Rabu, 24 Februari 2016

Teknik Bernafas dan Doping Saat Mendaki Gunung

Buat kamu yang sering naik gunung pastinya bernafas sering sekali menjadi kendala sendiri. Ada berbagai kendala saat mengatur nafas seperti mudah lelah, nafas terengah – engah dan lain sebagainya. Pasti kamu punya teknik nafas yang berbeda – beda selama mendaki gunung kan.

Berikut adalah beberapa teknik melahap tanjakan gunung :
  • Sebisa mungkin hiruplah nafas lewat hidung dan keluarkan lewat mulut.
  • Atur ritme saat melangkah. Jangan terlalu cepat maupun terlalu lambat. Kalau mau cepat, ya stabil cepat. Jika mau lambat, ya stabil lambat.
  • Istirahatlah secukupnya, jangan terlalu lama. Bisa menyebabkan males gerak.
  • Sebisa mungkin kurangi mengobrol untuk mengurangi nafas ngos – ngosan
  • Bernafast lewat mulut, tekuk lidah hingga hingga ujung lidah menyentuh langit – langit mulut.
  • Saat summit attack / muncak bisa teknik 1 -2, 1 kali langkah 2 kali nafas atau disesuaikan dengan kondisi badan. Ada juga yang menggunakan teknik 5-1. 5 langkah kaki, 1 kali hirup nafas. 
  • Nafas ikuti irama. Sesekali ambil nafas pelan lalu buang pelan – pelan agar jantung juga istirahat sebentar.
  • Mengurangi konsumsi air berlebihan. Minum terlalu banyak akan membuat detak jantung lebih berdetak kencang. Sebaiknya minumlah untuk membasahi tenggorokan dan bibir saja. 
  • Perbanyak kegiatan berenang agar nafas lebih teratur, mengalir seperti bernafas di daratan
  • Istirahatlah di tempat yang datar.
  • Berhentilah merokok saat sedang mendaki / berjalan.
  • Jangan terlalu lama istirahat karena akan membuat suhu badan menjadi dingin, kalau sudah dingin makan akan butuh waktu lagi untuk menyesesuaikan diri dan tenaga lebih mudah berkurang.
  • Jalan 15 menit istirahat 2 menit.
  • Jika jalurnya sangat nanjak dan tidak ada bonus atau jalur bikin bosan biasanya suka di gaspool paling awal setelah itu jalan sesuai ritme.
  • Saat istirahat sebentar usahakan tetap berdiri.
  • Saat istirahat lama, jangan menekuk kaki. Hal ini dimaksudkan agar kaki kita tidak mengalami kram.

Berbagai Teknik Doping Saat Mendaki Gunung :
  • Mengunyah gula merah
  • Cokelat
  • Makan / ngemut permen Frozz rasa orange.
  • Cokelat coki – coki
  • Air
  • Kopi saat istirahat
  • Pocari Sweat
  • Minuman Berenergi.
  • Asupan kalori

Sumber : Disini

Selasa, 23 Februari 2016

Cewek Backpackeran Sendiri? Why Not :)

Tren jalan-jalan saat ini sedang mewabah. Bukan hanya jalan-jalan di dalam kota, bahkan sampai ke luar kota dan luar negri. Salah satu gaya jalan-jalan yang cukup menantang di kalangan anak muda adalah gaya backpacker.

Backpacker menjadi pilihan banyak orang dalam melakukan perjalanan wisata yang mudah dan sederhana. Perjalanan menjadi lebih fleksibel dan santai. Istilah backpacker sendiri muncul dari kata backpack atau ransel, tas yang mudah dibawa kemana-mana dan muat banyak barang. Mungkin kemudahan dalam membawa backpack inilah yang memunculkan istilah backpacker, yaitu jalan-jalan dengan cara yang mudah dan mandiri.


Backpacker dalam arti sesungguhnya merupakan wisawatan yang ingin berlibur dengan budget terbatas dengan hanya membawa satu tas ransel dan mengandalkan lingkungan sekitar.

Saat ini, backpacker style tidak hanya dimiliki oleh kaum pria. Para wanita pun ingin tampil eksis mensejajarkan diri dengan para pria. Namun perlu diingat bagi para wanita, wanita lebih rawan mengalami tindak kriminal saat jalan-jalan. Untuk itu perlu persiapan matang ketika ingin melakukan sebuah perjalanan.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum backpacker-an agar aman dan nyaman dalam berpetualangan.

1. Tentukan Tujuan
Ini adalah langkah awal ketika ingin pergi berpetualang. Dengan mengetahui lokasi tujuan, kita bisa menentukan perencanaan yang baik. Ada orang yang memiliki gaya travelling dengan memilih lokasi secara acak, yang penting berangkat dulu dan baru di lokasi menentukan mau kemana lagi selanjutnya. Ini terlalu beresiko untuk wanita, apalagi bagi pemula.


2. Dokumen Perjalanan
Dokumen seperti identitas diri atau paspor dipersiapkan dengan baik. Gunakan sabuk atau tempat penyimpanan uang khusus yang dipakai di balik pakaian. Simpan uang tunai dan paspor atau dokumen penting lainnya di tempat itu. Ada beberapa backpacker wanita menyimpan uang tunai di balik kaus kaki, sehingga dalam keadaan genting sekalipun masih memiliki uang cadangan.


3. Transportasi
Ketika memesan moda transportasi, usahakan jadwal tiba di lokasi yang dituju pagi atau siang. Ini untuk memudahkan dan memberi rasa nyaman karena suasana masih terang. Jika tiba malam hari, cenderung lebih sulit untuk beradaptasi dengan kondisi sekitar.

Selama di perjalanan, hindari situasi ketika hanya berdua saja dengan lawan jenis. Usahakan mencari teman dengan sesama wanita, sehingga bisa sharing biaya perjalanan dan menjadi teman ngobrol selama perjalanan.


4. Penginapan
Setelah memesan moda transportasi, langkah selanjutnya adalah cari penginapan. Ini sangat penting untuk memastikan sudah ada tempat untuk bermalam, paling tidak untuk hari pertama.
Bagi kaum pria, lebih mudah mencari penginapan. Berbeda dengan wanita yang perlu memperhatikan faktor keamanan, kebersihan dan sudah barang tentu yang sesuai pula dengan kantong.



5. Taksi Resmi
Setelah mendapatkan penginapan, tanyakan kepada recepsionist-nya cara menuju ke penginapan. Jika naik kendaraan umum, berapa biayanya dan berapa lama perjalanannya. Jika naik taksi, pastikan menggunakan taksi resmi. Di beberapa bandara di Indonesia, terkadang banyak taksi gelap yang akan menyusahkan kita. Artinya, tanyakan juga ke penginapan nama taksi yang direkomendasikan agar aman dan nyaman.

Sebelum naik taksi, perhatikan nomor plat dan nomor taksi tersebut. Perhatikan juga papan nama sang pengemudi. Setelah di dalam taksi, kuncilah pintu dengan benar. Tak sedikit tindakan kriminal terjadi pada wanita saat berada di taksi.



6. Tersesat
Jika tersesat di jalan, jangan biasakan untuk membuka peta di jalan. Ini menunjukan bahwa kita adalah seorang turis yang tersasar. Carilah tempat yang tidak terbuka oleh umum dan dengan tenang bukalah peta. Jika tidak mengetahui arah jalan, lebih baik tanyakan langsung kepada polisi.

Bagaimana kalau ada yang memberi tumpangan gratis?
Sebaiknya jangan sekali-kali menerima tumpangan orang asing. Menumpang kendaraan orang lain merupakan sesuatu yang biasa terjadi di beberapa negara di dunia. Tapi ingat, kita masih asing di sebuah tempat yang baru. Lebih baik menunggu taksi atau kendaraan umum lainnya meski harus menunggu lama.


7. Tas Ransel
Bawalah barang-barang yang dapat dengan mudah dibawa dalam sekali angkut. Saat ini banyak dijual model tas ransel yang bisa digunakan untuk backpacker-an dengan kapasitas besar. Hindari terlalu banyak tas yang akan merepotkan. Bawa juga ransel atau tas kecil untuk membawa barang-barang yang diperlukan pada hari itu, dan tinggalkan sisanya di penginapan.


8. Pakaian
Ini adalah hal yang sering terlupakan oleh wanita selama melakukan petualngan. Cara berpakaian seharusnya bisa dibedakan antara perjalanan untuk bisnis atau jalan-jalan. Apalagi solo backpacker atau berpetualangan sendirian. Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, berpakaianlah seperti layaknya para perempuan sekitar selama perjalanan.

Misalnya jika berpetualang ke daerah Timur Tengah dan negara Asia lainnya, kenakan pakaian berlengan panjang, dengan celana ataupun rok yang menutupi seluruh bagian kaki. Jangan sampai kita menggunakan pakaian yang mencolok dan tidak sesuai dengan norma masyarakat sekitar.

Sebaiknya, sebelum berangkat, lakukanlah penelitian kecil-kecilan mengenai budaya lokal dan bahasa tubuh mereka. Bersikaplah bersahabat kepada sesama pelancong dan tentunya kepada orang lokal. Bertemanlah dengan mereka, khususnya dengan penduduk lokal yang sama-sama perempuan. Selain kita bisa banyak mendapat cerita dari mereka, tentunya bisa mendapat makan siang gratis, bahkan penginapan gratis di rumah mereka ;)

Jangan kenakan terlalu banyak perhiasan, atau mengeluarkan peralatan teknologi seperti telepon genggam di tempat umum. Karena ini akan mengundang orang yang berniat jahat.



9. Keamanan/Pertahanan Diri
Jika mengalami tindak kejahatan, jangan segan untuk berteriak. Karena dengan berteriak akan mengundang perhatian orang sekitar untuk ingin tahu apa yang terjadi. Hal ini akan membantu dalam mencari jalan keluar masalah yang sedang dihadapi.


10. Berdoa, berdoa dan berdoa
Jangan lupa untuk berdoa sebelum berangkat, selama di perjalanan, dan ketika tiba di tempat tujuan. Pastikan juga untuk menunaikan sholat dimanapun kita berada, bepergian bukanlah alasan untuk meninggalkan kewajiban kepada Sang Pencipta keindahan dunia ini.

Selamat Backpackeran Ladies :D

Sumber : Disini

7 Aplikasi Berguna untuk Traveler, Apa Saja?

Era teknologi seperti sekarang ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh traveler. Saat melakukan aktivitas jalan-jalan, selain perlengkapan pakaian, uang, jaket, topi, tas, dan kamera, kamu juga perlu mempersiapkan aplikasi traveling untuk mempermudah aktivitas kamu.


Berikut kami pilihkan 7 aplikasi yang berguna buat kamu selama liburan :)

1. Peta dan navigasi
Jenis aplikasi pertama yang harus ada di gadget traveler adalah aplikasi peta dan navigasi, alias penunjuk arah. Ada beberapa aplikasi yang bisa traveler coba. Yang paling gampang dan cukup diandalkan adalah Google Maps, atau yang terbaru dan cukup ngetren adalah Waze.

Interface Waze yang cukup menarik membuat traveler bisa dengan mudah mendapat arahan menuju destinasi yang ingin traveler datangi. Selain itu, Waze juga memungkinkan traveler mendapatkan informasi dari pengguna Waze lainnya untuk mengkalkulasi daerah-daerah macet dan menyediakan rute yang paling efisien untuk menuju tempat tujuan.

Dengan aplikasi peta dan navigasi, traveler bisa merancang rencana perjalanan dengan akurat. Ketika sedang traveling, aplikasi ini juga membantu mobilitas traveler.


2. Aplikasi pemesanan
Ada banyak aplikasi pemesanan yang bisa traveler coba, mulai dari Agoda sampai AirBnB, yang berasal dari luar negeri hingga Traveloka dan Tiket.com yang produk dalam negeri. Semuanya punya keunggulan masing-masing. Mulai dari pesan hotel, sampai pesan tiket pesawat.

Aplikasi pemesanan hotel akan sangat membantu traveler dalam rangka merencanakan liburan impian. Apakah ingin liburan 3 hari 2 malam atau bahkan seminggu, semuanya bisa dipesan dari gadget yang berada di genggaman tangan Anda. Dari jauh-jauh hari sebelum liburan, hingga di detik terakhir hendak berangkat pun bisa!


3. Konverter mata uang
Tak kalah penting dengan jenis aplikasi lainnya, aplikasi konverter mata uang juga wajib untuk traveler miliki di gadget pribadi. Saat keluar negeri, aplikasi ini sangat penting agar traveler tidak kena tipu money changer lokal. Misalnya ada aplikasi The Converted yang bisa traveler coba install.

Seringnya karena kurang informasi, traveler diakali oleh pedagang yang curang. Namun setelah ada aplikasi The Converted, hal itu bisa diminimalisasi. Selain mata uang, The Converted juga bisa untuk mengonversi satuan yang tidak lazim seperti feet atau pon, menjadi satuan yang lebih familiar seperti meter atau kilogram.


4. Social media
Inilah aplikasi yang paling populer sejagat raya. Meskipun bukan aplikasi khusus traveling, Facebook, Twitter, hingga baru-baru ini Path, menjadi patokan bagi traveler untuk berburu tiket pesawat murah, diskon hotel, hingga berbagai info menarik lainnya.

Traveler bisa memanfaatkan momen istimewa ini dengan cara menjadi pengikut akun Twitter maskapai penerbangan atau hotel tertentu, guna mendapat info yang update mengenai potongan harga ataupun info menarik lainnya. Layak dicoba!

Aplikasi social media juga membantu traveler memberikan informasi aktivitas kita kepada kerabat dan teman-teman. Saatnya eksis!

5. Pembuatan itinerary
Untuk pengguna iPhone, ada aplikasi Kayak Travel Pro yang bisa dijajal. Aplikasi ini akan menemani saat Anda sedang berpergian. Fiturnya pun terhitung cukup lengkap, ada pencarian hotel, tiket pesawat, rental mobil, hingga mengatur serta mengedit rencana perjalanan alias itenirari, semuanya bisa dilakukan di Kayak.

Selain Kayak, ada pula TripIt, salah satu aplikasi terbaik untuk merencanakan perjalanan. Traveler hanya perlu masukan email atau bukti booking pemesanan, lalu Anda sudah bisa mendapatkan rencana perjalanan yang lengkap yang dirancang TripIt. Aplikasi ini mudah diakses dan itinerary ala TripIt ini pun bisa disebarkan ke keluarga ataupun teman anda. Seru bukan?


6. Packing
Jenis aplikasi terakhir adalah aplikasi yang bisa membantu traveler dalam packing barang. Tak percaya? Coba saja pakai Packing Pro, niscaya kegiatan packing akan jadi lebih mudah dan tidak mendatangkan masalah.

Tugas utama aplikasi ini adalah membantu traveler membuat daftar barang bawaan berdasarkan jumlah orang yang bepergian dan lama waktu bepergian. Aplikasi Packing Pro harus dimiliki bagi traveler yang pelupa karena akan sangat membantu dalam merencanakan liburan.

7. Penyimpanan Data Online
Salah satu yang terkenal adalah Google Drive. Google Drive adalah fasilitas penyimpanan online gratis dari Google, dengan kapasitas cukup besar. Asyiknya, Google Drive ini bisa diakses dari komputer juga smartphone apapun.
Google Drive memiliki fungsi layaknya Dropbox yaitu sinkronisasi data dari PC. Jadi sobat bisa membuat dan berbagi data dan dokumen di google drive tersebut. Selain itu sobat juga bisa mengakses data file dari mana saja di rumah ataupun di kantor dengan terhubung dengan internet pastinya. Ini bisa juga digunakan untuk membackup foto-foto perjalanan.

Sumber : Disini

Tips Memprediksi Cuaca

Rencana bepergian atau liburan bersama teman atau keluarga perlu banyak persiapan. Persiapan yang kurang matang dapat menyebabkan kurang nyaman dalam liburan. Salah satu yang perlu diketahui adalah kondisi cuaca, yang dalam kondisi tertentu bisa membuat acara berantakan bahkan batal.

Oleh karena itu, memperkirakan kondisi cuaca beberapa saat sebelum pergi tentu menjadi langkah yang bijaksana agar rencana bepergian dan berlibur dapat berjalan lancar.
Selain lewat informasi prakiraan cuaca di media massa, ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan. Berikut beberapa cara yang cukup efektif dan mudah dilakukan oleh siapa saja.
  1. Cara paling mudah memprediksi cuaca adalah dengan melihat langit. Jika langit dipenuhi awan mendung, sangat mungkin hujan akan segera turun. Sebaliknya, jika langit terlihat cerah, rencana berlibur ke tempat terbuka dapat dijalankan sesuai rencana.
  2. Arah angin bisa menjadi sumber info juga. Jika ada angin lemah dari arah utara atau timur kemungkinan akan terjadi cuaca baik, namun jika datangnya dari arah barat atau barat daya, kemungkinan hujan atau gerimis akan tiba.Bagaimana cara mengetahui arah angin ? Mudah saja, basahi jari telunjuk ke dalam mulut, lalu acungkan jari ke atas menghadap lurus ke Utara, rasakan bagian paling dingin di jari tangan kalian datang dari arah mana karena sisi itulah yang menunjukan arah angin dominan bertiup.
  3. Memperkirakan cuaca dapat juga dilakukan dengan melihat serangga atau burung. Jika binatang-binatang tersebut terbang rendah atau lebih sering berada di daratan, lebih baik bersiap-siap kalau hujan bakal turun. Hal ini bisa terjadi lantaran mereka menghindari angin yang cukup kencang di atas.Lebah juga dapat dijadikan penanda hujan. Jika binatang satu ini terlihat sibuk di kebun atau pekarangan rumah, kita dapat berlega hati, karena cuaca akan cerah. Untuk kura–kura akan mencari dataran yang lebih tinggi jika hujan besar akan datang. Sedangkan semut akan membangun sarang mereka dengan tepian yang curam sebelum hujan datang.
  4. Matahari bisa membantu kita untuk memprediksi cuaca. Apabila ketika terbit memiliki warna merah tua disertai awan gelap maka kemungkinan akan turun hujan. Jika terang dengan cahaya penuh maka kemungkinan cuaca akan cerah. Jika ketika matahari terbenam warnanya kuning cerah dan warna oranye di bawahnya, maka kemungkinan hujan akan turun. Hujan juga mungkin akan turun jika warnanya kuning pucat.
  5. Kondisi bulan bisa dijadikan patokan pula. Jika bulan bersinar sangat terang, itu berarti menandakan cuaca dengan baik alias cerah. Jika banyak awan yang menyelimuti bulan ada kemungkinan hujan akan turun. Kemudian amati pula disekitar sinar bulan itu ada cincin cahaya yang disebut sebagai “halo”. Halo adalah kristal es dan sekaligus bibit air di langit sana. Jika ada cincin cahaya ini maka bisa jadi besok atau lusa akan hujan lebat.
  6. Jika kita berada di dataran tinggi, kabut bisa menjadi salah satu acuan. Jika kabut menggumpal cerah seperti awan maka cuaca mungkin akan baik. Kabut di lembah pada pagi hari, meramalkan cuaca baik. tetapi kabut di gunung menandakan hujan akan datang.
  7. Terakhir, jika hujan akan turun, umumnya hawa akan menjadi lebih lembab. Jika udara berbau seperti pupuk kompos, maka kemungkinan akan hujan. Ada peribahasa mengatakan ‘wangi bunga tercium sesaat sebelum hujan. Nah ternyata benar, bau harum menjadi sangat kuat pada udara lembab.Kalau sudah begini, jangan lupa membawa payung jika harus bepergian.

Tentu saja ini adalah cara-cara umum yang dapat dilakukan. Jika ragu dapat mengecek di badan-badan yang telah ditunjuk lewat situs resmi.
Selamat mencoba belajar memperkirakan cuaca.
Sumber : Disini

Pendakian Gn.Ciremei via Apuy

Rencana pendakian Gunung Ciremei sebenarnya sudah diagendakan jauh-jauh hari. Namun karena kesibukan dan keterbatasan waktu libur, akhirnya baru dieksekusi pada liburan awal Bulan Februari 2016 kemarin. Untuk pendakian kali ini merupakan pendakian dengan personil paling sedikit, yaitu 3 orang (efek terpisah dengan rombongan lain yang ga pernah ketemu selama pendakian).

Setelah penuh kebimbangan antara mau berangkat atau nggak, akhirnya kami (Aku, opik dan Kak Anug) pun sepakat berangkat pada tanggal 5 Februari 2016. Diawali dengan drama rebutan bus primajasa (efek libur long weekend) akhirnya kami baru bisa ketemu di CIleunyi tanggal 6 Februari 2016 jam 6.30 pagi. Setelah sarapan tahu Sumedang dan lontong, kami pun memulai perjalanan dengan menaiki elf jurusan Majalengka. Berharap dapat elf Cikijing (Majalengka) yang sedikit kosong dan ternyata nge-zonk akhirnya kami memutuskan untuk naik elf jurusan Cirebon dan turun di Kadipaten Majalengka. Perjalanan Cileunyi – Kadipaten ternyata membutuhkan waktu sekitar 2 jam, dan setelah itu dilanjutkan dengan elf Cikijing menuju Terminal Maja. Akhirnya pukul 11.30 kami pun sampai di Terminal Maja. Setelah membeli logistik (sayuran, air mineral dan melon) kami pun melanjutkan perjalanan ke basecamp Apuy dengan menggunakan mobil pick up. Perjalanan menuju basecamp Apuy dan pos 1 menghabiskan waktu perjalanan sekitar 1-1,5 jam dengan disuguhi pemandangan kebun penduduk yang aduhai indahnya…..
Pos 1 Apuy ...... Cekreeek 


Pukul 13.30 siang, akhirnya kami sampai di Pos 1 pendakian. Setelah membeli tiket 50.000 per orang, kamipun bersiap-siap untuk melakukan pendakian. Setelah sholat dan berdoa, akhirnya kami pun memulai pendakian pukul 14.10 waktu itu.
Jalur ke Pos 2
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 didominasi oleh jalur landai dengan beberapa jalur beraspal yang didoninasi dengan semak. Lama perjalanan normal dari pos 1 ke pos 2 sekitar 30 menit.
Sesampainya di Pos 2 (Pos Arban) yang ditandai dengan bangunan shelter yang cukup luas, kami pun memaksimalkan waktu untuk meluruskan kaki dan nafas yang lumayan ngap-ngapan (efek ga ada pemanasan dan factor U, heheheh). Setelah nafas mulai teratur dan tenaga mulai pulih, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pos 3.
Istirahat dulu,, Perjalanan ke Pos 3
Perjalanan ke Pos 3 merupakan perjalanan paling panjang sebelum puncak. Jalur didominasi dengan hutan yang cukup lebat dengan tanjakan yang aduhai. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba turun hujan lebat yang memaksa kami untuk beristirahat dibawah flysheet dengan menyeduh kopi Bali yang dibawa oleh Kak Anug. Setelah agak reda, kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 3. Tapi karena dasarnya kami pendaki yang terlalu santai dan enjoy, akhirny kami memutuskan untuk membuka tenda sebelum pos 3 setelah hari cukup gelap dan melihat tanjakan super aduhai yang bikin males untuk digeber.
Malam Pertama kami dengan seduhan kopi Malang plus cemilan 

Akhirnya kami membuka tenda yang tak jauh dari pos 3, dan bermalam di sana dengan menghabiskan waktu dengan memasak sop + seduhan kopi malang plus cemilan yang menemani obrolan ngalor ngidul hingga mata terasa berat.

Esok paginya, setelah sarapan dan beres-beres tenda, terjadi sedikit tragedi buat opik yaitu dia menginjak ranjau yang memaksanya untuk membuang sandal hotel kesayangan yang udah bau ranjau. Hahahahha. 
Akhirnya  pukul 10.00 kamipun melanjutkan perjalanan. 

Foto dengan tetangga di camp pertama
Ternyata benar, setelah tanjakan yang aduhai, pos 3 pun kami temui. Dan kami pun istirahat sebentar sambil foto kece.. cekreeek J

Tak butuh waktu lama untuk istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 4 dan pos 5. Untuk mencapai kedua pos ini sebenernya ga butuh waktu lama sekitar 2-3 jam. Tapi berhubung kami pendaki yang terlalu santai sekali, akhirnya kami baru sampai di Pos 5 pukul 14.00. Hahahhaha

Berhubung cuaca sudah mulai mendung dan tenaga mulai terkuras, akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di Pos 5 (Sanghyang Rangkah) dan untungnya kami mendapatkan spot tenda yang cukup untuk 2 tenda. Kami pun menghabiskan hari itu dengan makan, makan, makan dan makan lalu tidur lebih awal (jam 10 malam) untuk persiapan summit di esok hari.
Foto kece dulu di Pos 3 dan Pos 4, Cekreek 

Pukul 4 pagi kami pun bersiap untuk melakukan summit attack dan kami baru berangkat setelah sholat subuh. Ternyata benar kata orang, jalur terberat adalah jalur dari pos 5 hingga puncak. Jalur didominasi dengan tanjakan super aduhai yang memaksa lutut sering bertemu dengan perut. T_T. Akhirnya setelah penuh perjuangan, kami pun sampai di puncak pukul 7 pagi.
Bonus Pemandangan ke Puncak
Jalur ke Puncak yang bikin meringis

Setelah melakukan tradisi di puncak (sebut saja foto-foto dan bikin video) kamipun memutuskan segera turun karena angin dan matahari sudah mulai tinggi. Perjalanan turun ke pos 5 ternyata membutuhkan lamanya waktu setengah dari perjalanan naik.
Emaaak, kita sampai puncak 
Alhamdulillah
Setelah makan + tiduran bentar + beres-beres tenda, pukul 11 kamipun segera meninggalkan pos 5. Dan ternyata cuaca saat itu terlalu baik buat kami, baru berjalan sebentar eh hujan sudah datang menyambut dan menemani perjalanan pulang kami.

Dengan beberapa drama perosotan dan kemlipiran jalur, akhirnya kamipun terus menggeber langkah dan baru istirahat di pos 2 setelah kami menyadari langkah mulai oleng (efek perut lapar, hahhaha). Setelah isi tenaga, si opik pun geber duluan meninggalkan aku dan Kak Anug yang berjalanan cukup santai di belakang. Dan Alhamdulillah pukul 15.30 kita sampai di pos 1 dengan selamat meskipun kakiku mulai terseok-seok. Setelah istirahat dan bersih2, kami melanjutkan perjalanan ke Terminal Maja dengan menaiki pick-up.

Sampai di terminal Maja, opik langsung membeli sandal baru dan pecel lele sambal menunggu elf ke arah Bandung. Sampai pukul 5 sore ternyata kami belum dapat elf ke arah Bandung, dan itupun memaksa kami plus rombongan lain untuk mencarter elf. Selama perjalanan ke Cileunyi, perjalanan didominasi dengan keheningan alias tidur. Dan pukul 9 malam kami baru sampai Cileunyi. Perjalananku pun dilanjutkan dengan naik go-jek ke kosan, sedangkan opik dan kak Anug masih harus berjuang berebut primajasa, dan mereka akhirnya sampai di rumah saat subuh. Hahahahhaha
 Lamanya Perjalanan Kami :
Terminal Maja – Pos 1 (1 jam) naik Pick Up

Pos 1 – Pos 2 ARBAN (30 menit)
Pos 2 – Pos 3 Tegal Masawa (1-2 jam)
Pos 3 – Pos 4 Tegal Jamuju (45 menit – 1 jam)
Pos 4 – Pos 5 Sanghyang Rangkah (1-2 jam)
Pos 5 – Puncak  (2 jam)



Transportasi ke Apuy
  1. Bandung (Cileunyi) – Majalengka (Kadipaten) naik Elf Bandung-Cirebon selama 2 jam 25000 per orang
  2. Kadipaten – Terminal Maja  naik Elf Cikijing 1 jam 10000 per orang
  3. Terminal Maja – Pos 1 naik pick up carteran  1 jam 35000 per orang