Selasa, 19 Januari 2016

Tips Sebelum Menjelajah Hutan

Apapun alasan dibalik penjelajahan ataupun misi pencarian, sangat penting bagi Anda untuk benar-benar mempersiapkan diri.
Tips Penting Sebelum Menjelajah Hutan
Ada banyak alasan untuk menjelajah hutan. Anda mungkin berharap dapat menemukan suku yang hilang, melihat kehidupan di alam liar yang menakjubkan, memotret harimau atau menemukan serangga aneh yang belum bernama. Atau mungkin Anda ingin menguji keberanian, kecerdasan dan kecakapan fisik.
Apapun alasan dibalik penjelajahan ataupun misi pencarian, sangat penting bagi Anda untuk benar-benar mempersiapkan diri. Ketika menjejakkan kaki di jalan setapak hutan, Anda akan meninggalkan abad ke 21 di belakang dan memasuki sebuah tempat yang hampir sama keadaannya dengan ribuan tahun lalu. Tak akan ada lagi teknologi modern. Tak ada mobil, jalan raya, rumah sakit, toko, pos polisi, dan lain-lain.
Satu-satunya yang bisa diandalkan hanyalah diri sendiri, oleh karena itu, perlu persiapan matang sebelum penjelajahan dimulai.
  1. Pastikan Anda dalam kondisi kesehatan yang fit. Berjalan melewati hutan sangat melelahkan, terutama jika vegetasinya sangat rimbun dan terdapat bukit yang harus didaki. Jika tidak dalam kondisi kesehatan yang prima, bukan tidak mungkin Anda akan bermandikan kehabisan nafas bahkan sakit.
  2. Adaptasikan tubuh Anda. Sebelum menjelajah hutan, penting bagi Anda untuk menyesuaikan tubuh dengan suasana panas dan lembab di hutan. Anda juga harus membiasakan diri terhadap suara berisik burung-burung, monyet, serangga. Anda juga harus terbiasa terhadap keberadaan pohon besar. Dalam persiapan penjelajahan Anda, cobalah berjalan di hutan kecil yang aman di sekitar tempat tinggal Anda. Jika tak ada, Anda bisa menggantinya dengan berjalan-jalan di kebun binatang.
  3. Ketahui tentang tanaman dan hewan berbahaya yang mungkin akan Anda temui, sehingga dapat memperkirakan apa yang akan Anda lakukan jika mereka menyerang. Amati berbagai gambar hewan dan tanaman hutan tanpa label, dan lihat seberapa cepat anda dapat mengenali mereka.
  4. Balajar berenang. Karena banyak daerah di hutan yang mustahil dilalui dengan berjalan kaki, mungkin Anda akan melanjutkan perjalanan melalui sungai dengan beberapa jenis perahu, seperti Kano atau rakit tanpa mesin motor. Selalu ada kemungkinan perahu yang anda tumpangi terbalik akibat ulah buaya atau kuda nil. Jadi, bisa berenang dengan baik dapat menyelamatkan hidup Anda.
  5. Dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang tempat yang akan Anda kunjungi. Pelajari beberapa fitur lansekap penting dari peta, buku panduan dan diagram. Hal-hal seperti posisi dan nama sungai utama, rawa paling berbahaya dan area bukit yang aneh penting untuk diketahui.
  6. Pelajari budaya masyarakat yang tinggal di sekitar hutan tujuan Anda. Pelajari beberapa kata dari bahasa mereka sehingga Anda dapat bertanya atau meminta tolong ketika sesuatu hal buruk terjadi. Pelajari juga kebiasaan masyarakat setempat. Jangan sampai Anda dianggap tidak sopan hanya karena melakukan hal-hal sepele yang dianggap buruk oleh mereka.
  7. Tinggalkan salinan rencana perjalanan pada seseorang yang Anda percaya. Sehingga mereka bisa memberitahu tim penyelamat dimana tempat pencarian harus dimulai jika Anda tak kembali tepat waktu.
  8. Pastikan Anda telah membaca buku-buku panduan penjelajahan hutan, tips-tips penting bertahan hidup dan buku-buku referensi tentang hutan yang akan Anda jelajahi.

Jika semua persiapan sudah Anda lakukan, siapkan mental dan yakinkan diri Anda untuk segera berangkat. Selamat menjelajah!



Sumber : Disini

Checklist Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung (Part 1)

Berapa hal mengenai persiapan dan  perlengkapan naik gunung yang harus diperhatikan dalam pendakian?  Kusukatravel.com berusaha untuk memberikan checklist yang dapat dicopy/salin bagi para pendaki sebelum setiap pendakian. Checklist  ini dibagi menurut alur waktu (kronologis; sebelum/pra pendakian,  pendakian, setelah/pasca pendakian). Pembaca bisa menyesuaikan checklist persiapan dan perlengkapan naik gunung ini sesuai dengan kebutuhannya.
Persiapan dan perlengkapan naik gunung yang benar akan memberikan bekal untuk pendakian yang berhasil.

1. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pra Pendakian

  • Persiapkan Tujuan

Pastikan rute pendakian dalam keadaan aman untuk didaki. Selalu update dengan berita khsususnya pada waktu mendekati hari H.

  • Persiapkan Rencana

Persiapkan Plan A, Plan B, Plan C sebelum pendakian, bukan  setelah berangkat dari Base Camp. Usahakan tidak ada argumen dalam satu  tim tentang hal pemilihan jalur utama (menimbang pada ketersediaan  perlengkapan naik gunung; logistik dll.).

  • Persiapkan Fisik

Persiapkan rencana fisik, khususnya endurance (ketahanan) dengan lari jauh dsb. Beberapa minggu sebelum pendakian. Management  persiapan mendaki juga sangat vital untuk mendukung tubuh fit,. Ingat  juga pengaturan transport – basecamp – makan – istrahat – mulai naik –  camping – jalan turun – transport pulang, yang membutuhkan management  tenaga untuk kerja dan istirahat. Jangan pernah melakukan pendakian  bila tidak merasa fit. Membatalkan pendakian karena kondisi kesehatan  bukan sesuatu yang memalukan. Selalu ingat, kejadian tingkat rendah di  bawah (misalnya ankle terkilir) akan menjadi sangat sulit di atas.

  • Persiapkan Transportasi

Persiapkan opsi transportasi, entah itu motor/mobil pribadi atau tranportasi umum. Management transportasi berefek tidak hanya ke biaya namun juga ke tenaga dan pikiran.
  • Persiapkan Tim
Persiapkan tim/anggota pendakian. Himbau mereka untuk melakukan  persiapan. Selalu perhatikan jumlah dan kemampuan tiap individu. Mereka  yang baru mendaki pertama kali sebaiknya selalu didampingi. Pendakian  tim dengan beberapa anggota yang semuanya baru mendaki pertama kali (newbie) tidak direkomendasikan. Pendakian solo (seorang diri) juga tidak direkomendaikan,

  • Kalkulasi Biaya

Hitung dan persiapkan biaya pendakian yang biasanya mencakup biaya  transport, registrasi/tiket pendakian (Base Camp), parkir motor/mobil,  makan, lain-lain.

  • Kekuatan  kaki 

Kekuatan kaki sangat dibutuhkan dalam pendakian gunung yang panjang. Latihan  yang rutin adalah resep yang ampuh untuk sebuah ekspedisi.

2. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:  Pendakian

Pakaian

  • Jaket

Jaket berfungsi menjadi penghangat tubuh utama dari dingin. Jaket waterproof, windproof akan sangat membantu pendakian, apalagi dengan berat yang ringan.

  • Kaos

Bawalah kaos rangkap 2 atau 3 potong atau sesuai kebutuhan. Kaos  berbahan katun akan menghangatkan namun material akan mempengaruhi berat  tas ransel anda. Jadi pilihlah sesuai kondisi.

  • Sweater

Pakaian hangat/sweater akan sangat membantu pendakian, khususnya bagi mereka yang hanya membawa jaket windproof tanpa lapisan dalam.

  • Celana Panjang dan Celana Pendek

Celana panjang dan celana pendek dipakai menurut kenyamanan. Sebaiknya  celana panjang ringan parasit juga dipakai pada pendakian untuk  perlindungan terhadap duri/semak-semak pada jalur pendakian.

  • Kaos Kaki

Pilihlah kaos kaki yang tebal. Selain empuk, kaos kaki yang tebal akan  turut menghangatkan. Pada saat turun gunung, kaos kaki dapat dirangkap  untuk menambah kenyamanan ujung kaki karena tekanan pada saat turun  ketika kaki selalu mengerem.

  • Sepatu Gunung 

Sepatu gunung dengan pelindung ankle akan menjadi pendamping yang sempurna dalam pendakian yang hebat. Pakailah selalu sepatu yang nyaman dengan stabilitas baik. Sepatu anti air gore-tex menjadi salah satu yang terbaik untuk saat ini, namun yang terutama sepatu harus memiliki pool untuk traksi ke tanah. Sepatu jogging/running dapat menjadi opsi, meskipun kurang kuat dan tidak melindungi mata kaki/ankle.

  • Sandal Gunung

Menjadi opsi atau tambahan bagi sepatu gunung, khususnya pada saat camping/relax.
  • Kaos Tangan
Kaos tangan berfungsi untuk ikut menghangatkan dan memberikan proteksi  pada tangan akan duri ataupun permukaan yang cukup tajam seperti  bebatuan.

  • Slayer/Scarf/Tutup kepala/Topi/Masker/Balaclava

Untuk melindungi bagian atas tubuh (kepala dan leher) dari panas, dingin, debu, nyamuk. Ruff menjadi satu perlengkapan naik gunung yang mewakili semua fungsi di atas.

  • Kacamata

Kacamata tidak hanya melindungi mata dari debu namun juga menyejukkan mata pada saat panas. Kacamata  yang handal akan melindungi mata dari debu dan panas, sehingga tidak  mudah lelah. “RayBanAviator” by Rich Niewiroski Jr. CC BY 2.5 via  Wikimedia Commons.

  • Jas hujan

Sangat krusial bila cuaca kurang mendukung untuk pendakian. Tambahan  plastik besar untuk melindungi barang-barang berharga akan sangat  berharga.

Makanan dan Minuman

  • Portable Stove/Kompor Gas Portable + Gas

Portable Stove/Kompor Gas Portable menjadi pilihan utama untuk  mayoritas perlengkapan naik gunung. Pastikan kompor berfungsi dengan  baik dan bawalah gas yang cukup untuk pendakian.

  • Piring/Mangkuk, Sendok, Garpu, Nesting
  • Bahan Makanan dan Minuman

Pastikan makanan utama memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang akan  diproses menjadi tenaga; mie, energy bar, snickers, roti tawar, snacks,  makanan yang mengandung gula, dsb. Minuman manis akan sangat membantu  pendakian, Gula jawa akan menambah tenaga dalam pendakian. Untuk  menemani makanan pada saat camping, secangkir the atau kopi akan menjadi  sempurna. Caffeine dalam kopi hitam juga dapat memberikan tenaga ekstra.

Peralatan

  • Tas Ransel/Carrier/Rucksack (+ Rain Cover)

Sangat penting untuk membawa seluruh barang bawaan anda khsusnya tenda,  matras, bahan logistik,dll. Ukuran 60 liter, 80 liter dsb. Dapat  disesuaikan sesuai kebutuhan pendakian. Carrier yang tepat dan  berkualitas akan sangat menunjang pendakian yang efektif dan efisien.  Kualitas dan harga sepertinya tidak bisa berbohong dalam hal ini. Ingat  juga untuk menyertakan rain cover untuk selalu melindungi carrier anda.

  • Day Pack/Hydro Pack

Tas yang lebih kecil berukuran ±20 liter untuk peralatan personal anda. Day Pack/Hydro Pack sangat berguna untuk memburu sunrise dari camping ground.

  • Tenda (+ Flysheet)

Sesuaikan ukuran tenda dengan jumlah pendaki dalam tim anda. Tenda yang baik akan menjadi ‘rumah’ yang nyaman dalam seluruh perjalanan pendakian gunung.

  • Matras

Satu matras untuk sangat pendaki. Sangat dibutuhkan untuk relaksasi di camping ground.

  • Senter (+ Baterai Cadangan)

Pastikan senter yang menjamin visibilitas yang baik. Baterai cadangan dan aplikasi torchlight di HP anda akan memberikan kenyamanan yang lebih.

  • Plastik (dan Drybag)

Sangat direkomendaikan karena menjadi tempat sampah portable.  Bawalah sampah plastik dan non-organik lain turun dan buanglah di tempat  sampah base camp. Plastik dalam ukuran besar dapat menjadi pelindung carrier atau daypack. Plastik kecil dapat menjadi pelindung barang elektronik. Plastik sedang dapat menjadi tempat pakaian kotor.

  • Parang Tebas/Pisau Gunung

Pisau gunung berfungsi untuk peralatan pemotong tali, pemotong kayu, emergency, serangan binatang, dll).
Pisau Gunung, satu perlengkapan naik gunung yang esensial.

  • Sleeping Bag

Sangat krusial sebagai perlengkapan naik gunung.Sleeping bag melindungi  tubuh dari dinginnya gunung pada saat dini hari, melindungi tubuh dari  serangga atau binatang-binatang mikro seperti kutu dll. Silahkan lihat  video di bawah untuk memilih sleeping bag yang sesuai.

  • Gaiter

Sangat mendukung untuk pendakian di daerah berpasir agar pasir tidak masuk ke dalam sepatu.

  • Trekking Pole

Menjadi penyangga tubuh untuk balance yang lebih baik. Terlihat biasa namun kehadirannya memperingan pendakian. Trekking pole juga dapat berfungsi untuk menghardik binatang/serangga.

  • Korek Api

Berfungsi untuk membuat api unggun dan survival kit.

Obat-Obatan/P3K

  • Luka luar: Betadine. Tensoplast, Perban, Alkohol 70%, dll.
  • Pencernaan: Obat maag (Enzyplex), Obat Sakit Perut/Diare (Norit)
  • Kondisional dan Suplemen: Obat alergi (CTM), Sunblock, Obat  Keracunan (Norit), Obat Dehidrasi (Pocari Sweat, Garam), Stamina  (Imunos), Penghangat Tubuh (Tolak Angin).


Navigasi dan Survival Kit

  • Peta/Peta Rute/Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer

Pastikan peta rute pendakian ada di tangan. Kehadiran  Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer akan menjadi perlengkapan naik  gunung dan bagian dari survival kit yang esensial sekaligus menarik.  Selain dapat diinstall melalui aplikasi smartphone (tidak semua fitur),  perlengkapan naik gunung dengan fitur-fitur ini juga dapat dibeli secara  terpisah. Perlengkapan naik gunung Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer/Solar Power dapat juga ditemukan  secara otomatis dalam jam petualang dengan harga 3-6 jutaan.

  • Jam  tangan Triple Sensor sebagai pendamping navigasi perlengkapan naik  gunung yang tangguh (Casio Protrek PRG-240-1 by Tarek Mahmud on Flickr)
  • Peluit

Sangat esensial untuk member kode posisi dan emergency.

Safety Plan

  • Selalu persiapkan dan siap untuk Plan A, Plan B, Emergency, Cancellation/Pembatalan,  dsb. Pelajarilah Pos pemberhentian, pastikan mengetahui posisi air  bersih yang tersedia, pahami resiko dan hindari sebisa mungki
  • Kaca cermin, Tali, Garam (untuk menghalau ular), Pisau.

Personal

  • Identitas Diri, Sejumlah Uang Cash (dan ATM)
Pastikan identias diri (KTP, SIM atau yang lain), sejumlah uang (dan mungkin ATM) ada dalam dompet anda.
  • Kebersihan Personal
Bawa sikat dan pasta gigi, sabun mandi, dan shampoo, handuk (anda dapat  meninggalkannya di mobil atau bagasi motor di base camp untuk tidak  menjadi beban bawaan pendakian – untuk selanjutnya digunakan  bersih-bersih di basecamp).
  • Tissue basah, Tissue Gulung, Hand Cleaner/Sanitizer
Tissue dapat menjadi alat yang praktis untuk membersihkan tangan,  piring, sendok, garpu dll. apabila persediaan air tipis/tidak ada.
  • Lotion anti serangga
  • Kertas catatan dan ballpoint
  • Kamera, Baterai Terisi Penuh, Charger
  • Hand Phone, Baterai Terisi Penuh, Charger (+ Power Bank)
  • Masker full face akan menjadi serbaguna sebagai pelidung debu, panas, dan serangga.

3. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

Pasca Pendakian

  • Cek kembali barang-barang
Selalu cek perlengkapan naik gunung pada saat pos-pos perhentian dan  camping. Saat turun dari puncak/camping ground, checklist perlengkapan  naik gunung akan sangat membantu pengecekan untuk memastikan tidak ada  barang yang tertinggal.
  • Review dan Evaluasi
Review dan evaluasi pendakian anda dari berbagai aspek. Catat, supaya pendakian berikutnya dapat berlangsung dengan lebih baik.


Sumber : Disini

Travelinglah Karena Memang Kamu Menyukainya, Bukan Sekadar Ikut Tren!


Saya akan traveling ketika ingin, bukan untuk mengikuti tren
Melakukan sesuatu karena hasrat yang tumbuh dalam diri adalah hal paling menyenangkan. Begitu pula dengan traveling.
Saat si A bercerita tentang matahari terbit di Bromo sangat indah, bawah laut Pulau Alor disebut sebagai “surga yang nyata”, atau gradasi laut di Raja Ampat yang menggetarkan hati, kamu yang awalnya samasekali tak tertarik dengan alam luar -sebuah dunia yang begitu berbeda dengan dunia awalmu- tetiba ingin mengikuti langkah orang lain hanya karena agar kamu bisa berfoto di tempat tadi, sekadar agar foto-fotomu eksis di sosial media dan mendapat banyak pujian, agar kamu disebut sebagai orang tak ketinggalan zaman, apa yang akan terjadi? Bisakah kamu merasakan kenikmatan yang sama dengan mereka yang memang pergi dengan keinginan sendiri?
Untuk apa mengurusi langkah orang lain? Melangkah kemanapun adalah hak setiap orang!
Mungkin kamu akan berargumen seperti itu. Tentu traveling adalah hak setiap orang, namun jika kamu traveling hanya mengikuti tren, masuk ke “dunia” yang pada awalnya bukan “dunia”mu, bisakah kamu mencintai “dunia” itu sepenuh hati?
Sebenarnya apa sih tujuan kamu traveling? Baca tulisan ini
Banyak kasus gunung dan destinasi wisata yang mulai rusak oleh aksi para vandalis ataupun sampah yang menumpuk. Mengapa demikian? Karena mulai banyak orang yang berkunjung hanya untuk mengikuti tren dan tak sungguh-sungguh mencintai destinasi dan alam yang mereka kunjungi. Mereka hanya “penasaran”.
Bukankah jika seseorang benar-benar mencintai sesuatu mereka akan menjaganya dengan sungguh-sungguh? 
“…MDPL. Masih mau di rumah terus?Kapan kamu ke sini?”
Makin kreatif anak zaman sekarang. Namun apalah makna pendakianmu hingga ribuan MDPL jika kamu masih menjadi orang yang tidak tahu aturan dan tidak memperlakukan dirimu dengan baik?
Ini tentang menjelajah tempat liar bukan menjelajah halaman belakang rumah. Sudahkah menyiapkan sepatumu untuk menginjak terjalnya jalan setapak dengan kemiringan hingga 45 derajat? Bagaimana dengan pakaianmu apakah sudah safety dan menjagamu dengan baik? Tidak melulu soal kamera yang menjadi inti dari perjalananmu bukan? Tali temali dan peralatan kompas lebih berharga dari hasil cetakan fotomu. Tidak mau pendakianmu sia-sia dan menyebabkan kamu cedera bukan? Perlakukanlah dirimu dengan baik terlebih dahulu, setelah itu kamu akan tahu bagaimana cara memperlakukan alam dengan bijak.
‘Jangan share tempat bagus, nanti dirusak oleh anak gaul!’ Solusikah?
Keprihatinan datang dari para pecinta alam yang merasa bahwa alam mereka telah di rusak oleh anak-anak yang hanya sekedar datang untuk memperkosa tempat-tempat bagus, meninggalkan sampah tercecer, merusak beberapa fasilitas dengan meninggalkan beberapa tulisan.
Lalu apa yang harus dilakukan? Jangan membagikan tempat bagus agar mereka para pengikut tren tak datang ke destinasi-destinasi wisata?
Berhenti mengeluarkan ajakan provokatif “Ayo Bertualang!”, atau mereka yang tak sungguh-sungguh mencintai alam akan terus berdatangan. Baca tulisan menginspirasi dari Eva Bachtiar ini 
Masalahnya bukan kita mau share atau tidak tempat tersebut. Bagikanlah tempat-tempat indah yang kamu kunjungi, tapi tak perlu mengeluarkan ajakan provokatif.
Belajarlah dari Malaysia. Malaysia melakukan promosi besar-besaran untuk memperkenalkan tempat wisata yang dimiliki. Destinasi wisata mereka tak sevariatif Indonesia, tapi mengapa jumlah kunjungan wisatawan mereka bisa mencapai hingga 25 juta orang, 3 kali lipat negara kita? Dan yang paling mengagumkan, dengan jumlah pengunjung sebanyak itu, apakah destinasi mereka rusak?  Justru tempat wisata tersebut sangat terpelihara dan makin berkembang ke berbagai penjuru dunia. Slogan pariwisata mereka Malaysia “Truly Asia” benar-benar menggema ke seluruh dunia.
Berhenti berbagi tempat bagus bukan cara baik menyelesaikan permasalahan ini. Bukan dengan cara menghentikan promosi wisata yang ada di Indonesia, namun dengan menyadarkan diri sendiri terlebih dahulu untuk bisa menjaga ‘rumah’-nya sendiri. Rumah kita bersama lebih tepatnya.

Sumber : Disini



Checklist Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung (Part 2)

Setelah aku buat daftar persiapan dan perlengkapan naik gunung di sini , Sekarang kita buat ringkasan simpelnya sebagai berikut :



Simple Checklist 

Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:

1. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung: Pra Pendakian


  • Persiapkan Tujuan
  • Persiapkan Rencana
  • Persiapkan Fisik
  • Persiapkan Transportasi
  • Persiapkan Tim
  • Kalkulasi Biaya

2. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung:  Pendakian


  • Pakaian  
  • Jaket
  • Kaos
  • Sweater
  • Celana panjang dan celana pendek
  • Kaos kaki
  • Sepatu Gunung
  • Sandal Gunung
  • Kaos tangan
  • Slayer/Scarf/Tutup kepala/Topi/Masker/Balaclava
  • Kacamata
  • Jas hujan

Makanan dan Minuman  


  • Portable Stove/Kompor Gas Portable + Gas
  • Piring/Mangkuk, Sendok, Garpu, Nesting
  • Bahan Makanan dan Minuman

Peralatan   


  • Tas Ransel/Carrier/Rucksack (+ Rain Cover)
  • Day Pack/Hydro Pack
  • Tenda (+ Flysheet)
  • Matras
  • Senter (+ Baterai Cadangan)
  • Plastik (dan Drybag)
  • Parang Tebas/Pisau Gunung
  • Sleeping Bag
  • Gaiter
  • Trekking Pole

Obat-Obatan/P3K  


  • Luka Luar: Betadine. Tensoplast, Perban, Alkohol 70%, dll.
  • Pencernaan: Obat maag (Enzyplex), Obat Sakit Perut/Diare (Norit)
  • Kondisional dan Suplemen: Obat alergi  (CTM), Sunblock, Obat Keracunan (Norit), Obat Dehidrasi (Pocari Sweat,  Garam), Stamina (Imunos), Penghangat Tubuh (Tolak Angin).

Navigasi dan Survival Kit  


  • Peta/Peta Rute/Kompas/Altimeter/Barometer/Thermometer
  • Peluit
  • Safety Plan (Plan A, Plan B, Emergency, Cancellation/Pembatalan, dsb.)
  • Kaca cermin, Tali, Garam (untuk menghalau ular), Pisau, Korek Api

Personal  


  • Identitas Diri, Sejumlah Uang Cash (dan ATM)
  • Kebersihan Personal (sikat dan pasta gigi, sabun mandi, dan shampoo, handuk)
  • Tissue basah, Tissue Gulung, Hand cleaner/Sanitizer
  • Lotion anti serangga
  • Kertas catatan dan ballpoint
  • Kamera, Baterai Terisi Penuh, Charger
  • Hand Phone, Baterai Terisi Penuh, Charger (+ Power Bank) 

3. Persiapan dan Perlengkapan Naik Gunung: Pasca Pendakian


  • Cek Kembali Perlengkapan Naik Gunung
  • Review dan Evaluasi




Sumber : Disini

Gunakan 6 Trik Ini Supaya Tubuhmu Tetap Hangat Saat Berkemah


Tidur di alam terbuka memang satu pengalaman yang tak akan terlupakan. Terlelap sambil berteman suara alam yang seakan melantunkan harmoni selaras yang membuat istirahat kian nyenyak. Terlebih, kalau kamu berkemah di tempat yang sudah lama diidam-idamkan.
Berada di satu ketinggian tertentu, udara pun terasa lebih dingin. Sudah mengenakan berbagai peralatan yang menepis rasa dingin, tapi rasanya tak cukup juga. Supaya udara dingin itu tak mengganggu keasyikan berkemahmu, trik-trik berikut ini yang jangan sampai terlupakan.
Letakkan wadah berisi air hangat di perut. Kalau kamu membawa botol atau tempat minum, isi dengan air hangat dan letakkan di perut. Cara ini paling baik dilakukan saat kamu sedang merebahkan tubuh. Hangat air ini akan menyebar hingga ke seluruh tubuh dan membuatmu tak kedinginan.
Lompat-lompat kecil sebelum masuk ke tenda untuk tidur. Pergerakan ini bisa menyebabkan panas tubuh meningkat seketika. Sehingga saat tidur, tubuhmu tak akan kedinginan. Mungkin akan sedikit terlihat konyol, namun trik ini berhasil untuk menepis dingin yang menyerang tubuh
Tidur berhimpitan dengan teman. Mungkin kamu juga sudah tahu kalau tubuh manusia itu menghasilkan panas yang relatif konstan. Saat kedinginan, siasati dengan tidur saling berhimpitan dengan teman setendamu, sehingga panas tubuh kalian yang akan saling menjaga dari hawa dingin.
Mengenakan topi. Tak ada cara yang lebih baik dari menjaga kepalamu tetap hangat. Kalau bagian atas tubuh sudah kedinginan, maka sisanya akan lebih mudah terserang. Mengenakan topi bisa jadi salah satu solusi untuk mencegah hal itu terjadi. Kalau bisa, bawa dua topi untuk berjaga-jaga.
Jangan konsumsi minuman yang mengandung alkohol. Mungkin untuk beberapa saat, alkohol akan membuatmu hangat, namun efeknya akan hilang dengan cepat. Kalau sudah begitu, kamu malah terserang dehidrasi yang bisa membuatmu jadi merasa lebih dingin di setiap pergerakanmu.
Pilih peralatan yang tepat. Gunakan jaket, celana, dan berbagai macam peralatan kemah yang tepat. Walau terkadang menghabiskan biaya yang sedikit lebih banyak, namun lebih baik hal itu dilakukan sebelum kamu kedinginan yang nantinya berpotensi mengakibatkan kematian.