belum tentu lokasi berlindung sudah dekat. Dengan membawa flysheet ataupun ponco yang besar, bisa dijadikan alternatif untuk membuat bivak dengan cepat.

>> Bawa tenda bervestibule (teras).

Jika anda berencana untuk tetap camping di gunung saat musim hujan, sebaiknya bawalah tenda yang memiliki teras sehingga memudahkan anda untuk memasak walaupun sedang turun hujan.

>> Bawa bahan penyerap air.

Ketika sepatu atau tenda anda basah maka sangat diperlukan perlengkapan seperti bahan yang dapat menyerap air, contohnya : kertas koran, kanebo ataupun spons.

>> Gunakan tongkat pendakian.

Ketika hujan, tanah tentu menjadi lebih licin dan sangat beresiko terpeleset atau tergelincir. Penggunaan tongkat pendakian bisa sangat membantu atau jika tidak ada anda juga bisa menggunakan ranting pepohonan yang telah patah.

>> Gunakan pelindung kaki/gaiters.

Saat musim penghujan biasanya binatang pacet akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan sendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai geither, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang pacet yang sering menempel di kaki.

>> Hentikan pendakian jika cuaca memburuk.

Jangan memaksakan keadaan, jika cuaca memburuk sebaiknya segeralah berhenti dan berteduh. Perlu diingat pula bahwa dalam mencari tempat berteduh selalu perhatikan hal-hal yang dapat membahayakan anda dari sambaran petir. Seperti misalnya tidak berteduh di bawah pohon yang berdiri sendiri, tidak berada pada aliran air dan tidak pada tempat yang terbuka karena hal-hal tersebut merupakan lokasi yang rawan terhadap sambaran petir.


Setiap resiko dalam beraktivitas di alam bebas bisa dihindari apabila sudah dipersiapkan sebaik-baiknya, termasuk mendaki gunung ketika musim hujan. Hal terpenting yang harus diingat adalah keselamatan dalam pendakian merupakan tujuan yang paling utama, sehingga bila kondisi sudah tidak memungkinkan sebaiknya hindari memaksakan diri. Selalu pentingkan keselamatan dan selamat mendaki.


Sumber : Disini

7 Peralatan Yang Wajib Dibawa Saat Mendaki di Musim Hujan


Dingin!
Satu kata ini cukup jelas menggambarkan kondisi pendakian di musim penghujan. Menghadapi beragam risiko pendakian di musim hujan bukanlah perkara mudah. Serangan hipotermia mungkin saja terjadi dalam kondisi hujan. Nah, untuk mengatasi masalah itu ada banyak perlengkapan yang perlu disiapkan. Berikut ketujuh peralatan yang wajib dibawa saat mendaki di musim penghujan.

>> Jas Hujan.
Jas hujan atau rain coat merupakan alat wajib yang harus dibawa. Gunakan rain coat yang fleksibel, ringan, dan tidak makan tempat. Pilih bentuk rain coat yang tidak menyulitkan gerak langkahmu.

>> Cover Bag.

Pakailah cover bag untuk menutupi ranselmu. Cover bag berfungsi mengurangi resiko basahnya bagian dalam ransel. Cover bag, tidak menjamin bagian dalam ranselmu tetap kering. Benda berbahan parasut ini hanya sebatas mengurangi resiko saja loh.

>> Trash Bag.

Trash bag alias kantong sampah juga sangat berguna ketika mendaki di musim hujan. Sebelum melakukan packing, masukan terlebih dahulu trash bag untuk melapisi isi trash bag berfungsi sebagai lapisan pelindung berikutnya selain cover bag. Siapkan pula trash bag cadangan jika trash bag utama mulai rusak dan bocor.

>> Kantong Plastik.


Setiap set pakaian masukan ke dalam bungkusan plastik masing-masing agar tidak basah. Sekalipun sudah dilapisi cover bag dan trash bag, tetap saja ada kemungkinan masuknya air ke dalam ransel. Jadi ini pertahanan terakhirmu. Ikat rapat-rapat setiap set pakaian. Ingat, jangan sampai ikatan itu justru malah menyulitkanmu saat membukanya. Plastik bening kiloan juga berguna untuk membungkus perangkat elektronik maupun dompet yang tidak boleh basah sama sekali. Siapkan pula plastik cadangannya yaa.

>> Korek Anti Air.

Gunakan korek anti air agar bisa tetap nyala ketika hendak digunakan dalam keadan basah. Jika tidak ada, siapkan korek gas. Jika saat digunakan tidak bisa menyela, teruslah gesek-gesek putaran korek hingga mengering. Dengan begitu, kamu bisa segera menyalahkan peralatan memasak.

>> Lap Kanebo.

Lap kanebo dibutuhkan untuk mengeringkan tenda. Kok mengeringkan tenda? Ya, pada saat membuka tenda di tengah hujan, kemungkinan besar air akan masuk ke dalam tenda. Jika sudah demikian, saatnya lap kanebo bekerja. Keringkan air yang menggenang di dalam tenda dengan lap kanebo ini.

>> Termos.

Pada saat diterjang hujan dan angin dingin, tubuh membutuhkan kehangatan yang cepat. Oleh karena itu bawalah termos yang berisi minuman panas. Isilah selalu termos di saat yang memungkinkan. Air panas dapat menghindari tubuh dari serangan hipotermia.

Nah, itulah tujuh peralatan yang patut disiapkan saat mendaki gunung di musim penghujan. Bagaimana pun juga, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Membawa peralatan secara lengkap dapat mengurangi resiko fatal dalam mendaki gunung di musim hujan. Selamat mendaki di musim hujan.


Sumber : Disini

Kontak Basecamp Gunung di Jawa


Semoga Bermanfaat :D

Tips (Tetap) Kece Ketika Mendaki Gunung


Siapa bilang pendaki itu identik dengan kekumelan, ketidak-molekan, ketidak-kecean, dan out fashion (gak yakin bahasa inggrisnya bener)? Siapa bilang hah? Siapa??

Pendaki masa kini udah beda banget lagi. Seiring berkembangnya jaman, makin banyak pendaki kece yang tidak lupa untuk tetap memperhatikan penampilannya meskipun di tengah-tengah hutan belantara. Eits, perlu dicatat, kece disini artinya bukan dandan maksimal ya. Sederhana, tapi tetap menawan. Kayak akuh..

Nah, buat kamu yang kepengen tetap kece pas lagi mendaki gunung, coba baca tips gak penting ini:

1. Outfit
Pastikan outfit kamu, setelan baju dan celana kamu matching. Gue sejatinya gak ngerti matching itu persisnya kayak gimana, tapi yang jelas, pakailah kaos yang ringan dan mudah kering, berwarna kalem seperti hijau lumut, merah maroon, biru laut, coklat tua, maupun hitam. Jangan putih. Gampang keliatan kotornya. Tapi kalau kamu yang emang pengen bikin pencitraan kalau naik gunung musti kotor-kotoran ya ndak papa. Hak kamu.

Perihal celana, pakailah celana yang diperuntukkan khusus buat naik gunung seperti celana berbahan tipis dan mudah kering. Celana kargo juga okay. Cari warna-warna setipe warna baju, kayak abu-abu, hitam, coklat, krem, atau biru. Jangan sekali-kali pakai celana jeans pas manjat gunung, selain berat kalau basah, juga gampang menyerap dingin.

Saran: jangan pakai hotpants, baju kurung, gaun malam, atau baju adat. Kamu bukan lady gaga, plus, bikin susah manjat.

2. Carrier atau Ransel Gunung

Ransel gunung yang biasa disebut dengan Carrier atau Keril, masa kini penuh dengan warna warna menarik yang membuat pemiliknya atau pemanggulnya semakin terlihat kece. Tapi jangan salah sangka, salah kira, dan salah tergoda, semakin menarik warnanya, semakin mahal harganya. Apalagi kalau kerilnya merk luar kayak deuter, jack wolf skin, vaude, berghauss (eh, ada tasnya gak ya), the north face, dan lain sebagainya. Selain warnanya menarik, tekhnologinya juga bagus. Ada yang bikin punggung gak bungkuk, ada yang bikin beban jadi gak berat. Tapi ya gitu deh, barang bagus harganya emang bikin sakit hati...

Sakit banget.

Ada solusinya sih, produk lokal sekarang juga makin kece sih designnya. Meskipun teknologinya masih belum sekeren produk luar. Tapi at least, harganya jauh banget kalau dibandingin produk luar. Kecuali eiger yah, doi harganya udah selangit. Bikin sakit ati juga!

3. Jaket
Segala jenis jaket yang ada dan diperuntukkan khusus buat manjat gunung kini juga semakin fashionable, tipis, tapi tetap hangat. Warna juga mulai beragam gak melulu item dan coklat. Paling the bestnya ya udah makin banyak jaket gunung yang waterproof dan windproof juga! Jadinya gak perlu beli dan bawa-bawa raincoat lagi! Soal harga? Gak usah ditanya, jawabannya sama kayak keril, semakin bagus barangnya semakin sakit hati abang. Mahal cyin!

Etapi kalau mau yang lumayan murah, produk merk lokal juga harganya lumayan murah. Masalah kualitas ya bersaing lah sama yang merk luar.

4. Sepatu/Sepatu Gunung
Di postingan yang ini kayaknya pernah gue bilang kalau sepatu gunung masa kini udah makin kece, pas di kaki dan gak berat. Warnanya pun sudah makin beragam kayak ijo lumut, biru tua, dan juga merah cabe-cabean. Begitu pun dengan sendal gunung, makin komplit modelnya. Tapi saran gue sih, kalau sandal gunung mendingan tetep yang item. Itu elegannya udah gak bisa ditawar lagi tuh!

5. Aksesoris
Aksesoris disini maksudnya adalah barang yang penting gak penting tapi biasanya jadi bawaan kita juga selama mendaki. Dan sedikit banyak menambah level kekecean kita kalau memakai barang-barang ini pada timing yang pas. Apa aja sih barang-barang itu?

- Kupluk
Aksesories satu ini berguna banget buat kita pakai pas malem hari dan mau tidur dalem tenda. Cari yang bisa nutupin kuping, karena kuping cepet dingin.Penting!! Jangan dipakai pas siang-siang atau malam dan dikombinasikan dengan jaket motor maupun sarung. Kecuali kamu adalah mamang-mamang yang suka nawarin villa di puncak.

- Slayer
Sepotong kain bermotif dan punya banyak warna ini cukup populer di kalangan pendaki. Selain bisa jadi penutup jidat yang lebar, bisa juga jadi masker dadakan.

- Ruff
Jenis potongan kain lainnya yang selevel lebih tinggi dari slayer. Kain ini bisa jadi masker, bisa jadi penutup jidat, bisa jadi topi perompak, bisa jadi syal, bisa jadi gelang, bisa jadi sumber uang kalau kepepet dan kalau ada yang beli, bisa juga jadi suvenir pernikahan.

- Gelang, Kalung, Jam Tangan
Ya udah lah ya gak usah dibahas. Udah gede kan?

- Sarung tangan
Sebenernya sih benda ini sangat berguna kalau tebel dan kering. Selain bikin telapak tangan jadi anget, tangan kamu juga senantias bersih.

Kalau mau yang stylish banget sih boleh lah bawa sarung tangan yang biasa buat ngegym, tapi ya gak anget sama sekali.

-Sunglasses
Alias kacamata item. Kacamata ini dipakai sama orang yang jenis mukanya bagus banget baru bisa jadi kece. Tapi jujur aja, kalau orang yang jenis mukanya kayak gue, kalau make kacamata item entah kenapa jadi keliatan macem tukang pijet keliling. :((





Sumber : Disini

Top 10 Tips Untuk Pendakian Gunung



Mountaineering adalah sebuah kegiatan besar di luar ruangan untuk mendapatkan badan Anda yang bugar dan sehat melalui tantangan dan juga latihan menyenangkan. Apakah ingin mendaki gunung di dalam negeri atau di luar negeri, tubuh Anda pasti akan menghadapi beberapa tantangan kunci kebugaran, sehingga membaca tips utama kami sebelum memulai …


1.Training for mountaineering / Pelatihan untuk pendakian gunung
Mountaineering adalah sebuah pengejaran yang tidak boleh dilakukan tanpa pemahaman yang baik tentang berbagai aspek yang terlibat, mulai dari membaca Peta dan keterampilan navigasi untuk tali temali dan pemahaman cuaca gunung. Anda pasti harus mempertimbangkan pemesanan sampai dengan menawarkan nasihat pakar organisasi terkemuka seperti di Plas-y-Brenin (Nasional Gunung Centre) atau Bergerigi Globe, yang menawarkan program perkenalan gunung yang sangat baik sampai ke ekspedisi dipandu ke puncak dunia 8.000 mdpl.

2. Preparation and planning for mountaineering / Persiapan dan perencanaan untuk pendakian gunung

Luangkan waktu untuk merencanakan dan mempersiapkan diri untuk pendakian Anda. Ini akan menghabiskan waktu dengan baik dan kemungkinan Anda memiliki pendakian yang sukses dan menyenangkan akan jauh lebih tinggi jika Anda telah mempersiapkan dengan baik. Luangkan waktu untuk merencanakan rute Anda dan mempersiapkan kit Anda terlepas dari apakah Anda pergi untuk mendaki gunung kecil/ perjalanan pendek atau sebuah ekspedisi dalam jangka waktu yang panjang, beberapa perencanaan yang matang dapat membuat semua perbedaan. rencanakan dengan hati-hati juga, selalu periksa kit Anda.

3. Footwear for mountaineering exercise / Alas kaki untuk latihan mountaineering

Pastikan Anda berinvestasi di sepasang sepatu gunung kasar. Untuk musim panas anda dapat pergi kesepasang bukit dan berjalan dengan sepatu bot, tapi untuk musim dingin gunung yang crampon rate boot akan dibutuhkan. Kunjungi toko yang akan menawarkan saran yang baik pada mountaineering boot terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Food for mountaineering / Makanan untuk pendakian gunung

Pastikan untuk membawa banyak makanan (dan air ) pada setiap perjalanan pendakian gunung. Makanan yang menghasilkan energi tinggi dan ringan. Banyak makanan berenergi tinggi dan makanan kemasan yang kini tersedia. Makanan dapat membuat atau menghancurkan ekspedisi jadi pastikan makanan yang Anda bawa adalah sesuatu yang enak dan menyenangkan juga. Hal ini penting pada setiap perjalanan pendakian gunung untuk membawa ransum darurat jika anda berada di gunung lebih lama dari yang diantisipasi.

5. Weather watching before mountaineering / melihat Cuaca sebelum pendakian gunung

Sebelum memulai perjalanan pendakian gunung apapun pastikan Anda mendapatkan ramalan cuaca lokal. Anda selalu dapat menunda upaya kepuncak untuk hari lain, dengan kondisi cuaca yang lebih menguntungkan. Namun, setelah Anda berada pada rute pendakian gunung Anda akan sering melakukan dengan sedikit pilihan untuk mundur sehingga memeriksa cuaca di muka adalah suatu keharusan!

6. Emergency shelter when mountaineering / Hunian darurat saat di gunung

Terlalu banyak kecelakaan dan cedera benar-benar harus dihindari digunung karena orang hanya meremehkan kekuatan awesome cuaca pegunungan. Selalu membawa tempat penampungan darurat, mereka kecil dan ringan tapi dapat penabung kehidupan, melindungi Anda dari elemen cuaca yang tiba-tiba berubah. Ada banyak tersedia tempat penampungan dari hanya dua orang ke tempat penampungan kelompok besar. Beberapa yang terbaik yang tersedia adalah rumah kecil atau Shelter

7. Actions for an emergency / In a mountaineering emergency
Tindakan untuk keadaan darurat /Dalam darurat gunung:

Tidak ada yang ingin berpikir bahwa kecelakaan akan pernah terjadi pada mereka tetapi akan bodoh untuk berpikir bahwa ini akan selalu terjadi. Luangkan waktu untuk mempersiapkan, dan tindakan praktek pada berbagai jenis keadaan darurat. Kebiasaan Tingkat tinggi dari pelatihan berarti Anda akan bereaksi tanpa berpikir, yang menguntungkan karena kemampuan pengambilan keputusan yang sangat terganggu pada kondisi stress dapat terhindari

* Jangan tergesa-gesa dan tetap tenang. Kalau tidak, kecelakaan kecil bisa berkembang menjadi insiden besar.

* Cepat menilai kondisi korban itu.

* Menentukan apakah mereka dapat diperlakukan dan dievakuasi oleh kelompok anda atau jika diperlukan bantuan dari luar.

* Panggilan untuk bantuan eksternal jika diperlukan dengan menggunakan ponsel Anda. Jika Anda tidak memiliki sinyal jaringan maka seseorang perlu meninggalkan untuk mendapatkan bantuan.

* Jangan pernah meninggalkan korban seorang tanpa pengawasan kecuali benar-benar tak bisa dihindari yaitu jika pendakian sebagai pasangan / 2 orang saja. Setidaknya dua orang cocok dan anggota yang dapat diandalkan kelompok harus dikirim mencari bantuan. Tuliskan referensi-grid dan deskripsi lokasi maupun luka-luka korban untuk dibawa ke jasa penyelamatan. (Sebuah penerima data lokasi dengan GPS dapat membuktikan harga yang tak ternilai dalam menentukan lokasi anda yang tepat untuk memberi untuk menyelamatkan tim).

* Pindahkan korban ke tempat hunian / aman dan tetap hangat, terhidrasi dan meyakinkan. Namun, JANGAN PERNAH memindahkan korban jika Anda mencurigai adanya cedera tulang belakang.

* Tidak pernah bergerak jauh dari rute pendakian Anda karena akan memudahkan tim penyelamat menemukan di mana anda dan akan memfokuskan pencarian mereka pada satu titik Jika Anda perlu menemukan penampungan kemudian meninggalkan tanda yang menunjukkan arah ke tim penyelamatan.

8 Emergency communications: Darurat komunikasi:

Selalu mudah mengambil telepon mobile Anda atau alat komunikasi lain(disegel dalam tas tahan air) saat Anda mendaki gunung. Dalam keadaan darurat akan menghemat waktu yang berharga jika Anda dapat menghubungi layanan darurat segera. Sadarilah bahwa kekuatan sinyal jaringan selular dapat tidak ada di beberapa daerah terpencil. Untuk radio ekspedisi tersebut penting karena mereka memungkinkan anggota kelompok untuk berkomunikasi ketika keluar dari tempat satu sama lain di gunung, tetapi juga untuk radio untuk bantuan jika diperlukan.

9 Be safe… Aman …

Gunuung adalah hobi menyenangkan tetapi ada bahaya yang tak terelakkan yang terlibat. Risiko kecelakaan atau cedera akan sangat berkurang jika Anda memulai dengan perencanaan, mudah menentukan arah dan kemudian secara bertahap meningkatkan keparahan rute Anda sebagai pengalaman dan tumbuhnya kepercayaan anda. Jika Anda menekan terlalu keras terlalu cepat ( memaksakan ) dalam perjalanan, maka kecelakaan tak terelakkan dapat terjadi, tempatkan diri Anda, tim penyelamat dan pendaki lain semua berisiko. Rencana menurut kemampuan Anda dan selalu kemampuan anggota terlemah dalam kelompok.

10 First aid / Pertolongan pertama pd kecelakaan

Hal ini juga bernilai dengan meluangkan waktu untuk melakukan investasi di sejumlah bantuan pelatihan dasar pertama karena hal ini berguna untuk memiliki pengetahuan (tidak hanya untuk mendaki gunung tapi untuk kejadian setiap hari). Program yang sangat terjangkau, mudah untuk belajar dan singkat waktu, tetapi dapat membuktikan harga tak ternilai di atas bukit atau pada waktu lainnya. Selalu membawa kit fid pribadi pertama (pemimpin gunung selalu akan membawa kit lebih komprehensif).