Selasa, 19 Januari 2016

Camcer di Pulau Perak (Part 1)


Rencana piknik kali ini sebenarnya sudah direncanakan dari sebelum bulan Desember. Awalnya aku kira agenda ini tidak akan di eksekusi akibat kesibukkan masing-masing. Tetapi ternyata 2 minggu sebelum hari H, agenda ini dieksekusi juga. Yups pikenik awal taun…

Untuk taun ini kami berencana untuk pergi ke Pulau Perak. Setelah tahun kemarin kita juga piknik awal taun di Pulau Semak Daun Kep.Seribu. Seperti taun sebelumnya, ketuplak untuk acara piknik dipegang oleh Bung Roni yang berduet dengan Wawan. Acara piknik taun ini diikuti oleh 11 orang, yaitu aku, Kohbi, Tuty, Wawan, Inna, Roni, Icha, Niko, Mak’e, Gilih dan Nita. Sebagai tempat meeting point seperti biasa di kosan Icha yang ada di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Aku dan Kohbi yang berangkat dari Bandung otomatis capcus dari rumah lebih awal. Tapi kita ga berangkat bareng, soalnya Kohbi harus ke BSD dulu untuk menjemput cemewewnya, Tuty.
Tanggal 31 Desember 2015, kami semua pun sudah berkumpsul di kosan Icha sambal menyiapkan logistic dan peralatan piknik. Maklum kita mau camping, jadi logistic kudu disiapin dari awal. Hehehhe
Setelah selesai menyiapkan logistic, akhirnya kita tidur dengan ditemani suara kembang api taun baru yang bikin telinga sakit. Dengan dipaksa2kan, akhirnya kamipun tertidur dengan (semoga) nyenyak. Heheheh…

Jam 3 kita sudah bangun, soalnya para ladies mau antri mandi di kosan icha yang Cuma ada 1 kamar mandi. Seteleh semuanya mandi dan sholat subuh, akhirnya kamipun berangkat ke Muara Angke sekitar jam 5. Jam 6.30 kita sampai di Muara Angke dan ternyata rameee banget. Mungkin efek libur panjang jd banyak yang mau piknik ke pulau. Hehehhehe… Akhirnya Wawan pun antri tiket kapal dan harganya 55000 per orang. Tak mau berdesak-desakkan untuk masuk ke kapal, akhirnya kita pun langsung masuk ke kapal setelah tiket sudah di tangan dan memilih tempat yang nyaman untuk perjalanan di kapal yang diperkirakan akan menghabiskan waktu 4 jam. Berhubung semalam kurang tidur, maka sebelum kapal berangkat pun saya sudah pelor setelah minum antimo sebagai obat tidurnya. Terbangun sekitar jam 10an saat kapal sudah mulai dekat dengan Pulau Harapan. Sekitar jam 11 akhirnya kapal pun merapat di Pulau Harapan.

Setelah mendarat di Pulau Harapan, kamipun segera mencari masjid untuk berganti pakaian dan sholat Jumat. Sekitar jam 1 baru kita berangkat ke tempat snorkeling dan  Pulau Perak. Perjalanan ke tempat snorkeling ternyata tidak lama, sekitar 1 jam akhirnya kita sampai di area snorkeling. Akupun awalnya ragu untuk ikut snorkeling mengingat taun kemarin aku ga bisa menikmati snorkeling karena ga bisa berenang dan Cuma ngrepotin temen buat dijadiin pegangan waktu di air. Namun melihat asiknya teman-teman yang snorkeling, akhirnya akupun memberanikan diri untuk ikutan nyemplung dengan pengawalan dari Wawan dan Niko. Akupun dibawa ke tempat untuk foto-foto underwater. Bapak sopir kapal pun membantuku untuk berani nyelam buat difoto. Akhirnya setelah disilep2in selama 4x, akupun dapet foto yang keceh. Meskipun tetep kudu pegangan karang, dan kata temenku nih foto mirip alien. -____-. Dan setelah itu akhirnya aku berani snorkeling tanpa pengawalan dan bisa berenang untuk pindah tempat. 
Alien yang berhasil nyelem walaupun masih pegangan karang

abaikan tanggal di foto,, itu salah setting


Setelah puas main-main sekitar 1 jam, akhirnya kamipun balik ke kapal untuk menuju destinasi snorkeling selanjutnya.  Disini aku pun tanpa piker panjang, langsung aja nyemplung dan menikmati pemandangan underwater. Ceritanya udah ga takut lagi gituu… hahahhaha. Puas bersnokling, kita pun dibawa oleh pemilik kapal ke Pulau Gosong. Menurutku pulau Gosong ini semacam pulau yang hanya muncul saat air disekitarnya surut. Pasirnya pun putih sekali. Dan itu sungguh memaksa kami untuk foto-foto macam anak alay. Hehehehe


Yang Harus Diperhatikan dalam Memilih Tas Gunung



- Ringan
Ransel sebisa mungkin tidak merupakan beban tambahan yang berlebihan, terbuat dari bahan yang tahan air (water proof) sehingga kalau hujan tidak akan bertambah berat, dan cukup melindungi isinya (walaupun tetap harus diberikan perlindungan ekstra dengan menggunakan kantung plastik terutama untuk perlengkapan yang peka; pakaian tidur, alat rulis, makanan kering, dan lain-lain).

- Kuat
harus mampu membawa beban dengan aman, berdaya tahan tinggi, tidak mudah robek, jahitannya tidak mudah lepas. retsleting tidak mudah rusak.

- Sesuai dengan Kebutuhan dan Keadaan Medan
Ransel yang dipakai haruslah sesuai dengan keadaan medan yang dihadapi. Untuk medan gunung hutan, tidak dianjurkan untuk memakai ransel dengan rangka luar (external frame). Ini akan menyulitkan pergerakan jika melewati semak. Ransel jenis tersebut cocok digunakan pada medan datar, terbuka (salju, padang rumput, pantai).

-Nyaman Dipakai
Dianjurkan agar memakai ransel yang mempunyai rangka. Rangka ini perlu agar berat beban merata dan seimbang ke seluruh tubuh. Rangka ini juga membuat kenyamanan karena adanya ventilasi antara tubuh/punggung dengan ransel. Bagi ransel dengan rangka di dalam (internal frame) mungkin perlu ditambah dengan bahan yang menyerap keringat pada bagian yang bersentuhan dengan punggung.

- Praktis
Kantung-kantung tambahan serta pembagian ruangan akan memudahkan mengambil barang-barang tertentu.

Sumber: Diktat Wanadri Panduan Dasar Kegiatan Di Alam Bebas.

Tips Memilih Sepatu Gunung

Sebelum kita memutuskan untuk membeli sepatu baru ada baiknya kita memperhatikan tips-tips di bawah ini.


1. Pertimbangkan dengan jenis perjalanan yang akan kita lakukan. Mulai dengan mencari sepatu boot atau sepatu trekking yang tepat dengan melihat kategori / karakter medan yang paling cocok dengan rencana perjalanan kita.

Secara umum sepatu outdoor bisa dibagi dalam 3 kategori dasar, yaitu :

a. Sepatu untuk pendakian ringan.

Sepatu ini di desain untuk perjalanan sangat pendek seperti pendakian sehari atau aktivitas semalam saja. Sepatu tersebut menitik beratkan pada tingkat kenyamanan seperti penggunaan bantalan pelindung,dan bahan yang breathable (mempunyai kemampuan bernafas-mengeluarkan uap panas dari dalam sepatu).

b. Sepatu untuk pendakian sedang.

Sepatu ini didesain untuk aktivitas pendakian dengan beban pendaki yang ringan sampai cukup.Sepatu ini lebih tangguh dan bisa menyangga / menahan beban yang dipikul dari pada sepatu ringan, sepatu ini cocok untuk perjalanan yang pendek sampai sedang pada medan yang mudah sampai cukup berat.

c. Sepatu untuk pendakian berat / sepatu khusus mountaineering.

Sepatu boot ini didesain untuk di medan berat dan dengan beban pendaki yang sedang sampai berat. Bentuknya tinggi, bisa menyangga kaki,dan bisa melindungi kaki dan pergelangan kaki. Sepatu ini didesain bagi aktivitas berhari-hari / berminggu-minggu. Sepatu ini sangat tangguh dan kaku bahkan beberapa diantaranya cocok untuk penggunaan crampon (untuk sepatu salju atau es), sehingga sepetu ini sangat melindungi dan menunjang untuk aktivitas mountaineering.

2. Pertimbangkan Masalah Bahan.

Bahan yang dipergunakan dalam pembuatan sepatu bIoot atau tIrekking akan berpengaruh terhadap berat, kemampuan bernafas / breathability-nya, kekuatannya serta ketahanannya terhadap air. Berdasarkan bahan yang dipakainya, sepatu boot dibagi atas :

a. Sepatu dengan Bahan Nylon Mesh dan Potongan Kulit.

Kelebihan sepatu jenis ini yaitu ringan sehingga bisa mengurangi beban, cenderung empuk di kaki, cepat dalam membukanya, harganya relatif lebih murah dan bisa bernafas (breathable), menjadikannya cocok dipakai pada cuaca hangat sampai sedang, cepat kering di kala basah dan cocok untuk perjalanan / pendakian pendek sampai sedang. Tapi mempunyai kelemahan, diantaranya kurang stabil pada medan yang miring, kurang tahan lama serta kebanyakan kurang tahan air dibandingkan sepatu boot dengan bahan full kulit (kecuali yang menggunakan lapisan waterproof).

b. Sepatu Kulit.

Sepatu ini benar-benar tahan air, tangguh dan lebih supportive dibanding sepatu campuran bahan kulit dan nylon. Sepatu ini biasanya digunakan untuk perjalanan panjang / lama, beban pendaki berat dan medan pendakian yang sulit / keras, dan paling penting tahan lama. Tapi sepatu boot in tidak se-ringan dan se-breathable campuran kulit / nylon, serta memerlukan waktu untuk membuka dan memasangnya.

c. Sepatu Plastik.

Sepatu ini dipergunakan untuk medan es atau salju, dipakai untuk kegiatan pendakian / ekspedisi ke gunung-gunung bersalju atau es. Bentuknya sangat kaku / rigid, sangat layak untuk penggunaan crampon (alas bergerigi yang dipasang di sepatu), terdiri dari dua lapis yaitu lapisan dalam sebagai penghangat dan bagian luar sebagai pelindung,Seiring perkembangan teknologi, beberapa sepatu boot baik dari bahan campuran kulit / kain atau full kulit sekarang banyak yang tahan terhadap air sehingga kaki tetap kering saat hujan turun, ini terjadi berkat penggunaan / perlakuan lapisan tahan air seperti Gore-tex, Sympatex Dry-tex, Outdry, dll. Perlakuan ini diaplikasikan pada kebanyakan material sepatu boot untuk mempertinggi tingkat ketahanan airnya.

Walau demikian lapisan ini bukan merupakan obat mujarab bagi sepatu boot, karena umurnya tidak tahan lama dan perlakuan ini berpengaruh terhadap harga serta bisa membuat kaki menjadi tidak nyaman jika dipakai di udara panas. Tingkat ketahanan air ini tergantung dari jenis bahan yang digunakan, bahan-bahan pelindungnya, seberapa sering dipakainya dan sebaik apa perawatannya. Jika perawatannya benar maka lapisan tahan airnya bisa bertahan lebih lama dari pada umur sepatu itu sendiri. Oleh sebab itu pastikan selalu mengikuti aturan
perawatan yang biasanya terdapat pada setiap kemasan sepatu, sehingga sepatu kita bisa tahan lama dan berfungsi dengan baik.

3. Pertimbangkan Cara Pembuatannya.

Secara umum sepatu boot dibuat dengan cara mekanisasi / pabrikasi dan manual / hand made. Teknik pembuatannya dilakukan dengan cara dijahit dan direkatkan (di-lem atau di-press). Sepatu yang dibuat dengan teknik penjahitan performanya tangguh dan bisa diandalkan, jika telah usang / rusak solnya bisa diganti. Dengan teknik ini sepatu yang dihasilkan akan berbeda dalam
hal kekuatan dan kekakuan masing-masing produsen mempunyai kiat-kiat khusus, seperti gaya Norwegia, gaya Italy, dsb. Sedangkan sepatu yang dibuat dengan proses perekatan / pengeleman, biasanya pembuatannya lebih cepat, hasilnya lebih tangguh, umumnya lebih murah.

4. Pertimbangkan Saat Mencobanya.

Setelah kita memilih berbagai ukuran dan modelnya, cara terbaik untuk memutuskan mana yang akan kita pilih adalah dengan mencoba sepatu tersebut. Saat mencoba sepatu, jangan mengandalkan ukuran sol sepatu yang umum atau berpatokan pada nomor yang biasa kita pakai. Sebab sepatu no. 8 buatan pabrik / merk yang satu mungkin berbeda dan memang biasanya berbeda dibandingkan buatan pabrik/merk yang lain. Jadi yang terbaik adalah mencobanya.


(Rudy Firdaus - Eiger Adventure Training & Education, dari berbagai sumber)

TIPS MEMILIH TAS CARRIER BAGI PENDAKI PEREMPUAN



Kegiatan hiking atau mendaki gunung sekarang ini tidak hanya digemari oleh kaum adam atau para lelaki, akan tetapi kaum hawa juga tidak segan melakukan olahraga yang terbilang ekstrim ini. Selain berolahraga, sensai yang ditawarkan saat mendaki gunung ternyata mampu menghipnotis para wanita untuk menjejakan kakinya di puncak gunung.


Tentu dengan dibutuhkan persiapan ekstra bagi para wanita jika ingin melakukan pendakian, salah satunya adalah pemilihan tas. Tas Carrier atau tas punggung adalah salah satu alat yang penting bagi para penggiat alam bebas maupun bagi para traveller. Dan kegunaan tas tersebut bagi wanita sangatlah menunjang dalam berkegiatan tersebut. Karena biasanya para wanita membawa berbagai macam barang seperti kosmetik, dompet dan banyak barang lain.

Namun saat memilih tas carrier bagi wanita yang digunakan untuk berpergian, khususnya untuk berlibur ala backpacker sebaiknya ikuti beberapa tips memilih tas carrier wanita berikut tips dan saran yang dilansir dari Belantara Indonesia agar Anda dapat menemukan tas carrier yang tepat dan nyaman.

Pastikan Memiliki Fitur Waterproof.


Anda tidak akan pernah tahu kondisi cuaca yang sewaktu - waktu berubah menjadi hujan. Untuk lebih amannya, pilihlah tas dengan bahan waterproof ( anti air ). Jadi Anda tidak perlu takut baju atau barang didalam tas ransel basah terkena air hujan. Selain anti air, pastikan bahan pembuatnya juga cepat kering sehingga tas tidak akan bau apak.

Memiliki Internal Frame.
Di keril / carrier bag, biasanya terdapat besi yang dapat menahan postur tubuh, dan sangat bagus sebagai penopang badan kita saat membawa barang berat.

Memiliki Sabuk Pinggul Yang Rendah.

Memiliki sabuk pinggul yang rendah, sehingga pinggul dapat membantu punggung menopang berat ransel, sementara strap di dada lebih tinggi sehingga tidak menindih payudara dan strap bahu terletak berdekatan, berhubung ukuran bahu wanita tidak selebar pria.

Mempunyai Resleting Yang Tersembunyi.

Carilah tas ransel yang memiliki resleting tersembunyi di dalamnya atau kantung - kantung yang dekat dengan bagian tubuh Anda. Hal ini untuk mencegah hilangnya barang atau dokumen penting selama perjalanan dari tangan copet. Untuk resleting yang diluar usahakan mencari yang dapat dikunci sehingga menambah keamanan barang bawaan Anda atau orang - orang yang ingin memasukkan sesuatu ke dalam tas ransel Anda.

Pertimbangkan Isi Tas.

Pilih ukuran dan gaya tas ransel sesuai dengan barang yang akan Anda bawa. Pilih model ransel besar atau yang dapat diperbesar jika Anda akan memasukkan sepatu atau peralatan berkemah. Atau pilihlah tas ransel yang berbentuk ramping dengan banyak kantong internal yang berlapis jika akan membawa buku panduan, laptop atau peralatan untuk kamera.

Cobalah Terlebih Dahulu.

Cobalah beberapa model tas punggung yang sesuai kebutuhan dan bentuk tubuh Anda. Pastikan tas dan tali dapat diatur sesuai dengan berat dan tinggi tubuh, selain itu utamakan kenyamanan. Carilah tali ransel dengan bahan non-slip sehingga dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama. Cobalah tas carrier dengan memasukkan beban dan berjalanlah keliling toko. Tas ransel yang bagus akan membagi beban tersebar di seputar pinggul dan bahu tidak merasakan bebean tersebut sehingga beban terasa relatif ringan.

Pada dasarnya, perempuan mempunyai punggung yang lebih pendek dibanding laki - laki. Pinggul perempuan juga mempunyai bentuk yang berbeda dengan laki - laki. Tak hanya itu, di bagian dada pun mempunyai bentuk yang berbeda sehingga membutuhkan rancangan dan konstruksi yang berbeda.

Ransel khusus untuk perempuan pada punggung bagian bawah biasanya mempunyai kecenderungan untuk menjauh di bagian pinggul untuk menghindari kontak, sehingga konstruksi tali pinggul harus betul - betul nyaman. Sedang pada bantalan bahu titik awalnya lebih dekat dibanding ransel laki - laki dan bentuknya juga lebih melengkung disesuaikan dengan bentuk umum dada seorang perempuan



Sumber : Disini

Penduan Shalat Ketika Naik Gunung & Travelling

Bagi seorang muslim, shalat adalah hal yang wajib dilakukan, di manapun berada dan dalam kondisi apapun. Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Ketika melakukan perjalanan seperti mendaki gunung, merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia, apa lagi pada jaman modern ini. Perjalanan selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu kita, entah itu banyak atau sedikit. Meski dengan berkembangnya teknologi transportasi, jarak tempuh perjalanan tidak selalu berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, karena ada faktor lain yang sangat menentukan, yaitu alat transportasi yang dipergunakan serta kondisi di perjalanan.
shalat1
Untuk itu, Islam memberi solusi dengan memberikan aturan-aturan yang sangat mempermudah bagi para musafir atau traveller dalam hal ini pendaki gunung. Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.


1. Shalat di Kendaraan

Ketika sedang berada di perjalanan, katakanlah menuju lokasi pendakian membutuhkan perjalanan sehari semalam. Otomatis selama perjalanan kita akan melewati beberapa kali waktu shalat. Nah, ada beberapa cara melakukan shalat dalam perjalanan ketika di dalam pesawat/kereta api/bus.
– Tayammum pengganti Wudhu

Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering.
Tata cara tayammum :
– Membaca basmalah (Bismillahirrahmannirrahim)
– Meletakkan kedua telapak tangan kepada benda atau tempat yang berdebu bersih
– Kedua telapak tangan tersebut dihirup atau ditapukkan kemudian diusapkan ke muka
– Kedua telapak tangan, tangan kiri mengusap punggung telapak tangan kanan, dan sebaliknya tangan mengusap punggung telapak tangan kiri (ada pendapat sampai kedua sikut)
– Urutan dilakukan dengan tertib

shalat2
– Shalat menghadap arah duduk
Jika di atas kendaraan mampu shalat sambil menghadap kiblat maka wajib shalat dengan menghadap kiblat, meskipun sambil duduk. Namun jika tidak memungkinkan menghadap kiblat, bisa shalat dengan menghadap sesuai arah kendaraan.


Sebagian pendapat mengatakan, selain melaksanakan shalat ketika di kendaraan/pesawat untuk menghormati waktu shalat, setiba di tujuan wajib mengulangi (mengqadha) shalatnya.
2. Shalat di Gunung

Ketika dalam pendakian, beberapa kondisi akan terjadi pada diri kita. Misalnya udara dingin, mengejar waktu agar tidak kemalaman tiba di camp, dis-orientasi arah dan persediaan air yang terbatas. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, Islam pun memberikan solusi agar tetap bisa menjalankan shalat.
shalat4
– Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap sebagian kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing-masing wajib dibasuh/diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah. Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah/debu sebagai ganti dari wudhu.


Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan sepatu.  Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu` terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin.
Caranya sama dengan wudhu` biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.
Namun perlu diingat, sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong/robek.
3. Shalat menghadap kiblat

Ketika hari masih terang, kita mudah menentukan arah kiblat. Namun akan menjadi kendala ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut tebal yang menutup cahaya matahari.
Ada beberapa cara menentukan arah kiblat :

– Cara termudah gunakan kompas/GPS
– Lihat kalau ada kuburan, biasanya kalau Islam kuburannya menghadap barat. Di beberapa gunung di Jawa, di puncak gunung terdapat kuburan. Namun terkadang di kawasan tertentu di Jawa, kuburan ada yang menghadap utara-selatan.
– Perhatikan tumbuhan lumut yang banyak terdapat di gunung. Lumut biasa hidup di daerah yang minim mendapatkan cahaya matahari, oleh karena itu kebanyakan lumut akan hidup di daerah yang menghadap ke arah barat.
– Rasi Bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk arah Barat.
Ini adalah rasi paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang itu disebut sabuk orion. Satu garis yang menghubungkan tiga bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.

shalat3
4. Shalat pakai sepatu trekking boleh?
Seorang yang shalat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum shalat, bukan saat sedang shalat. Jadi waktu sedang shalat, sepatunya dalam keadaan terpakai.


5. Shalat Jamak dan Qasar

Shalat fardhu boleh dijamak bila anda dalam keadaan safar/melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjamak shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan shalat isya.
Ada pula yang namanya mengqasar shalat. Cara melaksanakan shalat qasar dengan meringkas jumlah rakaat, misalnya shalat zhuhur, asar dan isya yang tadinya 4 rakaat di qasar/ diringkas menjadi 2 rakaat.

shalat-di-kapal
6. Buang Air Besar
Bagi sebagian pendaki, “setor” buang hajat terkadang menjadi kendala ketika naik gunung. Mungkin karena tidak terbiasa, jadi terpaksa mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk buang hajat. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana ceboknya dengan kondisi air yang terbatas.


Islam memberikan solusi membersihkan bukan dengan air tapi dengan benda-benda padat lainnya seperti batu, kayu dan lain-lainnya seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang lebih banyak menggunakan batu. Yaitu tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air.

Pakai tissue basah boleh? Boleh saja, karena itu akan memudahkan dan bisa membersihkan juga.
7. Mimpi Basah

Jangan senyum-senyum dulu yah. Namanya mimpi basah tidak kenal waktu dan tempat serta tidak bisa dicegah. Bisa saja ketika di gunung, rejeki itu datang tiba-tiba. Bagaimana mandi wajibnya?
Dalam kondisi di gunung dengan udara yang sangat dingin sehingga untuk menyentuh air pun akan ‘mati beku’, maka tayammum bisa menjadi solusi. Karena tayammum itu bukan hanya mengangkat hadats kecil saja tetapi juga sekaligus hadats besar. Jadi tidak perlu mandi basah digunung yang nantinya hanya akan membuat sakit.
Prinsipnya selagi manusia mempunyai kesempatan untuk melakukan shalat dan tidak menjadi darurat, selayaknya manusia tidak malu untuk segera melaksanakan shalat baik laki-laki maupun wanita. Karena malu di sini tidak boleh karena demikian itu berkaitan dengan shalat dan dapat dilaksanakan di mana saja, termasuk di gunung.
Sekali lagi, hal tersebut di atas tidak bermaksud selain untuk memudahkan dan tidak menyulitkan manusia untuk tetap shalat. Demikian pula, meski sering jalan-jalan dan naik gunung jangan lupa melaksakan sholat 5 waktu.
shalat6
“Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ”

-HR. Ahmad-

Sumber : Disini